
Keesokan harinya Alenka dan teman teman ceweknya bersiap siap buat pergi ke Pantai.
"Bang Refan jadi bawa pacarnya?" tanya Kiara.
"Nggak jadi ikut katanya" jawab Alenka.
Setelah menunggu agak lama akhirnya Gio dan teman temannya tiba di rumah Alenka.Mereka naik motor ke Pantai nya dan berpasang pasangan kecuali Boy yang tidak ada boncengannya.
"Indah banget" gumam Nita begitu mereka sampai.
"Ah,lebay lo Cel!" ucap Rama mendorong kepala Nita kemudian berlari.
"Kampret lo!" seru Nita mengejar Rama.
Kiara dan Erka pun tak mau kalah,mereka berdua kejar kejaran bahkan sesekali Kiara melompat ke punggung Erka.
"Lo nggak pengen kayak mereka?" tanya Gio menyenggol Alenka.
"Nggak!" jawab Alenka singkat tapi kemudian tersenyum.
Gio menarik tangan Alenka mendekati air dan diikuti oleh Boy,Bayu dan Purnama.Para muda mudi itu terlihat begitu bahagia.Mereka saling menciprat air dan saling kejar.
"Lo lihat laut itu? luas kan?" ucap Gio.Alenka hanya mengangguk.
"Tapi lebih luas cinta gue ke lo!" ucap Gio menoleh ke Alenka.
"Gombal!" jawab Alenka sembari menahan senyum.
Gio manarik tangan Alenka dan menempelkannya ke dada Gio.Alenka menjadi merah wajahnya dan menarik tangannya tapi Gio dengan kuat menggenggamnya.
"Gunakan hati lo buat ngerasain!" ucap Gio menatap Alenka.
"Gue cinta sama lo" ucap Alenka yang membuat Gio tersenyum senang.
Setelah puas main mereka pulang dan sebelum pulang mereka mampir makan dan ditraktir oleh Alenka karena hari ulang tahun Alenka.
"Tiap hari aja lo ulang tahun Al,biar gue bisa makan gratis terus!" ucap Kiara tertawa.
"Emang Erka nggak pernah traktir lo?" tanya Alenka.
"Pernah sih,tapi bisa di hitung dengan jari!" jawab Kiara manyun.
"Ya ampun kalau gitu lo ngapain pacarin dia?" tanya Boy.
"Gue kan cinta sama dia itu tulus,bukan karena mau ditraktir doang" jawab Kiara.
"Tapi kan seenggaknya suruh tuh Erka modal dikit!" sahut Rama.
__ADS_1
"Lo juga sama nggak modal!" sewot Erka.
"Mangkanya gue nggak mau cari cewek,karena gue nggak punya modal buat beliin cewek ini itu" jawab Rama sambil memasukan makanan ke dalam mulut nya.
"Nggak semua cewek itu mau dibeliin ini itu Ram,karena bagi wanita ketulusan dan kesetiaan itu nomor satu" ucap Alenka.
"Gio beliin lo apa apa juga" ucap Rama.
"Itu gue sendiri yang mau kasih,Alenka nggak pernah minta apapun ke gue!" sahut Gio.
"Tuh yank jadi cowok kayak Gio!" ucap Kiara.
"Nggak usah dibanding bandingin kali Ki,setiap orang punya caranya sendiri buat ngebahagiain pasangannya" ucap Alenka.
"Tuh dengerin yank!" sahut Erka,Kiara hanya cengar cengir.
****
Beberapa hari belakangan Gio selalu melamun karena teringat ucapan Alex di Mall waktu itu.Bahkan Alenka pun merasakan hal yang aneh pada sikap Gio.
"Gio kenapa sih Boy? kok sekarang jadi agak pendiam gitu?" tanya Alenka.
"Nggak tahu juga ya Al,beberapa hari ini tiap nongkrong pun dia cuma diam sambil merokok terus" jawab Boy.
"Gio merokok lagi?" tanya Alenka.
Boy mengangguk membuat Alenka bener bener bingung karena waktu itu Gio sudah berhenti merokok.
Waktu itu ketika Gio mengajak Alenka ke basecamp.Alenka yang nggak suka melihat Gio merokok memberanikan diri buat ngomong ke Gio.
"Gi,lo merokok udah lama?" tanya Alenka.
"Udah dari SD" jawab Gio.
"Lo nggak takut ngerusak kesehatan lo?" tanya Alenka lagi.
