
Alenka seperti biasa ke sekolah naik angkot dan Gio pun juga masih naik angkot.Gio sudah mulai terbiasa ke sekolah naik angkot.
"Hai Nit,udah lama?" tanya Alenka ketika turun dari angkot.
"Lumayan" jawab Nita tersenyum.
"Lo naik angkot terus sekarang?" tanya Galih ke Gio.
"Iya kan biar bisa deket Alenka terus" jawab Gio tersenyum.
Mereka kemudian bergegas ke sekolah sebelum terlambat.Begitu sampai di kelas Kiara mulai heboh.
"Mangkanya kemarin gue ajak main nggak mau lo,ternyata lo ke pantai kan sama Gio?" tanya Kiara mendorong badan Alenka pelan.
"Wah kemarin kita cariin ke basecamp,ke rumah lo nggak ada ternyata kalian main sendiri nggak ngajak kita kita?" ucap Bayu sewot.
"Parah kalian nggak ajak ajak!" ucap Purnama manyun.
"Sorry deh,kemarin itu gue ama keluarga gue! kapan kapan deh kita agendakan main bareng,kemana gitu!" jawab Alenka memeluk Kiara dan Purnama.
"Bohong lo! ama keluarga kok di story lo foto lo ada Gio juga?" tanya Kiara manyun.
"Gue kan sama Alenka juga mau berkeluarga!" jawab Gio sembarangan.
"Hah?? serius?" tanya Rama membulatkan matanya.
Alenka menyanggahnya dan berucap kalau Gio cuma bercanda.Karena,mereka kan masih sekolah juga.Gio hanya cengar cengir melihat ekspresi teman temannya.
****
Turnamen sepak bola antar sekolah sudah di mulai.Tapi sekolah Gio hanya mampu menembus 8 besar,sebelum akhirnya harus terhenti karena kalah dengan sekolah lain.
"Kalah nggak apa apa Gi,kalian ama teman teman sudah lakukan yang terbaik kok" ucap Riska mendekati Gio dan teman temanya,memberi minuman ke mereka.
"Makasih!" ucap Gio menerima minuman itu.
"Tuh Al,mereka mulai ganjen lagi!" ucap Purnama kesal.
"Biarin aja,yuk kesana!" ajak Alenka.
Alenka dan ketiga temannya menghampiri Gio dan yang lain.Alenka juga membawakan minum untuk mereka.
__ADS_1
"Hai!" ucap Gio ketika Alenka dan teman temannya mendekat.
"Lo bawa apa Al?" tanya Rama.
"Bawa minum gue,tapi kayaknya kalian udah pada minum" jawab Alenka mengangkat kantong plastik berisi minuman.
"Makasih ya yank!kita juga masih haus kok" ucap Gio merebut kantong plastik yang Alenka bawa kemudian membagikan ke teman temannya.
Erka berdiri dan mendekati Kiara yang masih manyun,kemudian mengajaknya duduk bareng.Begitupun Gio menarik tangan Alenka supaya duduk di sampingnya.
"Pur,duduk sini!" panggil Bayu menepuk rumput di sampingnya,mengisyaratkan Purnama supaya duduk di sebelahnya.Tapi Purnama malah duduk bareng Alenka san Nita,karena di sebelab Bayu ada Sashi.
"Kalau pengin duduk sana aja! daripada lo lirik mulu!" ucap Gio menyindir Purnama.
"Nggak ah ngapain!" sewot Purnama.
Riska yang duduk di sebelah Gio cuma jadi obat nyamuk,karena dicuekin sama Gio yang lebih asyik bercanda sama Alenka,Purnama,dan Nita.
"Lo nggak kecewa gue gagal membanggakan sekolah kita?" tanya Gio.
"Ngapain harus kecewa?Lo udah lakukan yang terbaik dan bagi gue lo tetap membanggakan!" jawab Alenka yang membuat Gio tersenyum senang.
