
Yura masih belum mau ke sekolah bahkan dia nggak mau makan kalau nggak di suapin sama Gio.
"Ya udah suruh mati aja sekalian!" ucap Gio ketika Mbak Inah ke rumahnya.
"Gio!" gumam Alenka memcubit tangan Gio pelan.
"Habisnya aneh aneh aja,kayak bocah aja!" jawab Gio sewot.
"Nggak apa apa,ayo kesana!" ajak Alenka sekalian membujuk Gio.
"Lo ikut?" tanya Gio.Alenka pun mengangguk dan Gio akhirnya mau buat ke rumah Yura.
Ketika mereka tiba di rumah Yura.Yura marah karena Alenka juga ke rumahnya.Yura mengusir Alenka tapi Gio malah memarahi Yura.
"Kalau Alenka pergi gue juga pergi!" ucap Gio.Akhirnya Yyra pun mengalah.
"Kenapa sih Gi lo ngajak dia kesini?" tanya Yura.
"Kalau bukan dia yang ngajak kesini,lo pikir gue mau kesini?" tanya Gio ketus.
"Lo benar benar udah berubah Gi! lo nggak peduli lagi sama gue!" ucap Yura sedih.
"Nggak usah lebay! lo harusnya tahu bakal jadi kayak gini waktu lo selingkuhin gue!" ucap Gio.
Yura kemudian kembali meminta maaf karena kesalahannya dulu.Tapi Gio sudah nggak peduli karena cintanya buat Yura juga sudah hilang.
"Lo belum makan kan Ra? makan duku ya?!" ucap Alenka.
"Gue mau disuapin sama Gio!" jawab Yura.Gio melotot marah ke arah Yura tapi Alenka membujuknya buat nurutin Yura.
"Lo keluar! baru gue mau makan!" ucap Yura yang membuat Gio marah karena sudah keterlaluan.
"Gio! nggak apa apa kok,gue tunggu di luar aja!" jawab Alenka tersenyum.
Alenka kemudian berjalan keluar kamar Yura dan Gio pun mulai menyuapin Yura dengan males.Setelah selesai makan,Yura kemudian bangun dan memeluk Gio.
"Makasih ya Gi!" kata Yura.
"Lepasin!" ucap Gio melepas pelukan Yura.
"Lo udah beneran nggak mau sama gue?" tanya Yura marah.
"Ya" jawab Gio singkat.
Yura kemudian marah dan melempar piring dan gelas yang ada di dekatnya.Alenka yang dengar keributan itu kemudian masuk ke kamar Yura lagi.Yura yang melihat Alenka masuk kemudian mendekati Alenka dan menjambaknya.
"Dasar lo cewek jalang! lo udah rebut calon suami gue!" ucap Yura.
"Yura,lo apa apan sih? lepasin nggak!" bentak Gio memegangi tangan Yura.
Alenka kemudian menyikut muka Yura membuat Tura kesakitan dan melepaskan tangannya di rambut Alenka.
__ADS_1
"Lo nggak apa apa yank?" tanya Gio sembari merapikan rambut Alenka.
"Nggak!" jawab Alenka tersenyum.
Gio kemudian menatik tangan Alenka keluar dari kamar Yura tapi sebelum keluar Gio ngomong kalau nggak akan pernah nemuin Yura lagi dannggk peduli apa yang Yura mau perbuat.
"Gio,gue cinta sama lo!" teriak Yura ketika Gio menarik tangan Alenka tanpa memperdulikan Yura yang ngamuk.
Sampai di depan motor Gio memeluk Alenka dan meminta maaf,sebelum mereka naik ke motor.
"Kok minta maaf?" tanya Alenka.
" Yura sakitin lo karena gue!" jawab Gio sedih.
"Gue juga nggak mau lo dimiliki orang lain,jadi gue bakal pertahanin lo meskipun gue harus tersakiti!" ucap Alenka tersenyum.
Gio kemudian mengajak Alenka danau.Mereka saling berpelukan dan saling bercerita.Karena bersama Alenka,Gio lebih banyak ngomong,dia sering mencurahkan perasaannya ke Alenka,perasaan yang selama ini dia pendam sendiri.Tapi semenjak ada Alenka,Gio jadi ada tempat buat curhat.
Karena,Alenka yang juga selalu berpikir rasional,dewasa dan nggak naif.Membuat Gio merasa nyaman saat di dekat Alenka dan sangat tenang setelah mencurahkan isi hatinya.
"Lo tahu nggak? waktu gue ama Yura,gue nggak pernah bisa ngungkapin isi hti gue dengan gamblang seperti saat sama lo kayak gini!" ucap Gio.
