
Gio datang ke rumah Alenka tapi Alenka nya nggak ada.Alenka sedang di Kafe nya Refan buat bantu bantu disana.
"Ya udah Yah,Gio nyusul Alenka dulu" pamit Gio.
"Iya,Ayah sama Ibu juga mau kesana,tapi nanti" jawab Ayah Alenka.
Gio kemudian menuju Kafe nya Refan.Sesampainya disana Gio tersenyum senang,karena Kafe Refan banyak pengunjungnya.
"Sini biar gue aja!" ucap Gio merebut nampan Alenka,ketika Alenka mau mengantar pesanan.
"Kok lo bisa disini?" tanya Alenka ketika Gio kembali.
"Tadi gue dari rumah kata Ayah lo disini,makanya gue kesini!" jawab Gio tersenyum.
"Masih mau nganter lagi nggak? kalau iya,nih anter di meja sana!" ucap Alenka menyurh Gio buat nganterin pesenan.
Gio tersenyum kemudian menerima nampan dari Alenka tapi Gio cari kesempatan dia memegang tangan Alenka membuat Alenka kaget dan membulatkan matanya.
"Dikit aja nggak boleh!" ucap Gio sembari tersenyum kemudian mengantar pesanan.
Kebetulan di Kafe ada segerombolan cewek yang pada nongkrong disitu juga.Mereka berbisik bisik membicarakan Gio.Ternyata salah satu cewek itu teman Gio waktu SMP.
"Gio kan?" tanya cewek itu.
"Lo siapa ya?" tanya Gio.
"Gue Karin,temen lo waktu SMP!" jawab Karin.
"Oh" jawab Gio singkat.
"Gimana kabar lo? makin ganteng aja lo!" ucap Karin.
"Baik" jawab Gio singkat.
"Lo kerja disini? bukannya lo anak orang kaya ya?" tanya Karin lagi.
"Iya" jawab Gio mengangguk.
Karin kemudian bilang kalau temannya ada yang mau kenalan sama Gio.Teman Karin memperkenalkan diri dan Gio pun juga memperkenalkan diri tapi dengan dingin.
"Boleh minta nomernya nggak?" tanya teman Karin.
"Sorry gue masih banyak kerjaan!" jawab Gio menyeringai karena Alenka juga sudah manyun.
"Eh Gi udah lama?" tanya Refan.
__ADS_1
"Baru aja kok Bang!" jawab Gio.
"Masih ada lagi nggak yang mau dianter?" tanya Gio mendekati Alenka.
"Nggak! biar gue anter sendiri!" jawab Alenka sewot.
Gio bingung kenapa Alenka marah ke dia tapi kemudian dia paham,Alenka pasti cemburu karena Gio tadi ama cewek cewek.Gio tersenyum senang.
"Cie cemburu!" goda Gio ketika Alenka kembali ke counter.
"Cemburu? siapa yang cemburu?" tanya Alenka.
"Ngaku aja! lo masih cinta kan sama gue? karena gue masih cinta sama lo!" ucap Gio menatap Alenka membuat Alenka salah tingkah.
"PD mu negeri !" ucap Alenka yang membuat Gio tertawa.
Gio masih aja godain Alenka membuat Alenka mengomel.Tapi kemudian Karin melambaikan tangan memanggil Alenka.Alenka pun mendekat karena di pikir merek mau bayar atau mau nambah pesanan.
"Iya Mbak,maj nambah apa?" tanya Alenka.
"Lo kenal sama Gio?" tanya teman Karin.Alenka pun menoleh ke Gio dan mengangguk.
Teman Karin memberi uang seratus ribu buat Alenka tapi sebagai gantinya dia minta nomer Gio.Alenka tersenyum kemudian menolak permintaan Karin dan teman temannya.
"Pelayan aja sok lo!" ucap teman Karin marah.
"Kalau Mbak mau minta nomernya Gio silahkan minta sendiri!" ucap Alenka tersenyum menahan amarah karena nggak mau bikin ribut di Kafe Abangnya.
Teman Karin yang lain menjulurkan kakinya ketika Alenka mau kembali ke counter.Alenka tersandung dan hampir jatuh,untung Gio tahu dan langsung menangkap Alenka.
