
"Liburan tinggal tiga hari lagi" gumam Alenka.
Alenka kemudian keluar kamar dan masih melihat Refan hanya malas malasan nonton tivi.Refan belum kerja karena belum dapat panggilan.
"Bang,apa lo nggak kepikiran buat buka usaha?daripada cuma nunggu panggilan tapi nggak di pnggil panggil?" tanya Alenka.
"Iya juga dek,tapi kalau usaha kan harus punya modal banyak dek!" jawab Refan.
"Minta ke Ayah aja! pasti Ayah kasih deh!" jawab Alenka.
"Abang punya sedikit tabungan sih tapi kayaknya masih kurang deh! terus mau usaha apa ya dek?" tanya Refan.
Alenka memutar otak untuk berpikir sejenak kemudian dia dapat ide.Alenka kemudian memberi ide Refan buat buka usaha warung kopi yang ada tempat buat nongkrong.Refan pun sangat setuju dengan ise Adiknya.
"Besok gue coba ngomong sama Ayah dulu!" ucap Refan.
"Iya deh,moga aja Ayah setuju!" jawab Alenka.
Refan kemudian mengajak Alenka buat ke rumah Refi sekalian buat diskusi dan minta saran atas rencananya mau buka usaha.
"Gue mandi dulu!" jawab Alenka.
"Jadi dari tadi lo belum mandi?" tanya Refan.
"Belum" jawab Alenka singkat.
"Jorok lo!" ucap Refan mendorong Alenka.
Setelah Alenka selesai mandi kemudian mereka berdua bergegas ke rumah Refi.Di sana,ketiga saudara itu membahas rencana buat buka usaha.
"Aku ada tabungan dikit sih kalau mau lo pakai dulu nggak apa apa!" ucap Refi.
"Iya,yang paling penting sekarang cari tempat sama di rinci dulu apa aja yang dibutuhkan!" ucap Refan.
Dengan bantuan Refi dan Alenka akhirnya mereka sudah bisa menentukan modal yang dibutuhkan tapi belum termasuk tempat.Alenka mengusulkan supaya memilih tempat yang strategis dekat dengan sekolahan dan perkantoran.
"Ide bagus itu dek!" ucap Refi setuju dengan ide Alenka.
"Besok anterin Abang cari cari tempat yang pas ya dek?" ucap Refan.
Tak lama kemudian Raymon ke ruang tamu dengan kehebohanya mencari Gio.Raymon berpikir kalau ada Tantenya pasti ada Gio.
"Om Gio nya masih di rumah belum bangun!" jawab Alenka memangku Raymon.
"Ke rumah Om Gio yuk Tante!" ajak Raymon.
"Om Gio kan belum bangun sayang!" jawab Alenka.
"Nanti biar dibangunin Nenek!" ucap Raymon.
__ADS_1
"Nenek siapa Al?" tanya Refi.
"Camernya tuh!" ucap Alenka menunjuk Refan.
Tapi Raymon masih ribut ngajakin ke rumah Gio.Kemudian Refan mengantar mereka,karena Refan sekalian mau jemput Ana.
"Ada Amon,pasti cari Om Gio?" tebak Mbak Ijah ketika membuka pintu.
"Iya Nek,Om Gio nya ada?" tanya Raymon.
"Ada yuk masuk!" ajak Mbak Ijah.
"Ana nya ada Bu?" tanya Refan.
"Ada Mas,sebentar ya saya panggilin!" jawab Mbak Ijah sembari mempersilahkan mereka masuk.
Mbak Ijah kemudian memanggil Ana,setelah Ana keluar kemudian Refan pamit Alenka nanti biar di anterin Gio.
"Om Gio nya mana Nek?" tanya Raymon.
"Yuk ikut Nenek bangunin Om Gio nya!" ajak Mbak Ijah.Raymon pun dengan senang hati mengikuti Mbak Ijah naik ke kamar Gio.
Mbak Ijah membuka pintu kamar Gio dan mendapati Gio masih tertidur.Mbak Ijah menyuruh Raymon buat bangunin Gio.
"Om,ayo bangun udah siang!" ucap Raymon mengguncang guncangkan tubuh Gio.
"Eh?" Gio membuka matanya dan kaget ada Raymon di sampingnya.
"Amon kesini sama siapa?" tanya Gio membuka matanya tapi masih belum bangun.
"Sama Om Refan sama Tante Alenka" jawab Raymon.
Gio yang denger nama Alenka disebut langsung bangun dan mencari cari ke kanan dan ke kiri tapi Alenka nggak kelihatan.Mbak Ijah tersenyum melihat tingkah Gio.
"Non Alenka nya ada dibawah Mas" ucap Mbak Ijah.
"Oh,ya Mbak" jawab Gio.Mbak Ijah kemudian pamit turun mau buatin minuman buat Alenka.
"Amon kok kesini? kangen ya sama Om Gio?" tanya Gio memeluk Raymon.
