
"Yura gimana Gi?" tanya Alenka yang baru tiba di Rumah Sakit.
"Masih ditanganin Dokter Al," jawab Gio.
"Kok bisa kayak gini sih?" tanya Alenka.
"Dia nggak mau makan setelah kita dari rumahnya tempo hari" jawab Gio.
Alenka menghela nafas,dia nggak menyangka kalau Yura lakuin ini semua demi Gio.Alenka menjadi semakin bersalah.
"Gi,apa seharusnya kita udahan aja,lo kembali sama Yura!" ucap Alenka pelan.
"Ngomong apa sih lo? gue nggak bakal korbanin hubungan kita demi apapun!" ucap Gio.
"Tapi lo lihat Gio! yang berbaring di dalam sana itu,orang yang cinta sama lo bahkan dia rela lakuin ini demi mendapat perhatian lo! apa gue tega bersenang senang di atas derita wanita lain?" ucap Alenka yang sudah mulai putus asa.
Alenka terpaksa ngomong itu karena dia merasa bersalah sama Yura tapi dia juga mencintai Gio.
"Lo cinta sama gue?" tanya Gio.
"Kok nanya gitu? lo harusnya udah tahu seberapa cinta gue ke lo!" jawab Alenka.
"Kalau cinta sama gue,lo nggak akan pernah rela korbanin hubungan kita karena lo tahu gue nggak bisa hidup tanpa lo!" ucap Gio.
"Bukan gitu maksud gue Gi,gue cuma merasa bersalah aja dengan apa yang terjadi sama Yura sekarang ini!" jawab Alenka.
"Al,gue mau sendiri!" ucap Gio yang membuat Alenka kaget.
"Lo ngusir gue?" tanya Alenka tak percaya.Tapi Gio tak menjawab hanya diam.
"Nggak Gi,gue mau disini temenin lo!" ucap Alenka memeluk Gio.
Gio yang sebenarnya marah dengan perkataan Alenka tadi kemudian menjadi lunak kembali dan membalas pelukan Alenka.
"Jangan pernah nyuruh gue buat korbanin hubungan kita,karena gue nggak akan pernah mau! jangan pernah nyuruh gue buat lupain lo karena gue nggak akan mampu! kalau lo pergi dari gue,lo akan lihat gue terbaring seperti Yura di dalam itu!" ucap Gio.
__ADS_1
"Maafin gue! gue cuma takut kalau cinta kita banyak membuat orang lain menderita!" jawab Alenka mengangguk dalam pelukan Gio.
Mereka sama sama nggak tahu kenapa harus ada kejadiaan seperti ini.Bahkan Alenka nggak paham kenapa banyak cewek yang sampai tergila gila dengan Gio.
"Anda yang namanya Alenka?" tanya Dokter ketika keluar dari memerikasa Yura.
"Iya,saya Dok!" jawab Alenka.
"Pasien sudah sadar dan ingin bertemu dengan anda!" ucap Dokter itu.
"Iya Dok makasih!" ucap Alenka.
Sebenarnya Alenka nggak ngerti kenapa Yura ingin bertemu dengan dia karena Alenka tahu Yura sangat membencinya.
"Gue ke dalam dulu ya Gi?" pamit Alenka.Gio mengangguk dan berpesan supaya Alenka jangan terlalu baik sama Yura,karena pasti Yura bakal minta yang aneh aneh sama Alenka.
"Hai,Ra! gimana keadaan lo?" tanya Alenka sembari duduk di kursi samping ranjang Yura.
"Al,gue langsung aja ya!" ucap Yura dan Alenka pun mengangguk.
"Karena lo mau cari perhatiaan Gio kan?" tanya Alenka balik.
"Ya,karena gue yakin Gio masih sangat mencintai gue!" ucap Yura.
"Ra,harusnya lo terima kenyataan kalau kalian udah putus dan biarin Gio bahagia dengan pilihannya!" ucap Alenka.
"Gio cuma milik gue dan hanya boleh jadi milik gue! lo tahu alasan kenapa gue balik ke Indonesia? itu karena kesalahan Gio!" ucap Yura.
"Kesalahan Gio?" tanya Alenka.
