
Pagi hari Alenka merasa males mau berangkat sekolah.
"Gue nggak boleh nunjukin ke Gio kalau gue kecewa,gue harus tetap tenang,jangan menjauhi dia dengan seperti ini,tapi harus dengan perlahan lahan,gue harus bersikap seolah gue baik baik saja!" ucap Alenka ketika selesai berganti pakaian.
Alenka berpamitan kepada kakak dan orang tua nya.Karena hari Sabtu jadi orang tua nya di rumah.Setelah berpamitan Alenka berangkat tapi begitu membuka pintu Alenka terkejut bukan main karena Gio udah ada di depan rumahnya.
"Gio lo kok bisa disini?" tanya Alenka ke Gio yang lagi mainan hape.Gio menoleh dan tersenyum.
"Gue jemput lo!" jawab Gio.Alenka menoleh ke dalam rumah terus menarik tangan Gio menjauh karena nggak mau ayah dan ibu nya kepo.
Meskipun orang tuanya tahu Alenka banyak teman cowok yang sering main tapi nggak ada yang pagi pagi menjemput dia.
"Kenapa sih Al?" tanya Gio bingung.
"Nggak apa! buruan ayo berangkat!" ajak Alenka.Gio hanya bisa nurut kemudian menjalankan motornya ke sekolah.
Di jalan,Alenka hanya diam saja membuat Gio merasa kesal,ditanya pun cuma jawab dengan singkat.Sampai akhirnya sampai di halte.
"Al,lo kenapa sih?" tanya Gio memegang tangan Alenka yang memberikan helm ke dia.
"Gue nggak kenapa napa!" jawab Alenka menarik tangannya.Setelah ditunggu beberapa saat Nita nggak muncul kemudian Alenka menelepon Nita.Ternyata Nita sudah di sekolah.
"Kenapa Al? Nita nggak masuk?" tanya Gio yang masih menunggu Alenka.
"Udah di sekolahan dia" jawab Alenka kesal.
"Yaudah kalau gitu kita buruan ke sekolah entar kita telat!" ajak Gio.
"Gue jalan aja!" ucap Alenka meninggalkan Gio dengan jalan kaki.Gio turun dari motor mengejar Alenka.
"Al,entar lo terlambat,nggak usah banyak alasan yuk!" ucap Gio menarik Alenka naik ke motornya.Alenka menurut karena dia juga nggak mau dihukum karena terlambat.
"Makasih Gi!" ucap Alenka ketika turun dari motor Gio dan memberikan helmnya.
"Iya,gue parkirin motor gue dulu!" jawab Gio menuju parkiran.
"Sialan lo!" sewot Alenka mendorong Nita pelan.
"Maaf!" ucap Nita cengar cengir.
__ADS_1
Tak lama kemudian Gio masuk ke kelas.Nita menjadi heboh sendiri kemudian bertanya apa Alenka bareng Gio.Dan Alenka menganggukan kepalanya.
"Udah nggak marah lo ama Gio?" tanya Nita.Alenka menjawab kalau dia nggak marah sama Gio.Dia biasa aja cuma mau menjauh dengan perlahan lahan.
"Kenapa harus menjauh sih Al?kalian kan sama sama suka?" tanya Nita
"Siapa bilang? dia cuma cinta sama mantan nya sewaktu SMP!" jawab Alenka.
"Lo percaya omongan cewek itu?" tanya Nita.Alenka mengangguk karena Gio juga pernah bilang kayak gitu.
"Lo bareng sama Alenka Gi?" tanya Boy.Dan dianggukin oleh Gio.
"Dia udah nggak marah lagi?" sahut Bayu.
"Nggak tahu juga sih,tapi dia nggak kayak biasanya,di jalan cuma diam aja,gue tanya dia jawabnya cuma singkat singkat" jawab Gio menoleh ke Alenka.
"Mungkin dia kepengen lo jelasin tentang Yura!" ucap Bayu.
"Mungkin juga itu Gi,lo harus jelasin ke dia kalau Yura hanyalah masa lalu lo!" ucap Boy.Dan Gio hanya mengangguk,dia akn menjelaskan nanti nunggu momen yang pas kata Gio.
Kiara masuk ke kelas dengan kehebohan.Dia baru dari kantin biasalah pacaran mulu.Dia ngomel ngomel karena belum puas ketemu sama Erka tapi sudah bel aja.
