
Riska bermaksud ngadu ke Gio atas perlakuan Alenka ke dia dan temannya tapi Gio bukannya simpati malah memarahi Riska.Karena,Gio paham Alenka nggak akan pernah mulai duluan.Kemudian Gio kembali ke kantin dan tersenyum melihat Alenka dan sahabat sahabatnya berpelukan.
"Udah ah,kita pesan makan aja! keburu masuk!" ucap Alenka melepas pelukannya.
"Lo mau makan apa Al? biar gue pesenin!" tanya Nita.
"Gue minum aja,gue masih kenyang" jawab Alenka.
"Emang udah sarapan lo tadi pagi?" tanya Kiara.
"Udah,ini kan hari Sabtu ibu gue di rumah dong" jawab Alenka.
"Gue pesen kayak biasanya aja!" ucap Purnama.Kemudian Kiara dan Nita memesan makanan dan minuman.
"Al," ucap Gio duduk di sebelah Alenka.
"Gi,mending lo duduk disana deh,kita nggak mau cewek lo salah paham lagi ke Alenka!" ucap Purnama menyuruh Gio pergi.
"Riska bukan cewek gue,gue nggak punya cewek!" ucap Gio menjelaskan.
"Udah ah sana!" ucap Alenka mendorong Gio.
"Senyum dulu dong baru gue kesana!" ucap Gio menggoda Alenka.Alenka tersenyum dengan terpaksa.
"Gitu dong,kalau gitu kan cantik!" bisik Gio yang membuat Alenka tersenyum senang tapi kemudian ditahannya.
Gio kemudian duduk bareng teman temannya.Gio tersenyum menatap Alenka yang juga meliriknya.
"Tumben kalian nggak mojok?" tanya Rama ke Bayu dan Erka.
"Nggak,katanya Kiara nggak mau diganggu dulu,dia mau menikmati kebersamaannya bersama sahabat sahabatnya" jawab Erka.
"Emang tadi kenapa sih Gi?" tanya Bayu.
"Biasalah Riska bikin masalah ke Alenka" jawab Gio masih memandang Alenka yang sedang bercanda sama sahabat sahabatnya.
"Tapi gue salut bener sama si Alenka,dia berani nggak kebanyakan lebay juga!" ucap Boy.
"Kenapa lebay nya lo melirik ke gue? maksud lo Kiara lebay gitu?" sewot Erka yang membuat temannya tertawa.
__ADS_1
"Iya sih makanya gue suka sama dia!" ucap Gio menatap Alenka.
Bayu menyenggol teman temannya supaya mereka melihat ke arah Gio yang senyum senyum sendiri melihat Alenka.
"Kemarin gue lihat film bagus banget!" ucap Rama tiba tiba.
"Film bagus? judulnya apa?" tanya Erka.
"Judulnya Taubatnya Seorang Playboy!" jawab Rama yang disambut tawa oleh teman temannya.Gio yang sadar sedang disindir Rama melempar Rama sama tisu bekas.
"Sejak kapan lo suka nonton film?" sewot Gio.
"Sejak kemarin gue lihat sahabat gue galau mulu!" jawab Rama tertawa yang langsung dilempar Gio pakai sendok.
****
Pulang sekolah Alenka dan teman teman ceweknya berbonceng boncengan mereka mau ke rumah Kiara.Sementara Gio dan teman temannya nongkrong dibasecamp mereka.
"Mami lo kemana?" tanya Alenka.
"Belum pulang kayaknya!" jawab Kiara.
Mereka kemudian ke kamar Kiara.
Alenka kemudian bercerita tentang Yura ke teman temannya.
"Gue takut Gio cuma mau mainin gue kayak cewek ceweknya yang lain!" ucap Alenka.
"Tapi kata Bayu,Gio beneran suka sama lo Al!" ucap Purnama.
"Lo udah nanya ke Gio tentang siapa itu Yura?" tanya Kiara.Alenka menggeleng,dia malu mau menanyakan tentang Yura ke Gio.
"Kalau gitu tanya ke Erka aja,dia pasti dong? secara mereka sahabat dari SMP kan?" ucap Nita.
"Pinter lo Nit!" ucap Alenka mengacungkan jempol ke Nita.
"Buruan lo telepon cowok lo,tanyain tentang Yura ke dia!" suruh Purnama.
Kiara menelepon Erka dan bertanya tentang Yura tapi Erka malah meminta maaf nggak berani ngomong apapun tentang Yura,takut Gio marah.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu kita mulai hari ini putus!" ucap Kiara mematikan telepon.Di seberang sana Erka kaget Kiara memutuskannya.Erka menjalankan motornya ke rumah Kiara karena nggak mau putus sama Kiara.
"Kok lo jadi mutusin Erka sih Ki?" tanya Alenka heran.
"Tenang aja gue cuma menggertak dia doang biar dia mau ngomong tentang Yura" jawab Kiara tersenyum.
"Nanti kalau Erka beneran mau lo putusin gimana?" tanya Nita.
"Nggak bakalan dia mau putus sama gue,dia kan udah kecintaan ama gue!" ucap Kiara bangga.
"Iya,karena cuma lo doang yang mau ama Erka!" ucap Alenka yang membuat Purnama dan Nita tertawa.Sementara Kiara mengomel ngomel.
Tok tok
"Yank,bukain pintunya dong! gue nggak mau putus ama lo!" teriak Erka di depan pintu rumah Kiara.
"Eh,itu kayak suara Erka!" ucap Alenka.Kemudian Kiar mengintip dari jendela kamarnya dan benar saja Erka sudah di depan pintu.
Kiara berlari membukakan pintu sembari pura pura marah sama Erka.Erka yang ketakutan membujuk Kiara supaya tidak memutuskannya.Kiara masuk ke rumah diikuti oleh Erka.
"Beneran sayank gue nggak bisa ngomong soal Yura,gue takut Gio marah!" ucap Erka memelas.
"Emang kenapa sih Ka? kok Gio marah kalau ada yang ngomong masalah Yura?" tanya Alenka tiba tiba keluar dari kamar Kiara.
"Elo Al," ucap Erka kaget Alenka keluar dari kamar Kiara bersama Purnama dan Nita.
"Iya kenapa sih? Yura itu siapa? apa bener kalau Gio masih cinta sama dia?"tanya Purnama.
"Iya sih Ka ngomong aja! kasihan Alenka kalau ternyata Gio cuma mainin dia kayak cewek cewek yang lain!" ucap Nita menyahut.
Erka yang semakin tertekan diberondong pertanyaan tentang Yura dan Gio ditambah lagi Kiara ngambek ke dia,hanya bisa menghela nafas.
"Kalau perasaan Gio ke Alenka gue jamin Gio nggak main main,dia beneran suka sama lo Al,tapi kalau masalah Yura,kalau lo kepengen tahu lo tanya sendiri aja ke Gio! gue yakin dia bakal jawab kok kalau yang nanya sendiri ke dia!" jawab Erka.
"Lo yakin Gio nggak mau mainin Alenka?" tanya Kiara.
"Yakin seribu persen sayang!" ucap Erka kemudian Kiara mencubit pipi Erka dengan gemas.
"Kita nggak jadi putus kan yank?" tanya Erka senang.Kiara menggelengkan kepalanya membuat Erka kegirangan kemudian memeluk Kiara.
__ADS_1
"Belum muhrim woi!" seru Alenka melempar bantal sofa ke Erka.
"Cuman dikit doang Al!" ucap Erka sembari cengar cengir.Kemudian tersenyum senang memandang Kiara.