"Iya Om!" jawab Raymon.
Gio kemudian turun bersama Raymon.Gio tersenyum senang melihat Alenka ada di ruang tamu rumahnya.
"Pagi pagi udah kesini kangen ya?" tanya Gio sembari tersenyum.
"Nggak,orang Amon yang kangen sama lo" jawab Alenka mengelak.
"Amon apa Tantenya Amon?" goda Gio.
__ADS_1
Alenka kemudian menyuruh Gio buat mandi kemudian Alenka mengajak Gio buat cari tempat buat buka usaha Kafe nya Refan.
"Emang Bang Refan mau buka usaha?" tanya Gio.
"Iya," jawab Alenka.
"Gue tahu tempat yang cocok buat usaha dan buat nongkrong!temoatnya strategis dan dekat dengan perkantoran juga!" ucap Gio.
"Dimana?" tanya Alenka.
Gio kemudian mengajak Alenka buat meninjau lokasi yang Gio kasih tahu itu.Alenka merasa cocok dengan lokasinya tapi nggak tahu dengan Refan,makanya Alenka mau diskusiin dulu sama Refan.
"Tenang aja Mbak nggak usah terburu buru,nanti kalau cocok kabari Gio aja Mbak!" ucap Pemilik tempat itu.
Tapi yang sebenarnya itu adalah tempat usaha Kakaknya Gio dulu.Setelah kejadian yang menimpa Kakaknya Gio waktu itu tempat usaha itu jadi tidak terurus dan laki laki itu yang merawatnya.
Gio sudah menyuruh laki laki itu yang ternyata teman Kakaknya Gio buat mengakui kalau tempat itu adalah miliknya.Karena,Gio tahu Alenka dan Refan nggak akan mau menerima dengan cuma cuma bantuan Gio.
"Iya Mas nanti saya kabari lagi!" ucap Alenka.
"Masalah harga nanti bisa dibicarakan lagi Mbak!" ucap Laki laki itu sembari melirik Gio.
Alenka kemudian pulang dan berdiskusi dengan Refan kemudian mereka kembali ke tempat itu untuk melihat lagi.Refan merasa cocok dengan tempatnya karena di depan lokasi itu banyak deretan perkantoran dan tidak jauh pula dari sekolahan.
"Saya sih suka Mas sama tempatnya tapi saya bilang sama Ayah saya dulu,karena terus terang modal saya kurang!" ucap Refan terus terang.
"Iya Mas,kalau gitu saya keep aja tempat ini biar nggak ada orang yang nanyain lagi!" jawab Lelaki itu.
Kemudian mereka pulang.Di rumah Alenka,Gio menawarkan membantu modal buat Refan tapi Refan menolak.
"Nggak usah Gi,ntar gue minta sama Ayah aja!" ucap Refan.
"Sebetulnya itu tempat milik Kakak gue Bang! kalau Abang suka dan cocok,Abang boleh kok tempatin!" ucap Gio jujur membuat Refan dan Alenka membulatkan matanya.
"Terus laki laki yang tadi?" tanya Alenka.
"Teman Kakak gue yang selama ini merawat tempat itu,karena setelah kejadian itu usaha Kakak gue jadi macet dan tempat itu sudah nggak di pakai lgi,sebetulnya banyak sih yang mau nyewa tapi gue nggak ngizinin!" jawab Gio.
"Terus kenapa lo izinin buat Bang Refan?" cecar Alenka.
"Karena Bang Refan kan calon Kakak Ipar gue" jawab Gio tersenyum.
"Tapi maaf Gi! gue nggak mau repotin siapa pun!" ucap Refan.
"Gini aja Bang,lo tempatin dulu ntar bayarnya gampang kalau usaha lo udah berdiri lo bisa bayar sewa nya ke gue!" ucap Gio.
Refan berpikir sejenak kemudian mengiyakan usulan Gio.Karena itu dianggap hutang jadi Refan nggak terlalu sungkan juga sama Gio.
Gio adalah anak seorang konglomerat di kotanya.Orang Tua nya punya banyak bisnis dimana mana.Itu yang menyebabkan Gio banyak uang tapi kurang perhatian.Karena sebagai seorang pebisnis Orang Tua nya sibuk dengan pekerjaannya bahkan terkadang sebulan sama sekali nggak ketemu sama Orang Tuanya.
__ADS_1
"Lo anak orang kaya tapi lo rendah hati banget,bahkan lo mau bergaul sama orang kayak gue gini,seharusnya dengan status lo bisa dapatin wanita yang lebih dari gue" ucap Alenka.
"Masalah hati tidak seorangpun tahu atau bisa kendaliin,dari sekian wanita yang gue kenal cuma lo yang bisa bikin gue nyaman,dan cuma lo yang selalu ngingetin tentang akhirat ke gue!" jawab Gio menggenggam tangan Alenka.