
Hari Minggu siang Gio datang ke rumah Alenka.Gio mau ngajak Raymon jalan jalan sekalian mengantarnya pulang.
"Al,maen ke basecamp yuk!" ajak Gio dan Ale ka pun mengiyakan.Mereka kemudian ke basecamp.
"Cieee udah baikan nih?" tanya Boy.
"Udah dong!" jawab Gio tersenyum.
Tak lama mereka mengobrol Yura datang dan marah marah ke Gio.
"Lo keterlaluan ya Gi!" ucap Yura mendorong Gio.
"Keterlaluan gimana?" tanya Gio santai.
"Dari kemarin gue telepon nggak lo angkat,gue cari lo di rumah juga nggak ada,ternyata lo pergi sama nih cewek murahan!" seru Yura.
Plakkk
"Jaga ucapan lo! jangan pernah hina cewek gue!" ucap Gio marah dan menampar Yura.
"Gi,lo berani nampar gue hanya demi cewek ini?" tanya Yura marah dan memegangi pipinya.Gio tak menjawab malah melengos.
Yura seakan tak percaya,Gio yang dulu begitu mencintainya bisa memukulnya demi wanita lain.
"Lo udah benar benar berubah Gi!" ucap Yura.
"Benar,gue emang berubah setelah lo khianati gue!" jawab Gio.
"Gio gue tahu lo masih cinta kan sama gue? lo belum bisa kan lupain sakit hati lo ke gue?" tanya Yura memeluk Gio tapi dengan kasar Gio langsung mendorong Yura sampai terjatuh.
Alenka dan yang lain kaget melihat Gio mendorong Yura dan Yura pun menangis.Alenka mencoba membantu Yura untuk berdiri.
"Lo nggak apa apa kan Ra?" tanya Alenka.
"Lepasin! gue nggak butuh bantuan lo!" ucap Yura menepis tangan Alenka.
Gio yang tak suka kalau Alenka dikasari langsung menarik tangan Alenka menjauh.Dan menyuruh Alenka untuk tak usah berbaik hati sama Yura.
__ADS_1
"Tapi Gi,lo jangan gitu dong ama dia,biar gimana pun dia pernah ada di dalam hati lo!" ucap Alenka.
"Tapi dia punya buat misahin kita yank,gue nggak mau dia merusak hubungan kita" jawab Gio memegang kedua pipi Alenka.
"Gue jadi takut,kalau kita putus apa lo juga akan memperlakukan hal yang sama kayak lo memperlakukan Yura?" tanya Alenka pelan.
"Hei,lihat gue! kita nggak akan putus,kita akan selalu sama sama,oke?!" ucap Gio menatap Alenka.Alenka pun kemudian memeluk Gio dan mengangguk.
Yura yang melihat adegan itu menjadi marah.Yura menarik Alenka dengan paksa.
"Lo mau apa?" tanya Gio menahan tangan Alenka yang satunya.
"Gue mau ngomong berdua sama Alenka!" jawab Yura menarik tangan Alenka.Jadilah Gio dan Yura saling menarik tangan Alenka.
"LEPASIN!" bentak Alenka melepas kedua tangannya.
"Lo nggak apa apa yank?" tanya Gio cemas.Alenka pun hanya menggelengkan kepala.
Alenka menyuruh Yura buat ngomong langsung aja biar sama sama enak.Yura pun menghela nafas.
"Lo udah lama pacaran sama Gio? lo yakin Gio nggak sembunyiin apapun dari lo?" tanya Yura.
"Lo harus tahu kalau Gio emang cinta sama lo,harusnya dia cerita ke lo! dulu waktu kita pacaran aja Gio selalu jujur apapun ke gue!" ucap Yura tersenyum meledek.
"Jadi apa yang mau lo omongin ke gue?" tanya Alenka.
"Lo tahu nggak kalau Gio-"
"Punya Kakak yang sekarang di rawat di Rumah Sakit?" potong Alenka yang membuat Yura terbelalak nggak menyangka kalau ternyata Alenka tahu soal Kakaknya Gio.
