
Gio yang merasa jenuh di dalam kamar,keluar buat cari udara segar.Gio keluar rumah dan ketemu lagi sama Sinta.
"Mau kemana Mas?" tanya Sinta.
"Mau cari udara segar,jenuh di dalam kamar" jawab Gio.
Sinta pun menawarkan diri buat nganter Gio berkeliling.Gio pun mengiyakan karena sungkan kalau mau menolak.Tak jauh dari rumah Sinta,mereka bertemu Erka dan Erka pun ikut bersama mereka.
"Cewek sini cantik cantik mangkanya lo betah!" goda Gio ke Erka.
"Apaan lo? gue udah punya Kiara juga" jawab Erka tersenyum.
"Kiara itu sapa Mas? pacar kamu?" tanya Sinta.
"Iya" jawab Erka tersenyum.
Mereka bertiga asyik mengobrol.Kebetulan mereka berpapasan dengan mantan pacar Erka.
"Hai,Lisa mau kemana?" tanya Sinta.
"Ini mau ke tempat Pakde!" jawab Lisa melirik Erka.
Kemudian mereka bertiga lanjut berkeliling.Sinta kemudian menggoda Erka dari situlah Gio tahu kalau wanita tadi adalah mantan pacar Erka.
"Cewek tadi mantan lo?" tanya Gio.
"Iya" jawab Erka.
"Cantikan dia lho daripada Kiara" ucap Gio tertawa.
"Tapi cinta gue udah memilih Kiara" jawab Erka bangga.
Sementara di sisi lain Rama mencari cari Gio di sekitar penginapantapi tak ketemu.Kemudian Rama mencari Alenka tapi Alenka ada di kamar.
"Kenapa Ram?" tanya Alenka melihat Rama yang kebingungan.
"Gio hilang" jawab Rama.
"Hah? hilang kemana?" tanya Alenka bingung.
"Kalau gue tahu namanya bukan hilang dong!" jawab Rama sewot.
"Jalan jalan mungkin?" tanya Purnama.
"Kita udah cari di sekitar penginapan nggak ada!" jawab Boy.
Alenka sudah mulai bingung sementara Purnama dan Kiara berusaha menenangkan Alenka.Dan yang cowok juga berusaha menenangkan Alenka.
"Gio kan belum tahu daerah sini!" ucap Alenka terisak.
"Coba lo telepon Erka,Ki.Siapa tahu Gio ke rumah Erka!" suruh Purnama.
__ADS_1
"Tadi gue juga kesana Gio nggak ada juga!" sahut Rama.
"Mana udah mulai gelap,lo kemana sih Gi?" gumam Alenka kemudian duduk di sofa ruang tamu.
Lagi panik paniknya tiba tiba pintu rumah terbuka.Gio bersama Erka dan Sinta masuk ke dalam.Alenka yang senang melihat Gio langsung berlari dn memeluknya.Membuat Gio kaget,sementara Sinta terlihat tak suka.
"Kenapa?" tanya Gio menatap Alenka tapi Alenka tak menjawab masih dengan menangis.
"Loh kok malah nangis?" tanya Gio mengusap air mata Alenka.
"Lo dari mana sih Gi? Alenka khawatir tahu nggak!" sewot Kiara.
"Gue jalan jalan cari udara segar!" jawab Gio memeluk Alenka untuk menenangkannya.
"Kan bisa pamit jadi nggak bikin khawatir gini!" ucap Purnama tak kalah sewot.
"Kalian tadi pada tidur,gue nggak enak kalau mau ngebangunin!" jawab Gio masih memeluk Alenka dan mengelus rambut belakangnya.
"Lagian kok kalian bisa mikir sejauh itu sih?" tanya Erka.
"Rama tuh kebingungan kayak orang gila,jadi kan kita ikutan panik!" jawab Kiara sewot.
"Ya maaf! gue kan takut Gio hilang atau pergi!" ucap Rama membela diri.
Gio kemudian menuntun Alenka buat duduk dan Gio sendiri jongkok di depan Alenka.Sementara Sinta masuk ke dapur dan mengintip dari sana.
"Lo khawatirin gue?" tanya Gio menatap Alenka.
"Nggak!" jawab Alenka cepat.
"Nggak usah khawatir,meskipun gue hilang atau pergi,gue akan selalu ada dihati lo!" ucap Gio.