"Lo nggak apa apa yank?" tanya Gio membuat Karin dan teman temannya membulatkan mata mereka.Karena ternyata Alenka adalah pacarnya Gio.
"Maaf tadi gue nggak sengaja!" ucap teman Karin yang menjegal Alenka.
"Apa kalian pikir gue buta? gue jelas lihat lo dengan sengaja menjulurkan kaki lo!" ucap Gio marah.
Alenka yang nggak mau terjadi keributan kemudian menarik tangan Gio kembali ke counter.Tapi sebelum pergi Gio memperingati mereka supaya jangan ganggu Alenka lagi.
"Lo nggak apa apa Dek?" tanya Refan yang melihat dari counter.
"Nggak kok Bang!" jawab Alenka.
Karin kemudian kembali melambaikan tangan memanggil meminta bill tapi Gio yang datang memberikan bill nya.Karin membayar dan meminta maaf karena nggak tahu kalau Alenka adalah pacar Gio.
"Pacar gue atau bukan harusnya kalian nggak boleh bersikap kayak tadi,jangan mentang mentang kalian anak orang kaya jadi bisa bertingkah!" omel Gio.
__ADS_1
"Iya,maafin gue ya Gi!" ucap teman Karin yang naksir Gio.
"Hmm" jawab Gio dingin.Karena Gio emang nggak suka sama cewek lebay.
"Eh iya Gi,boleh minta nomer lo? ntar kapan kapan ada reuni SMP kan biar mudah hubungin nya!" ucap Karin.
"Kalau mau reuni hubungi Boy atau Erka aja ntar buar mereka kasih tahu gue!" jawab Gio kemudian meninggalkan mereka.
"Masih sama kayak dulu,dingin banget!" gumam Karin.
"Tapi gue justru suka,makin penasaran aja gue!" ucap teman Karin tersenyum kemudian mereka meninggalkan Kafe.
Alenka mengembalikan kalung serta cincin yang pernah Gio kasih ke dia.Tapi Gio menolak,Gio nggak mau menerimanya.
"Lo kasih ini ke orang yang pantas menerimanya!" ucap Alenka.
"Lo orang nya!" jawab Gio cepat.
Tapi Alenka memaksa Gio buat terima dan menyimpannya saja.Gio pun mulai marah.
"Lo beneran nggak mau pakai?" tanya Gio.Alenka pun mengangguk.
Gio yang marah pun langsung mengambilnya dan membuangnya ke tempat sampah.Alenka kaget Gio membuang kalung dan cincin berlian itu.
"Kok lo buang sih?itu kan mahal!" tanya Alenka.
"Mau semahal apapun nggak akan ada artinya kalau gue harus kehilangan cinta lo!" jawab Gio.
Alenka pun mendekati tempat sampah bermaksud buat mencarinya tapi tangan Alenka ditarik sama Gio.
"Kalau lo nggak mau makainya,mending nggak usah dicari!" ucap Gio menarik tangan Alenka.
"Tapi Gio-"
"Lo mau nggak menyimpannya?" tanya Gio menatap Alenka.
"Kita kan udah nggak bersama gue nggak mau apapun dari lo,apalagi cincin itu kan mahal banget!" jawab Alenka.
"Kalau gitu kita balikan aja! gue masih sangat mencintai lo!" mohon Gio.
"Gue nggak bisa Gi!" jawab Alenka.
"Kenapa? apa lo udah punya yang lain? apa lo udah nggak cinta sama gue?" tanya Gio.
Alenka nggak menjawab tapi dia bilang kalau mereka bisa jadi sahabat.Gio nggak mau,dia marah kemudian pergi meninggalkan Kafe Corner.Begitu Gio pergi Alenka mencari kalung dan cincin berlian yang dibuang Gio tadi.Ketika Alenka menemukannya Alenka mencucinya dan kemudian kembali menyimpannya.
__ADS_1
"Cinta ini masih buat lo Gi,tapi gue pengen lo menyadari seberapa berharganya gue dalam hidup lo sehingga lo nggak akan dengan mudah ngomong putus saat lo sedang marah atau cemburu!" gumam Alenka.