
Setelah bel istirahat berbunyi Bu Eni memanggil Alenka ke ruangannya.Bu Eni menunjuk Alenka untuk mengikuti lomba ceedas cermat tingkat provinsi.
"Tapi apa saya bisa Bu?" tanya Alenka.
"Ibu yakin kamu pasti bisa Al,kamu kan juara kelas!" jawab Bu Eni.
"Ya udah kalau Ibu yakin,Alenka akan berusaha supaya tak mengecewakan Ibu!" jawab Alenka.
"Iya,makasih ya Al?" ucap Bu Eni.
"Sama sama Bu,kalau gitu Alenka ke kanyin dulu ya Bu!" pamit Alenka.
Sesampainya di kantin Alenka diberondong pertanyaan oleh Kiara dan Nita.
"Ya ampun berisik banget sih kalian" ucap Alenka sembari duduk.
"Kita kan takut Al,kalau lo dihukum lagi!" jawab Kiara.
"Nggak kok,Bu Eni cuma minta gue ikut lomba cerdas cermat tingkat provinsi" jawab Alenka.
"Sahabat gue hebat bener dah!" ucap Kiara memeluk Alenka.
"Idih mojok mulu!" seru Rama yang baru tiba di kantin bareng Erka,menyindir Bayu dan Purnama.
"Biarain,iri aja sih lo!" sewot Purnama.
"Makanya cari pacar lo! tuh Gio aja udah punya yang baru" ucap Bayu.
"Wah lo Gi,udah dapat cewek lagi aja!" ucap Rama mendorong pelan tubuh Gio.
"Belum pacaran kok gue cuma mencoba movw on aja" jawab Gio melirik Alenka.
Rama paham niat Gio kalaj Gio cuma mau buat Alenka cemburu.Tapi Alenka malah bersikap biasa aja seolah dia tak peduli dengan Gio yang kembali deketin cewek cewek lagi.
"Kalau gitu gue sama Alenka aja!" ucap Rama mendekat ke Alenka.
"Ngapain lo kesini?" tanya Nita.
"Ngapa sih Cel? gue mau PDKT sama Alenka lah!" jawab Rama tersenyum.
"Beneran lo mau PDKT sama gue?" tanya Alenka tersenyum dan menatap Rama.
Alenka menanggapi bercanda ucapan Rama,tapi Gio yang tahu Rama suka sama Alenka berpikir kalau Rama serius,sedangkan Rama cuma mau bikin Gio cemburu.
"Gue nggak setuju Alenka sama Rama!" seru Kiara.
"Kenapa? gue kan ganteng" jawab Rama.
__ADS_1
"Ganteng apaan? gue lebih setuju Alenka sama Alex!" jawab Kiara.
"Iya betul,masih gantengan Alex lah kemana mana" sahut Nita.
"Alex kayak gitu aja lo bilang gabteng!" sewot Rama.
"Gantenglah,apalagi waktu masih kecil" jawab Kiara tersenyum.
"Emang lo tahu waktu kecil nya Alex yank? lo kan batu kenal dia?" tanya Erka.
"Tahu dari foto yang dia kasih buat Alenka pas Alenka ulang tahun kemarin" jawab Kiara cekikikan.
Gio yang sedang ngonrol dengan cewek cewek langsung menoleh mendengar ucapan Kiara.Sementara hape Alenka berbunyi dan Alenka menerima telepon itu.
"Siapa Al?" tanya Nita setelah Alenka menutup telepon.
"Alex mau jemput gue!" jawab Alenka.
"Tuh kan lo ama Alex aja Al! dia kayaknya suka banget sama lo" ucap Kiara.Alenka hanya tersenyum dan meminum minumannya.
Raut muka Gio berubah masam,dia mengepalkan tangannya dengan kuat.Bahkan dia tiba tiba marah kepada cewek cewek itu yang bersikap manja ke dia.
"Gi lo kenapa? kok jadi kasar?" tanya Lala.
"Gue nggak suka cewek manja,lebay kayak kalian!" ucap Gio marah dan kemudian beranjak.
"Emang lo aja yang bisa begitu?" batin Alenka tersenyum.
Setelah Bel masuk berbunyi Alenka dan teman temannya kembali ke kelas dengan bercanda.Sampai di kelas mereka melihat Gio yang udah murung.Sampai bel pulang pun berbunyi.Gio berdiri dan mendekati bangku Alenka.