"Tiap hari ketemu masih nggak bosen bosen lo ya?" tanya Alenka.
"Kenapa nggak lo suruh pindah kelas sekalian aja sih Ki? kan jadi bisa ketemu setiap saat,kayak Purnama sama Bayu!" ucap Alenka.
Kiara menoleh ke Purnama yang lagi senyum senyum sambil lirik lirikan sama Bayu,membuat Kiara semakin heboh.
"Ini apa sih? kok berisik amat?" tanya Bu Eni ketika masuk ke kelas.
"Kiara nih bu,kesurupan setan cinta" jawab Alenka asal.
"Kesurupan kepala lo!" ucap Kiara melempar Alenka dengan kertas.
"Sudah! sudah! sekarang waktunya belajar bukan bercanda!" seru Bu Eni.
Kemudian mereka memperhatikan pelajaran dengan tenang dan fokus sampai akhirnya bel istirahat berbunyi membuat mereka berseru senang.
"Ntar pulang sekolah jadi main ke rumah gue nggak?" tanya Kiara.
__ADS_1
"Jadi dong!" jawab Nita.
"Oke,gue juga bawa motor sendiri kok,ntar kita bisa bonceng boncengan!" ucap Kiara.
"Tumben pinter?" ucap Alenka mencubit pipi Kiara membuat Kiara kembali ngomel ngomel karena sakit.
Mereka kemudian ke kantin.Sambil berjalan menuju kantin mereka berempat bercanda setelah di jalan mereka di berhentikan oleh Riska dan teman temannya.
"Lo Alenka kan?" tanya Riska ketus.Alenka hanya mengangguk karena nggak mau berurusan ama mereka.
"Gue peringatin ke lo,untuk jauhin Gio! dia milik gue dan hanya akan jadi milik gue!" ucap Riska.
Alenka tersenyum dan menggelengkan kepalanya kemudian melanjutkan jalannya tanpa mau menanggapi mereka.Tapi mereka yang emosi karena dicuekin Alenka menarik rambut Nita.
"Akh" pekik Nita yang kesakitan karena dijambak oleh salah satu teman Riska.
"Lepasin nggak!" bentak Alenka mendorong cewek yang menjambak Nita tadi.
"Biasa aja lo!" ucap Riska balas mendorong Alenka.
Alenka yang tak bisa menahan amarahnya lagi kemudian mendorong Riska sampai terjatuh.Teman Riska nggak terima kemudian berusaha mendorong Alenka tapi tangannya langsung ditangkap dan dipelintir kebelakang sama Alenka.
"Gue harap ini pertama dan terakhir kalinya gue punya urusan ama kalian! kalau kalian ulangi lagi gue nggak segan segan patahin tangan kalian semua!" ucap Alenka marah kemudian mendorong cewek itu sampai jatuh.
Gio kemudian datang karena melihat keributan di luar kantin.Gio melihat Riska dan temannya menangis sementara Alenka masih dengan tatapan marah.
"Gi mending lo urusin cewek lo! bilangin ke dia jangan pernah gangguin gue ama teman teman gue lagi!" ucap Alenka menarik Nita meninggalkan tempat itu dan diikuti oleh Kiara dan Purnama.
Alenka duduk dan membantu Nita membenahi rambutnya.
"Lo nggak kenapa napa kan Nit?" tanya Alenka.Nita menggeleng dengan mata berkaca kaca.
"Rasain tuh,siapa suruh bikin Alenka marah!" ucap Kiara girang.
"Lo nggak apa apa Nit?" tanya Purnama.
"Nggak kok,makasih ya kalian selalu lindungi gue?" ucap Nita dengan mata berkaca kaca.
"Kita kan teman Nita,jadi udah tugas kita saling menjaga dan saling menyayangi!" ucap Alenka kemudian membuat Nita menangis.
__ADS_1
Alenka memeluk Nita meminta supaya Nita jangan nangis,Purnama dan Kiara pun menjadi terharu kemudian mereka berempat saling berpelukan.
"Pokoknya apapun yang terjadi kita harus selalu menjaga,menguatkan dan saling menyayangi!" ucap Alenka.Mereka mengangguk dan kembali berpelukan.