"Oke,mungkin soal Kakaknya,Gio udah bilang ke lo,tapi gue yakin dia pasti belum bilang kalau gue ama Gio pernah tidur bareng!" bisik Yura sembati tersenyum.
Alenka terkejut mendengar ucapan Yura,tapi bukan karena ucapan Yura tapi karena Yura yang bisa bisanya memfitnah Gio.Alenka emang nggak tahu persis kejadiannya tapi dia percaya sama omongan Gio.
"Lo tahu dong,orang yang saling mencintai tidur bareng dalam satu kamar,pasti ngelakuin... lo tahu sendiri pasti" ucap Yura tersenyum.
"Lo jangan fitnah ya! kita nggak ngelakuin apa apa waktu itu!" sahut Gio marah.
__ADS_1
"Masa lo lupa sih Gi? lo dulu yang bilang kalau cuma hanya gue yang mau lo nikahi?dan masa lo lupa sama desahan kita malam itu?" tanya Yura tersenyum.
"Dasar orang gila lo!" ucap Gio kembali mendorong Yura.
"Lo percaya kan sama gue Al?" tanya Gio meraih tangan Alenka,takut kalau Alenka lebih percaya sama omongan Yura.
"Gue nggak nyangka!" jawab Alenka singkat.
Gio terlihat sedih dengan jawaban Alenka.Sedangkan Yura tersenyum senang karena merasa berhasil memprovokasi Alenka supaya benci sama Gio.
"Gue nggak nyangka kalau lo tega memfitnah Gio,gue kira lo cinta sama Gio,ternyata lo sama sekali nggak cinta sama Gio!" ucap Alenka melanjutkan perkataannya.
"Al," ucap Gio menatap Alenka dan tersenyum lega.
"Maksud lo apaan?" tanya Yura yang kaget ternyata Alenka nggak terpengaruh dengan ucapannya.
"Maksud gue? harusnya lo udah tahu dengan jelas!" jawab Alenka.
"Jangan munafik lo! lo sakit hati kan karena ternyata Gio nggak sebaik yang lo pikirkan?" tanya Yura masih nggak mau ngalah.
"Jujur gue kasihan sama lo! apa sudah nggak ada laki laki yang mau sama lo sampai lo sebegitunya sama Gio?" tanya Alenka tersenyum kecil.
"Gue yang hatusnya kasihan sama lo,selama ini lo udah di bohongin sama Gio,lo udah dapat bekas gue!" ucap Yura tersenyum sinis.
"Kalaupun apa yang lo ucapin itu benar terus kenapa? lo harusnya malu sama diri lo,lo seorang wanita yang kehilangan kesucian lo oleh cowok yang bukan suami lo,tapi lo dengan bangga ngungkapin itu semua ke gue! sementara lo lihat Gio! Gio selalu menyangkalnya,apa lo nggak malu? lo ingat tepuk tangan nggak ada bunyinya kalau cuma dengan satu tangan!" ucap Alenka yang membuat Yura geram.
Alenka kemudian meminta Gio buat nganterin dia pulang.Gio menurut dan meninggalkan Yura yang terpukul karena rencananya gagal.Dari kejauhan Rama sama Boy terlihat tersenyum karena Gio dan Alenka bisa mengatasi Yura.
"Itu yang gue salut dari Alenka,dia nggak naif dan dia mampu berpikir dengan logika bukan hanya emosi! beruntung banget Gio bisa dapatin Alenka!" ucap Boy ketika Gio dan Alenka meninggalkan basecamp.
"Itulah yang membuat gue sulit buat lupain dia!" gumam Rama.
"Hah? gimana Ram? lo ngomong apa?" tanya Boy.
"Heh? nggak kok gue nggak ngomong apa apa! gue setuju dengan ucapan lo!" jawab Rama bohong.
"Oh," jawab Boy tersenyum.
__ADS_1
"Untung Boy nggak denger!" ucap Rama dalam hati dan kemudian menghela nafas lega.
Sementara Yura yang marah meninggalkan basecamp,dia mengemudikan mobilnya dengan kencang.