CINTA BADBOY

CINTA BADBOY
episode 83


__ADS_3

Sudah seminggu Alenka dan teman temannya berlibur di kampung Erka.Mereka pun harus pulang sementara Erka masih belum bisa kembali karena Ayahnya belum sembuh.


"Ini hanya sekedar dari kita" ucap Alenka menyerahkan sebuah amplop ke Erka.


"Nggak usah lah Al,kalian simpan aja!" ucap Erka tak enak hati.


"Nggak apa apa Erka,hanya ini yang bisa kita kasih buat lo!" ucap Alenka memaksa.Erka pun kemudian mengangguk pelan dan menerima bantuan dari teman temannya.


"Kalau butuh apa apa hubungi gue!" ucap Gio.


Erka pun kemudian memeluk teman temannya sembari menangis dan berterimakasih.


"Gue pulang dulu!" pamit Kiara menahan air matanya.


"Iya,jaga diri lo baik baik" jawab Erka,Kiara pun langsung memeluk Erka.


Alenka dan yang lain pamit ke ibu dan saudara Erka kemudian masuk ke mobil duluan membiarkan Kiara dan Erka.


"Hati hati ya Mas!" ucap Sinta dari luar mobil samping kanan.


"Iya,kapan kapan kalau senggang main ke kota sama Erka!ntar aku ajak keliling kota!" jawab Gio yang membuat Alenka menoleh kaget.


"Iya Mas" jawab Sinta tersenyum seolah berat buat berpisah dengan Gio.


"Kalau masih belum ikhlas berpisah,besok kesini lagi aja! liburan juga masih seminggu" ucap Alenka sarkas.


Alenka tahu dari sikap Sinta seminggu ini,kalau Sinta suka sama Gio.Tapi Gio mungkin tidak menyadarinya.Sinta salah menafsirkan kebaikan Gio.


"Kok gitu?" tanya Gio menoleh tapi Alenka keluar dan bertukar tempat dengan Boy.


"Al,lo kenapa?" tanya Gio bingung ketika Alenka meminta Boy buat tukar tempat.Alenka tak menjawab hanya diam.


Alenka pernah memperingati Gio supaya tidak terlalu baik sama cewek lain.Bukan apa apa,karena Alenka tahu bahwa cewek itu mudah banget baper.Dia nggak mau kalau hubungannya rusak hanya karena Gio yang terlalu baik sama cewek lain,apalagi cewek yang baru di kenal.


Bukti nyatanya adalah Sinta,sepupu Erka.Dia baru kenal sama Gio tapi Alenka tahu kalau Sinta suka sama Gio,mungkin karena kebaikan Gio selama di kampung Erka.

__ADS_1


"Lo kenapa Al?" tanya Rama.


"Nggak apa apa kok" jawab Alenka duduk di kursi tengah bersama Purnama.


Setelah Erka dan Kiara selesai sedih sedihan Kiara masuk ke mobil dan Gio pun menjalankan mobilnya.Dia pun sesekali melirik Alenka dari kaca di depan.


"Al,lo marah sama gue?" tanya Gio tapi Alenka kembali tak menjawab.


Kiara menyenggol Purnama dan bertanya "kenapa?" tapi tanpa suara hanya gerakan bibir saja.Purnama hanya menggelengkan kepala.


Gio kemudian fokus menyetir tanpa bersuara,suasana di mobil pun menjadi panas tak ada yang berani bicara.


"Gi,ntar di depan ada Resto kita mampir dulu ya! gue lapar" ucap Rama mencoba mendinginkan suasana.


"Gue juga lapar!" sahut Kiara.


"Ntar gue deh yang traktir!" ucap Rama yang di sambut senang oleh teman temannya kecuali Alenka yang dari tadi hanya diam.


Gio pun kemudian menghentikan mobilnya di depan Resto yang ditunjuk oleh Rama tadi.Mereka semua keluar buat makan tapi Alenka tetap di mobil.


"Gue masih kenyang,kalian aja yang makan!" ucap Alenka.


"Nggak apa apa,gue masih kenyang beneran!" jawab Alenka.Gio menyuruh teman temannya buat makan biar dia yang nemenin Alenka.