"Lo nggak suka gue merokok?" tanya Gio dan Alenka pun mengangguk.
"Gue nggak mau ngelarang lo,gue cuma mau lo mikirin kesehatan lo dan orang orang di sekitar lo,karena perokok pasif itu juga akan terkena dampak dari asap rokok itu!" jawab Alenka.
Gio kemudian mematikan rokoknya dan memberi sisa rokok itu ke Andra teman satu gengnya juga.
"Gue bakal jaga kesehatan gue,karena kalau gue sampai sakit,siapa yang bakal lindungin lo?" ucap Gio meraih tangan Alenka.Sejak saat itu Gio udah nggak mau merokok lagi.
*FlashOn*
"Lo kenapa sih Gi? apa lo ada masalah?" gumam Alenka sendirian.
__ADS_1
Gio memgajak Alenka ke basecamp setelah pulang dari sekolah.Di basecamp pun Gio emang nggak seperti biasanya persis apa yang Boy ceritakan tadi.
"Gi,lo kenapa sih? beberapa hari ini kok kayak aneh?" tanya Alenka.
"Aneh? nggak kok gue biasa biasa aja" jawab Gio sembari tersenyum tapi kemudian murung lagi.
"Gi,lo masih anggep gue cewek lo nggak?" tanya Alenka tiba tiba membuat Gio menoleh dengan cepat.
"Kok lo nanya nya gitu sih?" tanya Gio meraih tangan Alenka tapi dengan cepat Alenka menghindar dengan tatapan marah ke Gio.
"Hei,kenapa sih?" tanya Gio mendekat.
"Lo yang kenapa? beberapa hari ini lo jadi pendiem,bahkan kata Boy lo selalu kelihatan gelisah,kalau lo punya masalah cerita ke gue! itupun kalau lo masih anggep gue cewek lo!" ucap Alenka marah.
"Gue nggak punya masalah apa apa sayank,beneran!" jawab Gio menyentuh pipi Alenka tapi ditepis oleh Alenka.Kemudian Alenka mengambil tas dan pergi.
"Lho kok marah sih? lo mau kemana?" tanya Gio menahan tangan Alenka.
"Pulang!" jawab Alenka meninggalkan Gio.
Gio mengambil jaket dan tasnya kemudian mengejar Alenka dan mengantar Alenka pulang.Di jalan,Alenka cuma diam aja bahkan saat Gio bertanya dia nggak menjawab.
"Oke gue ngomong tapi jangan marah lagi!" ucap Gio ketika sampai di rumah Alenka.
Gio menceritakan apa yang membuatnya gelisah beberapa hari ini.Gio ngomong kalau Yura mau balik,dia tahunya dari Alex dan juga Anggi yang adalah sahabat Yura pun membenarkan.
"Jadi lo takut jatuh cinta lagi sama Yura?" tanya Alenka.
"Nggak gitu yank,gue cuma takut-"
"Takut lo belum bisa move on?" potong Alenka tersenyum sinis.
"Kok ngomongnya gitu?" tanya Gio pelan.
"Mending lo pulang,lo pikiran lagi apa hubungan kita ini masih bisa diterusin atau nggak!" ucap Alenka.
"Yank,kok gitu sih? gue cinta sama lo!" ucap Gio kaget.
"Kalau lo cinta sama gue,lo nggak bakal gelisah seperti sekarang hanya karena Yura mau pulang,sebaiknya lo pulang pikirin dengan baik baik apa lo beneran cinta sama gue!" ucap Alenka kemudian berdiri.
"Yank,lo harus percaya kalau gue beneran cinta sama lo! hanya lo yang ada di dalam hati gue!" ucap Gio menahan tangan Alenka.
"Gue capek mau istirahat!" ucap Alenka melepas tangan Gio.
"Lo harus percaya sama gue!" ucap Gio memohon.
"Percaya sama lo? lo aja nggak yakin dengan perasaan lo sendiri!" ucap Alenka masuk ke rumah.
__ADS_1
Gio menahan pintu tapi Alenka lebih dulu menutup pintu dan menguncinya.Gio mengetuk ngetuk pintu rumah Alenka tapi Alenka tak mau membuka pintu,dia nangis di balik pintu tanpa suara.
"Kalau lo emang cinta sama gue,lo nggak bakal segelisah ini Gi!" gumam Alenka di sela tangisnya.