"Al,lo pulang bareng gue!" ucap Gio menarik tangan Alenka.
"Gio lo apa apaan sih? gue udah ada janji!" ucap Alenka kaget
"Lo nggak boleh pulang bareng Alex!" ucap Gio marah.
"Ingat status lo Gi! lo ama gue udah nggak ada hubungan apa apa lagi,jadi jangan larang karang gue!" ucap Alenka melepas tangan Gio.
Gio menatap marah ke Alenka kemudian dia pergi,sampai parkiran Lala yang berangkat bareng Gio mendekati Gio mau pulang bareng,tapi tanpa perasaan,Gio malah meninggalkan Lala dan menyuruhnya pulang sendiri.
"Gi,lo jangan keterlaluan!" teriak Lala tapi Gio tetao melajukan motornya dengan cepat.
Alenka menatap Gio yang terlihat sangat marah.Di susul Nita dan yang lainnya.
"Gio kenapa Boy?" tanya Erka.
"Nggak tahu kayaknya cemburu sama Alenka" jawab Boy tersenyum.
__ADS_1
"Nit,lo pulang naik apa?" tanya Alenka.
"Naik angkot gue,kenapa?" tanya Nita.
"Gue bareng lo ya?" tanya Alenka.
"Bukannya lo mau dijemput Alex ya?" tanya Nita bingung.
"Nggak,gue tadi bohong,cuma mau bikin Gio kesel aja!emangnya dia doang yang bisa pamer gebetan baru!" jawab Alenka tersenyum
"Jadi telepon tadi?" tanya Nita.
"Bang Refan,bilang kalau ntar pulang agak malam" jawab Alenka tersenyum lebar.
"Wah pinter lo Al!" sahut Kiara dan Purnama yang senang dengan tindakan Alenka.
"Sekali kali emang harus digituin,biar tahu rasa!" ucap Purnama tertawa.
"Buaya kok di kadalin!" ucap Rama ikut tertawa.
"Pinter lo!" sahut Biy.
"Tapi kan Gio sahabat kalian tapi kok kalian malah seneng sih Gio marah marah gitu?" tanya Alenka.
"Karena kita lebih suka Gio deket ama lo Al" jawab Bayu.
"Iya,karena selama deket ama lo kemarin Gio banyak berubah,menjadi lebih baik,tapi sekarang Gio udah berubah menjadi semakin buruk!" jawab Boy sedih.
Alenkatak menjawab karena biar bagaimana pun dia dan Gio sudah putus.Kemudian mereka pulang ke rumah masing masing.Alenka diantar Boy dan Nita diantar Rama.
"Makasih ya Boy?" ucap Alenka keyika sampai di rumahnya.
"Iya,Al gue main bentar ya?" tanya Boy.
"Silahkan,tumben emang ada apa?" tamya Alenka.
Boy kemudian duduk dan menceritakan kecurigaannya terhadap sikap Gio akhir akhir ini.
"Kasihan Gio Al,kalau benar kecurigaan gue! Gio nggak punya tempat buat cerita masalahnya,Orang Tua nya kan sibuk,dia di rumah sendiri cuma sama ART nya,mungkin dia bingung mau cerita kepada siapa!" ucap Boy sedih.
Alenka seketika merasa kasihan sama Gio.Apa yang diucap Boy ada benarnya,Selama ini Gio harus kuat menyimpan semua masalahnya sendiri,mungkin dia kesepian.Meskipun dia punya banyak teman tapi dia sangat kekurangan kasih sayang orang tua.
"Lo kan deket sama Gio lama kan Boy? lo ke rumahnya nanya ke Gio punya masalah apa,mungkin saat ini dia lagi butuh banget teman buat ngobrol Boy!" ucap Alenka memberi saran.
"Lo bener Al,gue harus ke rumahnya mungkin benar dia lagi butuh teman saat ini!" ucap Boy.
Boy kemudian berpamitan dan berterimakasih kepada Alenka atas sarannya.Boy meminta Alenka supaya jangan membenci Gio karena sikapnya akhir akhir ini.
__ADS_1
"Karena gue yakin,Gio masih sangat mencintai lo Al!" ucap Boy sebelum menjalankan motornya.