
Berhari hari bahkan berminggu minggu Yyra nggak ke sekolah juga nggak gangguin Gio lagi.Dia cuma mabuk mabukan tiap malam.Hingga pada akhirnya Yura nggak pulang dari semalam,membuat Inah dan Parmin bingung.
"Min,kamu tolong ke rumah Den Gio,minta bantuan dia buat cariin Non Yura!" suruh Inah.Parmin pun menurut,dia ke rumah Gio untuk minta bantuan.
Kenapa mereka meminta bantuan Gio,karena setahu mereka anak majikannya itu deket sama Gio.
"Ada apa Min kok cari Mas Gio?" tanya Mbak Ijah.
"Mau minta bantuan Jah,Non Yura nggak pulang dari semalam" jawab Parmin agak panik.
Mbak Ijah kemudian memberitahu Parmin kalau Gio nggak ada di rumah kemungkinan nongkrong di basecampnya.Mbak Ijah pun memberitahu dimana tempat biasa Gio nongkrong.Tak lama lama Parmin langsung berterimakasih dan pergi mencari Gio.
Dan benar saja ternyata Gio sedang nongkrong di basecampnya bersama Alenka dan teman teman Alenka juga.
"Pak Parmin kok bisa ada di sini?" tanya Gio ketika mendengar ada yang memanggilnya.
"Den,tolong cariin Non Yura dong! Non Yura dari semalam nggak pulang!" ucap Parmin.
"Yura nggak pulang?" tanya Gio terkejut.Parmin hanya mengangguk dengan raut muka sedih.
"Lo bantuin cari gih Gi!" suruh Alenka.Gio langsung menoleh ke arah Alenka tapi kemudian Alenka mengangguk.
"Iya aku bantuin cari tapi Pak Parmin pulang aja ya! biar aku aja yang cari!" ucap Gio karena nggak tega kalau Parmin ikutan nyari.
"Iya Den,tolong ya?" jawab Parmin.Gio pun mengangguk kemudian Parmin pulang.
Gio tahu kemana harus mencari Yura,dia kemudian mengajak Alenka buat temenin dia cariin Yura.Alenka pun dengan senang hati mengaiyakan.
"Gue ikut Gi!" ucap Boy.
"Nggak usah Boy,biar gue sama Alenka aja!" jawab Gio.Teman temannya pun paham,mungkin mereka bertiga bakal ngomong dari hati ke hati.
Gio pun pulang ke rumah bersama Alenka.Dia tukar motornya dengan mobil biar mudah bawa Yura nya.Gio mencari Yura ke Villa keluarganya Yura.Dulu setiap kali Yura ada masalah pasti kesana.
"Kayaknya nggak ada sih Gi!" ucap Alenka ketika mereka sampai di Villa keluarga Yura tapi tak terlihat siapapun.
"Terus kemana ya? biasanya kalau dia punya masalah pasti kesini!" ucap Gio mulai panik.
__ADS_1
Alenka menggenggam tangan Gio supaya Gio tidak panik "yang tenang,kita cari lagi" katanya.Gio menoleh ke Alenka kemudian tersenyum dan mengangguk.
Gio kemudian melajukan mobilnya ke sebuah Club Malam dimana Yura pernah ajak Gio kesana.Dan benar saja Yura ada disana dengan mabuk mabukan bersama beberapa laki laki.
"Itu Yura!" ucap Alenka menunjuk ke arah Yura.
Gio dan Alenka kemudian mendekati Yura yang sedang mabuk dan di pegang pegang beberapa cowok.
"Ayo pulang!" ucap Gio menarik tangan Yura.
"Lo siapa?" tanya seorang lelaki yang sudah setengah mabuk.
"Gio,gue cinta sama lo Gi!" ucap Yura yang sudah mabuk.
Gio tanpa berkata terus menarik tangan Yura dan Alenka hanya mengikutinya.Tapi salah seorang dari laki laki itu marah karena Gio tiba tiba menarik Yura.Dia pun menarik Alenka sebagai ganti Yura.
"Karena lo udah ambil Tura,sebagai gantinya dia milik kita!" ucap laki laki itu menarik tangan Alenka.
Gio marah karena Alenka disentuh oleh laki laki lain langsung memukul lelaki itu dan akhirnya terjadi perkelahian.