"Iya kah?" tanya Alenka.
"Iya,karena mungkin pemikiran lo yang lebih dewasa dari Yura,makanya gue jauh lebih nyaman saat curhat ke lo daripada sama Yura" jawab Gio.
"Meskipun kelak mungkin kita nggak bisa terus bersama,kita bisa kok jadi teman dan lo boleh curhat ke gue!" ucap Alenka.
"Kita nggak akan pernah pisah! lo harus ingat itu! kita nggak akan pernah berpisah!" ucap Gio.
"Al,cinta gue ke lo bukan main main! lulus sekolah gue bakal nikahin lo!" ucap Gio.
Tapi Alenka ngomong kalau dia masih mau kuliah dan berkarier dulu sebelum menikah.Tapi Gio meyakinkan kalau mereka menikah muda,Gio nggak akan larang Alenka buat kuliah dan mengejar kariernya.
"Lo yakin mau nikah sama gue? lo nggak akan nyesel ntar?" tanya Alenka.
"Sangat sangat yakin banget!" jawab Gio.
"Sekolah dulu yang bener!" ucap Alenka.
"Mirip sama Ayah! Ayah pas gue mau lamar lo,juga bilang gitu!" jawab Gio.
"Kan anaknya!" ucap Alenka tertawa.
Alenka kemudian bertanya emang bener Gio lamar Alenka langsung ke Ayahnya.Gio pin menjawab Iya,karena dia nggak mau keduluan sama Alex atau yang lain.
"Tapi kan emang udah keduluan sama Alex!" goda Alenka yang membuat Gio manyun.
Alenka tersenyum melihat Gio cemburu kemudian mengalungkan tangannya di leher Gio sembari menatap Gio yang masih manyun.
"Hati gue cuma satu,cinta gue juga cuma satu yaitu lo!" ucap Alenka membuat Gio tersenyum senang.
__ADS_1
"Baru tahu gue kalau mulut lo manis juga!" ucap Gio.
"Gue kan punya niat buat bikin lo diabetes!" jawab Alenka cepat yang membuat Gio semakin gemas sama Alenka dan menarik hidung Alenka.
****
"Guys ntar sore ke acara pembukaan Kafe Corner ya!" ajak Alenka.
"Kafe Corner? mana tuh?" tanya Rama.
"Di jalan MAWAR,Kafe Abang gue!" jawab Alenka.
"Wah gratis dong kalau gitu?" tanya Boy.
"Gratisan mulu lo!" sewot Gio.
"Bang Refan buka Kafe?" tanya Kiara.Alenka mengangguk.
"Bener bener calon imam gue,udah ganteng,pinter bisnis lagi!" ucap Kiara.
"Nggak mau gue punya Kakak Ipar kayak lo!" ucap Alenka mendorong kepala Kiara yang membuat Kiara mencak mencak.
"Iya lo Ki,udah punya Erka masih aja ganjen!" sewot Purnama.
"Hah,ngomong aja kalau lo takut kan saingan sama gue buat dapetin Bang Refan?" ucap Kiara.
"Al sekarang milih deh! lo mau gue atau Kiara yang jadi Kakak Ipar lo?" tanya Purnama.
"Nggak milih semua! Abang gue udah mau nikah sama Mbak Ana!" jawab Alenka.
Kiara dan Purnama memonyongkan bibirnya.Erka dan Bayu pun paham dengan sifat pacar pacar nya,mereka cuma menganggap itu sebagai candaan doang.
"Beneran Bang Refan udah mau nikah?" tanya Nita.
"Iya,tahun depan..Kenapa?" tanya Alenka.
"Yach,gue jadi nggak ada kesempatan dong buat jadi Kakak Ipar lo?" tanya Nita manyun.
"Ya ampun,apa sih yang kalian suka dari Abang gue?" tanya Alenka balik.
"Abang lo kan ganteng banget Al,cool pokoknya idaman banget deh!" jawab Nita berbinar.
"Rama juga ganteng tuh!" goda Alenka.Niat kemudian menoleh ke arah Rama yang sedang makan.
"Ram,katanya Nita mau ajak lo kencan ntar malam!" seru Alenka.
"Apaan sih lo Al?" ucap Nita mencubit pinggang Alenka.
"Ciee Nita!" sahut Kiara menggoda Nita.
"Emang mau kencan kemana Cel?" tanya Rama.
__ADS_1
"Nggak kemana mana! Alenka cuma bercanda!" jawab Nita malu kemudian berlari ke kelas karena diledekin teman temannya.
Tapi Rama hanya menganggap itu hanya sebuah candaan.Karena di dalam hatinya dia masih menyayangi Alenka.