CINTA BADBOY

CINTA BADBOY
episode 33


__ADS_3

Sewaktu istirahat Alenka,Kiara dan Purnama sudah berada di kantin.Tak lama kemudian Gio dan teman temannya datang dan duduk semeja dengan Alenka cs.


"Boncel kok nggak ada?" tanya Rama.


"Nita nggak masuk dia ada acara keluarga!" jawab Kiara.


"Oh!" jawab Rama.


"Gi,lo kan udah jadian kan sama Alenka? traktir kita dong!" ucap Bayu.


"Makan aja ntar biar gue yang bayar!" jawab Gio.Membuat mereka kegirangan.


"Tapi kita kan belum jadian Gi? kok lo mau nraktir mereka?" tanya Alenka.


"Nggak apa Al,sekali kali bikin temen senang kan dapat pahala!" jawab Gio tersenyum.


-Di sisi lain,Riska dan teman temannya menatap tak suka melihat Alenka dan Gio semakin hari semakin dekat.


"Ris,gue punya ide!" ucap Sashi.


"Ide apa?" tanya Riska.


"Kalau kita nggak bisa buat Alenka dan Gio menjauh,kita buat aja teman teman mereka saling menjauh,Gio dan Alenka pasti bingung milih antara perasaan dan persahabatan!" jawab Sashi.


"Terus gimana caranya?" tanya Riska lagi.


Sashi menjelaskan rencananya.Mereka berencana membut Kiara dan Purnama salah paham ke Erka dan Bayu.Dengan begitu mereka berharap Gio dan Alenka akan menjauh karena akan merasa bingung harus memilih cinta atau persahabtan.


"Pinter juga lo?" ucap Riska tersenyum senang masih memandang Gio yang masih bercanda sama Alenka dan teman temannya.


"Lo nggak akan pernah bisa dimiliki cewek lain Gi!" ucap Riska tersenyum.


Sebelum bel pulang sekolah berbunyi.Pak Bambang Guru olahraga mereka memanggil Gio,Bayu dan Boy ke ruangannya.


Mereka masuk ke ruangan Pak Bambang dan disana sudah ada Rama dan Erka juga beberapa murid dari kelas lain.


"Sebentar lagi sekolah kita akan mengikuti turnamen sepak bola antar sekolah,yang diadakan setiap tahunnya,saya meminta kalian kesini karena,saya memperhatikan kalian ini punya kemampuan yang bagua dalam sepak bola,jadi mulai besok setiap pulang sekolah 3 kali dalam seminggu kalian latian dulu untuk mempersiapkan diri buat turnamen itu!" jelas Pak Bambang yang disetujui oleh mereka.

__ADS_1


Gio dan teman temannya emang sewaktu SMP pernah ikut sekolah sepak bola barengan.Setelah akhirnya mereka bosen dan sudah nggak pernah latian lagi.


"Lo jalan bro?" tanya Boy ketika melihat Gio jalan kaki bersama Alenka dan Angga.


"Naik angkot nanti!" jawab Gio.


"Nggak mau nebeng gue aja?" tanya Boy menawarkan diri,dan Gio menolak.


"Gi,lo tadi di panggil ke ruangan pak Bambang kenapa?" tanya Angga.


"Di suruh ikut turnamen sepak bola bulan depan!" jawab Gio.


"Wuih,emang lo bisa main bola?" tanya Angga.


"Gue sama temen temen gue dulu waktu SMP pernah ikutan sekolah sepak bola!" jawab Gio.


"Terus sekarang kok nggak lagi?" tanya Alenka.


"Karena sekarang kita udah mulai bosan,sekarang lebih fokus ke main" jawab Gio tertawa.


"Tapi gue mau punya pacar pemain bola!" ucap Alenka.


"Karena coba kalian pikir bola aja dilindungi,nggak dibiarin direbut musuh,pasti kalau punya cewek juga bakal dijagain sampai sbegitunya dong?" ucap Alenka tertawa.


"Gue bukan pemain bola,tapi gue juga bakal jagain lo dan hati lo!" sahut Gio.


"Ehem" Angga tersenyum sembari berdehem.


Bertiga sampai di halte dan kemudian naik ke angkot setelah angkot sampai.Dan kembali bertemu dengan siswi dari SMA BHAKTI yang tadi pagi bareng.


"Ketemu lagi kan,kayaknya kita jodoh deh!" ucap salah seorang dari siswi itu.Gio cuma terdiam tak bersuara.


"Al,kenalin dong ke kita!" ucap nya lagi.


"Ajak kenalan aja sendiri kan orangnya juga ada disini!" jawab Alenka tersenyum.


"Nama kamu siapa?" tanya seiramg yang lain.Gio tak menjawab hanya tersenyum dingin.

__ADS_1


"Cowok kalau ganteng pasti dingin ya!" ucap yang lain.


"Untung aja ganteng jadi nggak bikin emosi kalau sikapnya dingin gini" ucap yang lain setelah kemudian mereka turun dari angkot.


"Gi,bukannya lo harusnya turun di depan komplek sana tadi ya? kok lo nggak turun?" tanya Alenka.


"Gue mau ke rumah lo dulu" jawab Gio.


"Tapi gue mau ke rumah Kak Refi nganterin pesanan baju buat Raymon!" jawab Alenka.


Gio meminta izin buat ikut dan Alenka mengiyakan karena Raymon pasti senang kalau melihat Gio.Kemudian setelah sampai di rumah Alenka,Gio langsung pulang naik ojek buat ambil motor dan siap siap.


"Bang,gue mau ke rumah Kak Refi! nganterin pesanan bajunya Raymon!" pamit Alenka ke Abangnya yang masih belum berangkat kerja karena masih sakit.


"Iya,lo berangkat sendiri atau sama siapa?" tanya Refan.


"Dianter Gio!" jawab Alenka.


"Dek,lo ama Gio pacaran ya?" tanya Refan.


"Nggak! kata siapa?" tanya Alenka.


"Gio sendiri yang bilang ke Abang!" jawab Refan dan Alenka tersenyum malu.


"Idih senyum senyum?" ucap Refan.


"Berisik lo Bang!" ucap Alenka sewot kemudian tersenyum kembali.


"Dek,Abang nggak larang lo buat pacaran! tapi Abang cuma berpesan kalau pacaran harus tahu batas batasannya,jangan sampai kebablasan kayak Refi,nikah muda karena hamil dulua!kasihan Ayah sama Ibu,sudah cukup mereka malu waktu itu!" ucap Refan memberi wejangan buat adiknya.


"Idih,gue bilangin Kak Refi ya?" ucap Alenka tersenyum.


"Bilangin aja orang itu kenyataannya!" jawab Refan.


Alenka tersenyum kemudian memeluk Abangnya, "Iya Bang,Alenka paham kok apa yang Abang khawatirin,Abang tenang aja Alenka pasti bisa jagi diri kok" jawab Alenka.Refan tersenyum dan mengelus rambut adik bungsunya itu.


"Abang juga lihat kalau Gio kayaknya orangnya baik!" ucap Refan yang membuat Alenka tersenyum.

__ADS_1


Gio bukan hanya mendapatkan hatinya Alenka,tapi juga mendapatkan simpati dari orangtua dan keluarganya Alenka.


__ADS_2