Teman teman mereka kemudian masuk ke Resto buat makan.Gio pindah ke samping Alenka.Dan bertanya Alenka kenapa,tapi Alenka masih nggak mau ngomong sama Gio.


"Kalau gue punya salah lo ngomong,jangan diemin gue kayak gini!" ucap Gio meraih tangan Alenka.Alenka tak menepis dan tak menjawab membuat Gio hampir frustasi.


"Lo marah karena sepupunya Erka?" tanya Gio.Alenka masih belum mau ngomong malah menarik tangannya.


"Jangan kayak gini dong! ngomong Al ngomong!" ucap Gio memegang kedua pipi Alenka kemudian menatap Alenka dengan mata berkaca kaca.


"Gue nggak suka lo terlalu baik sama Sinta!" jawab Alenka.


"Kenapa? lo cemburu?" tanya Gio.Alenka melengoskan mukanya tidak menjawab pertanyaan Gio.

__ADS_1


Entah kenapa Alenka nggak suka lihat Gio terlalu dekat dan baik sama sepupu Erka yang namanya Sinta itu.Mungkin karena Alenka tahu Sinta suka sama Gio.Mungkin Alenka cemburu.


"Lo harus percaya sama gue! cinta gue sudah habis buat lo,hati gue juga udah penuh dengan cinta lo!" ucap Gio memeluk Alenka.


"Apa gue nggak boleh cemburu?" tanya Alenka.


"Boleh dong,gue justru seneng kalau lo cemburu sama gue,itu tandanya lo cinta sama gue dan takut kehilangan gue!" ucap Gio senang.


"Kemarin juga gue udah bilangin lo,jangan terlalu baik sama cewek lain,apalagi gue tahu Sinta suka sama lo!" ucap Alenka.


"Lo tahu dari mana?" tanya Gio.


"Gue sempat denger obrolan Sinta sama Adel,mereka ngomongin lo mulu,bahkan mereka menafsirkan kebaikan lo sebagai bentuk rasa suka lo ke dia!" jawab Alenka.


Waktu itu Alenka yang belum bisa tidur dan haus pergi ke dapur buat ambil minum.Tapi sampai di depan kamar Sinta,Alenka mendengar Sinta yang lagi ngobrol sama Adel.Mereka berdua menceritakan Gio,dan menganggap kebaikan Gio adalah karena Gio suka sama Sinta.


Bahkan saat itu Alenka juga dengar kalau Sinta nggak masalah meskipun Gio sudah punya pacar.Yang dia tahu Gio suka sama dia.Karena Gio baik ke dia dan perhatian juga.


"Jangan khawatir,lo adalah satu satunya wanita yang ada dihati gue!" ucap Gio mencium kening Alenka.


"Bohong!" ucap Alenka.


"Ya ampun,harus gimana lagi gue jelasin supaya lo percaya sama gue? apa lo ingin gue lamar lo besok?" tanya Gio.Alenka menatap Gio dengan lekat kemudian memeluk Gio.


"Nggak nyangka ternyata lo bisa cemburu juga ya?" sindir Gio dengan tersenyum.


"Iya lah,gue kan juga punya perasaan! apa lo mau gue cuek ke lo,kalau iya,oke mulai sekarang lo bebas deket ama siapapun!" ucap Alenka sewot melepas pelukannya.


"Jangan dong yank! kalau lo cuekin gue,gue akan jadi cowok paling sengsara di dunia ini" jawab Gio.


"Lebay lo!" ucap Alenka mendorong tubuh Gio.


Tak lama kemudian teman temannya kembali setelah selesai makan.Mereka tersenyum karena Gio dan Alenka sudah baikan.Gio kemudian menyuruh Rama buat nyetir sementara Purnama ke belakang berduaan sama Bayu.


"Ya ampun,gue jadi kangen lagi sama Erka!" ucap Kiara,ketika menoleh ke samping melihat Alenka pelukan sama Gio,menoleh ke belakang Purnama sama Bayu.

__ADS_1


"Jangan noleh Boy ntar jiwa jomblo lo meronta ronta!" ucap Rama sembari masih fokus nyetir.


"Nasib kita Ram," jawab Boy sok sedih.


__ADS_2