"Nggak! gue nggak akan biarin lo hilang atau pergi,gue mau lo tetap disisi gue!" jawab Alenka yang membuat Gio tersenyum bahagia.
"Gue cinta sama lo!gue nggak akan pernah pergi atau ninggalin lo!" ucap Gio mencium kening Alenka.
"Ya ampun gue jadi baper!" ucap Kiara melirik Erka.
"Lo nggak kepengen kayak Gio yank?" tanya Purnama ke Bayu.
Dari dapur Sinta menelan kekecewaan,karena dari awal dia sudah naksir sama Gio,tapi ternyata Gio udah punya pacar.
Setelah mandi mereka kemudian makan malam yang sudah di siapkan sepaket dengan biaya kamar mereka.Selesai makan malam para musa mudi itu duduk di teras depan rumah sambil bercanda dan main gitar.
"Mbak sini ikut gabung sama kita!" ajak Rama melambaikan tangannya ke Sinta,Adel dan Elsa adiknya Erka.Mereka bertiga pun mendekat.
"Kenalin aku Rama!" ucap Rama memperkenalkan diri.Dan mereka pun saling berkenalan.
"Mbak ya pacarnya Mas Erka?" tanya Elsa ke Kiara.
"Iya" jawab Kiara tersenyum.
__ADS_1
"Gue tadi ketemu mantannya Erka,wuis cantik banget" ucap Gio tersenyum yang langsung di pukul oleh Erka.
"Biarin aja kan cuma mantan,kalau gue kan masa depan,ya nggak yank?" tanya Kiara genit.
"Iya sayank!" jawab Erka tersenyum.
"Sama Alenka cantikan mana Gi?" tanya Boy.
"Cantik Alenka lah,dia kan wanita tercantik bagi gue!" jawab Gio tersenyum.
"Masa?" tanya Alenka.
"Iya sayank!" jawab Gio menarik hidung Alenka.Sinta kembali melihat dengan kecewa.
Gio kemudian meminta gitar yang dibawa Rama.Gio pun kemudian memainkan dan mulai bernyanyi bersama sama.Sesekali Gio menyenggol Alenka yang ada di sampingnya.Gio kemudian menyanyikan lagu BUKTI yang membuat cewek cewek pada meleleh.
"Gio tuh yank,romantis banget!" ucap Purnama.
"Lo mau gue nyanyiin?" tanya Bayu.
"Mau!" jawab Purnama.
Bayu pun meminta gitar yang dibawa Gio.Dia nggak mau kalah sama Gio,dia menyanyikan lagu yang romantis juga buat Purnama.
"Bener bener menyiksa para jomblo!" ucap Rama sewot.
"Iya tuh Ram,nyebelin banget!" sahut Boy.
"Tapi lo lihat tuh Adiknya Erka dati tadi lihatin lo mulu!" bisik Rama ke Boy.
"Ah, masa?" tanya Boy kemudian menoleh dan benar saja Elsa menatap Boy dengan tersenyum.
"Sikat aja!" ucap Rama.
"Nggak ah Ram,gue belum pengen punya pacar!" jawab Boy.
"Terus lo pengen punya pacar yang gimana sih? dari dulu gue perhatiin lo nggak pernah deket ama cewek?" tanya Rama.
"Ya yang dewasa dalam memikir,supel,bisa di ajakin bercanda,ya kurang lebih kayak Alenka lah!" jawab Boy.
"Lo suka juga sama Alenka?" tanya Rama curiga.
"Nggak sapa bilang?" sanggah Boy.
"Tadi kata lo kayak Alenka?" tanya Rama.
"Nggak gitu,maksudnya yang kurang lebih sifatnya kayak Alenka tapi bukan Alenka juga keles!" jawab Boy.
"Oh,kirain! kalau iya saingan gue tamabah banyak dong!" ucap Rama.
Boy menasehati Rama supaya melupakan Alenka karena mereka tahu sendiri kalau Alenka sudah jadi pacarnya Gio.Boy nggak mau kalau persahabatan mereka hancur hanya karena seorang wanita.San dengan sifatnya Alenka,dia nggak akan milih salah satu dari mereka jika persahabatan mereka hancur.
__ADS_1
"Iya,gue paham,tapi emang perasaan gue nggak bisa di bohongi,tapi gue tetap akan berusaha untuk tidak mengganggu hubungan mereka!" jawab Rama sembari melirik Alenka yang sedang bermesraan sama Gio.
"Semangat!" ucap Boy menepuk pundak Rama.