"Gio udah!" perintah Alenka menahan tangan Gio.
"Ivan!" gumam Gio.
"Bener lo Gio..Lo masih sama ya kayak dulu,nggak takut sama siapa pun!" ucap Ivan tersenyum.
"Mereka orang lo? kasih tahu ke mereka jangan pernah sentuh dia atau gua patahin tangan mereka!" ucap Gio menunjuk Alenka.
Ivan pun menoleh ke arah Alenka dan paham kalau Alenka adalah pacar Gio.Ivan yang juga paham sifat Gio hanya mengangguk dan meminta maaf atas nama teman temannya.
Gio kemudian menarik tangan Alenka dan Yura keluar dari Club Malam itu.Mereka mengantar Yura pulang ke rumah seletah itu Gio mengantar Alenka pulang.
"Lo kenal cowok tadi?" tanya Alenka.
"Iya teman gue waktu SMP!" jawab Gio.
"Jadi seharusnya kenal dong sama Yura?" tanya Alenka lagi.
__ADS_1
"Iya," jawab Gio.
"Terus kenapa dia diam aja saat Yura di pegang pegang sama teman temannya?" tanya Alenka penasaran.
"Mungkin dia masih ngira kalau Yura pacar gue,mungkin dia mau balas dendam ke gue!" jawab Gio.
Alenka nggak tahu kenapa cowok tadi mau balas dendam sama Gio.Sampai akhirnya Gio cerita kalau Adik dari Ivan itu dulu suka banget sama Gio,tapi waktu itu Gio menolak cinta nya.Karena waktu itu Gio juga udah jadi palyboy.
"Terus?" tanya Alenka.
"Karena terlalu cinta sama gue,akhirnya dia menyiksa dirinya sendiri,dan beberapa bulan kemudian dia ditemukan meninggal di kamar mandi,dia bunuh diri dengan cara memotong nadinya sendiri!" jawab Gio.
"Terus Ivan ngalahin lo ats kejadian itu?" tanya Alenka.
"Iya,tapi itu bukan salah gue! dari awal gue udah nolak dia,tapi diq terus maksa dan gue tetap nggak mau karena gue nggak cinta sama dia dan nggak mau nyakitin dia,karena dia Adik teman gue!" jawab Gio.
"Masih berapa banyak lagi wanita yang pernah lo sakiti?" tanya Alenka.Gio menoleh ke arah Alenka yang menatapnya.
"Gue nggak sakiti mereka,mereka yang menawarkan diri mereka jadi pacar gue dan ikhlas jadi selingkuhan gue!" jawab Gio.
"Kok gue jadi takut!" ucap Alenka pelan.
"Apa yang lo takutin?" tanya Gio.
"Gue takut lo nggak akan bisa berubah!" jawab Alenka.
Gio menghentikan mobilnya kemudian menatap Alenka dan menggenggam tangannya "Apa masih kurang perjuangan gue buat lo? harus dengan cara apa lagi gue yakinin lo?" tanya Gio.
Alenka menundukkan kepalanya membuat Gio sedih bahkan hampir menangis.Kenapa Alenka masih nggak percaya sama dia.
"Apa yang harus gue lakuin biar lo percaya? bahkan kalau lo mau gue mati sekarangpun gue rela Al,asalkan lo percaya sama gue dan cinta lo nggak pernah hilang buat gue!" ucap Gio.
"Terus kalau lo mati,siapa yang bakal jagain gue? lo rela gue ama cowok lain?" tanya Alenka.
Gio menarik Alenka dalam pelukannya dan mencium puncak kepala Alenka dengan lembut.
"Lo hanya milik gue dan hanya boleh jadi milik gue!gue nggak mau janji buat cinta sama lo untuk selamanya,tapi gue bakal berusaha buat terus mencintai lo! dan hanya lo yang akan selalu gue cintai!" ucap Gio yang membuat Alenka baper kemudian memeluk Gio dengan erat.
__ADS_1
"Gue cinta sama lo Gi!" lirih Alenka.Gio menatap Alenka kemudian tersenyum dan mendekatkan bibirnya ke bibir Alenka.
"Gue lebih mencintai lo!" ucap Gio kemudian merwka berciuman dengan mesra.Berasa dunia milik berdua.