"Makasih sayank" ucap Gio semakin mempererat genggaman tangannya.
"Kenapa waktu kita pacaran lo nggak pernah selembut itu ke gue?" gumam Siska dalam hati.
"Kenapa lo lebih milih dia sih Gi?" gumam Riska dalam hati kemudian berdiri dan pergi.
"Gio kelihatan sayang banget ya sama Alenka?" tanya Purnama melihat Gio begitu lembut ke Alenka.
"Iya" jawab Nita tersenyum.
Karena sudah cukup istirahatnya dan udah sore juga mereka akhirnya pulang ke rumah masing masing.Purnama mengantar Nita pulang.Karena Alenka bareng sama Gio.
"Langsung pulang aja Gi udah sore!" pinta Alenka ketika Gio mengajaknya untuk makan dulu.
"Tapi kan lo belum makan" jawab Gio.
"Ntar gue makan mie aja" ucap Alenka.
"Al,makan mie terus nggak baik tahu nggak?" omel Gio.
__ADS_1
Akhirnya Alenka menurut diajakin Gio mampir makan dulu.Gio juga memesan 2 bungkus lagi buat dibawa pulang.
"Buat makan malam nanti sama Bang Refan!" ucap Gio memberi bungkusan itu.
"Nggak usah Gio ntar gue beli di dekat rumah aja!" jawab Alenka karena nggak enak hati sama Gio yang selalu seperti itu.
"Kalau lo nggak mau,gue buang!" ucap Gio.
Alenka terpaksa menerima tapi dia bilang lain kali nggak usah kayak gini lagi.Gio menyuruh Alenka supaya jangan sungkan sama dia.Karena dia beneran cinta sama Alenka dia nggak mau Alenka sampai sakit karena telat makan atau makan mie terus.
"Sebenarnya Ayah juga ngasih uang yang cukup ke gue,tapi gue nya aja yang kadang males keluar rumah buat beli makan" ucap Alenka.
"Makanya kalau bukan gue yang perhatian sama lo,terus siapa?" tanya Gio pelan.
Alenka tersenyum kemudian meraih tangan Gio dan mengenggamnya, "makasih ya yank?" ucap Alenka pelan.
Gio tersenyum dan mengangguk sembari memegang pipi Alenka dengan tangan yang lain.
"Kalau lo nggak mau gue beliin terus,mulai sekarang tiap pulang sekolah lo gue ajak ke rumah gue buat makan!" ucap Gio dan lagi lagi Alenka menolak.
"Nggak usah Gi,gue masak sendiri aja di rumah" jawab Alenka.
"Emang bisa masak?" tanya Gio.
"Sedikit sedikit bisa sih" jawab Alenka tersenyum.
"Kalau gitu besok lo masak buat makan malam kita!" suruh Gio.
"Makan malam kita?" tanya Alenka.
"Iya,gue besok makan malam di rumah lo!" jawab Gio.
Alenka mengangguk menyetujui permintaan Gio untuk buatin dia makan malam.Gio juga penasaran dengan masakan Alenka.
Sesampainya di rumah Alenka,Gio pamit pulang dia nggak mampir,katanya capek mau istirahat.Tapi mungkin nanti malam dia bakal main lagi.
"Lo istirahat aja,lo pasti kan capek! besok kan masih bisa ketemu lagi!" ucap Alenka.
"Tapi gue kalau nggak lihat lo sejam aja rasanya kayak setahun!" gombal Gio.
"Lebay lo!" ucap Alenka mendorong kepala Gio pelan kemudian tersenyum.
__ADS_1
Gio tersenyum kemudian pamit pulang,sebelum menjalankan motornya Gio menarik kepala Alenka pelan dan mencium kening Alenka dengan lembut.
"Jangan pernah tinggalin gue ya?gue sayang banget sama lo" ucap Gio menatap Alenka.Alenka hanya tersenyum dan mengangguk.