"Ya,karena dia udah bikin gue kecanduan sex,karena dia gue nggak bisa nahan napsu gue,jadi sewaktu di luar negeri gue berhubungan dengan orang lain disana karena gue udah terbiasa lakuin itu sama Gio,sewaktu kita pacaran dulu! gue hamil dan akhirnya gue aborsi sampai akhirnya gue mabuk mabukan dan Papa gue tahu terus gue di kirim balik ke Indonesia!" ucap Yura mencoba memprovokasi Alenka.
"Lo cinta sama Gio?" tanya Alenka.
"Ya iyalah,kalau gue nggak cinta sama dia,gue nggk bakal lakuinini semua supaya bisa balik sama dia!" jawab Yura nyolot.
__ADS_1
"Tapi gue kira lo nggak pernah cinta sama Gio!" ucap Alenka tersenyum sinis.
"Maksud lo?" tanya Yura marah.
"Kalau lo cinta sama Gio,lo dulu nggak pernah selingkuhin dia dan memutuskan hubungan kalian secara sepihak,kalau lo cinta sama Gio,lo pasti rela melihat Gio bahagia karena cinta nggak harus memiliki-"
"Bullshit! semua orang mencintai pasti ingin memiliki!dan apa yang gue mau pasti bakal gue dapatin!" ucap Yura dengan amarah.
"Itu bukan cinta tapi ambisi! lo nggak cinta sama Gio,lo hanya merasa ingin mendapatkan Gio karena lo nggak mau dianggap orang yang gagal! lo terlalu sombong Ra! lo harus ingat di atas langit masih ada langit!" ucap Alenka.
"Lo lihat saja gue pasti dapatin Gio lagi!" geram Yura.
"Dapatin Gio buat apa? buat muasin ambisi lo? muasin ego lo yang harus dapatin semua yang lo mau? itu yang lo anggap sebagai cinta?" tanya Alenka.Yura tak menjawab pertanyaan Alenka,dia mengepalkan tangannya karena marah.
"Satu hal lagi,kalau lo cinta sama Gio! lo nggak akan pernah fitnah Gio!" ucap Alenka.
"Maksud lo gue fitnah apa ke Gio?" tanya Yura semakin marah.
"Lo bilang lo kecanduan sex karena Gio kan? lo pernah mikir nggak apa yang lo omongin itu membuat Gio jelek di mata orang! untung gue yang denger kalau orang lain,mungkin udah mikir kalau Gio itu laki laki yang nggak bener!" ucap Alenka.
"Emang Gio laki laki yang nggak bener!" ucap Yura tanpa sadar karena terlalu emosi.
"Kalau Gio laki laki nggak bener kenapa lo kejar kejar dia mulu? padahal seorang laki laki brekseng sekalipun dia akan memilih seorang istri yang baik,masa iya lo mau sama laki laki nggak bener?" tanya Alenka.Yura sudah nggak bisa menjawab,dia nggak nyangka kalau Alenka nggak mudah buat diprovokasi.
Alenka percaya Gio bukan laki laki seperti itu.Kalau Gio laki laki brengsek seperti apa yang Yura bilang,Gio pasti akan lakuin hal yang sama kayak dia lakuin ke Yura.Karena selama pacaran Gio tak pernah melakukan hal yang melewati batas.Hanya sekedar ciuman itu pun nggak sering.
"Mending lo lupain Gio! karena dia nggak akan pernah balik sama lo! dan kalau lo cinta beneran sama dia,lo biarin dia bahagia dengan pilihannya!" ucap Alenka kemudian berdiri dan meninggalkan Yura dengan amarahnya.
Gio yang sedari tadi cemas dan penasaran apa yang Yura dan Alenka obrolkan merasa lega ketika melihat Alenka keluar dari kamar rawat Yura dengan tersenyum kepadanya dan memeluknya.
"Kenapa?" tanya Gio ketika Alenka memeluknya.
"Nggak apa apa,gue sayang aja sama lo!" jawab Alenka masih memeluk Gio.
Gio pun tersenyum dan membalas pelukan Alenka kemudian mengelus lengan Alenka dan mencium puncak kepala Alenka.
__ADS_1
"Gue juga sayang sama lo,calon makmun gue!" ucap Gio sembari tersenyum.