
Tiba tiba nyonya Melinda menghentikan langkahnya membuat jantung Dara hampir copot dari tempatnya.
" Aku ke sini satu minggu lagi, aku akan membawa berita kematian putramu, dan setelah itu aku akan melenyapkanmu, itu pun jika kau masih hidup kakak ipar, karena mulai sekarang aku tidak akan memberikanmu makan, bye kakak ipar tersayang." Nyonya Melinda keluar dari ruangan itu.
Dara menghela nafasnya lega.
" Jangan lakukan itu Meli... Meli aku mohon, jangan lukai putraku! Aku akan memberikan apapun yang kau mau.. Meli.. Hiks... Naren..." Teriak nyonya Arkana.
Dara menghampiri nyonya Arkana dengan perlahan. Suara derap langkahnya membuat nyonya Arkana mendongak menatap ke arahnya.
" Siapa kamu?" Nyonya Arkana menatap Dara tajam.
" Stt jangan keras keras nyonya! Aku Dara, aku akan membantumu keluar dari sini." Ucap Dara.
" Dara? Bukankah kau kekasih Albert? Kenapa kau ingin membantuku keluar dari sini, apa kau ingin menjebak ku supaya mereka membunuhku?" Selidik nyonya Arkana.
" Tenang Nyonya! Aku akan menjelaskan semuanya kepada Nyonya, apa tujuanku yang sebenarnya." Ujar Dara.
" Sebelum itu aku akan membuka pasungmu lebih dulu." Ujar Dara.
Dara mencari alat untuk membuka gemboknya. Ia mengambil linggis yang ada di pojok ruangan.
Brak...
Satu pukulan tidak membuatnya berhasil.
Brak...
Pukulan kedua mulai merenggang dan pada pukulan ke tiga, Dara berhasil membuka gemboknya.
Dara segera membuka pasung yang melingkar di kaki nyonya Arkana. Ia juga membuka gembok yang ada pada tangan nyonya Arkana.
" Tega sekali mereka berbuat seperti ini kepada Anda Nyonya, sebenarnya mereka manusia atau iblis." Gumam Dara.
Nyonya Arkana menatap wajah cantik Dara dengan seksama. Ia merasa bersyukur pada Tuhan karena ia di pertemukan dengan gadis sebaik Dara.
Setelah membuka semua rantai yang mengikat tangan nyonya Arkana, Dara mulai menceritakan semuanya. Dari pertama kali ia bertemu Naren hingga misinya yang berjalan cukup lancar sampai saat ini.
" Jadi Naren sudah sembuh? Dia sudah normal kembali?" Nyonya Arkana menatap Dara.
" Iya Nyonya, tapi aku masih menyuruhnya untuk pura pura tidak waras seperti sebelumnya, kami akan memberikan kejutan kepada Albert dan ibunya pada saat penetapan CEO perusahaan NK Group." Ucap Dara.
__ADS_1
" Terima kasih kamu telah menolong putraku, kamu memang anak yang baik, seandainya saja Naren belum aku jodohkan dengan orang lain, pasti aku akan memintamu menjadi menantuku."
Jeduarrrrr
Bagai di sambar petir di siang hari, tubuh Dara kaku tidak bisa di gerakkan.
" A... Apa? Mas Naren sudah di jodohkan?" Tanya Dara memastikan.
" Iya Dara, kami sudah menjodohkan Naren dengan putri dari teman kami, ibunya meninggal karena menolong kami dari orang orang suruhan Meli, kami berhutang budi padanya Nak, kami berjanji jika usia gadis itu menginjak delapan belas tahun, kami akan datang melamarnya, namun masalah terus saja menimpa kami, hingga sekarang kami belum bisa menemuinya, saat ini usia gadis itu genap delapan belas tahun, masih muda seperti dirimu, setelah Naren kembali normal kami harus menepati janji itu, Naren akan menikah dengan gadis itu, dan aku harap kau mau menemaninya di hari pernikahannya nanti." Terang nyonya Arkana.
Hati Dara bagai di sayat sembilu, rasanya sakit, dan perih menjadi satu. Bagaimana ia bisa melihat Naren menikahi wanita lain?
Apakah ini petunjuk yang Tuhan berikan jika ia tidak berjodoh dengannya? Dara hanya bisa pasrah kemana takdir Tuhan akan membawanya. Naren, Albert atau yang lainnya.
" Nak, kenapa kamu melamun? Apa perkataan ibu melukaimu?" Tanya nyonya Arkana.
" Tidak Nyonya." Sahut Dara mengusap air matanya.
" Jangan panggil aku Nyonya, panggil aku ibu saja ya, aku akan menganggapmu sebagai putriku, adik dari Narendra Kusuma." Nyonya Arkana menangkup wajah Dara.
" Iya Ibu." Sahut Dara menahan sesak di dadanya.
" Jika ini memang sudah menjadi takdirku, aku harus ikhlas menerimanya." Gumam Dara.
Dara memapah nyonya Arkana menjauh dari tempat itu, saat ia sampai di atas tiba tiba tubuhnya mematung menatap Nyonya Melinda dan Albert yang menatap tajam ke arah keduanya.
" Kak... Albert." Ucap Dara gugup.
" Mama sudah bilang kan kepadamu, kalau wanita ini licik, dia berpihak pada Naren dan ingin membantu Naren dan ibunya keluar dari sini, kau tidak percaya apa kata Mama Albert." Ucap nyonya Melinda.
Albert mendekati Dara sambil terus menatapnya dengan tajam.
" Aku tidak menyangka kau tega mengkhianatiku Dara." Bentak Albert membuat Dara berjingkrak kaget.
" Pantas saja kau menanyakan ruang bawah tanah, jadi ini tujuanmu hah." Bentak Albert murka.
" Kak ini tidak seperti yang kau kira, aku tadi melihat ibumu ke sini, aku penasaran lalu mengikutinya, aku terkejut ada orang yangbdi pasung di dalamnya, aku tidak tahu siapa dia, tapi sebagai manusia yang berperikemanusiaan, aku harus menolongnya Kak, aku hanya berniat menolong wanita tua ini." Kilah Dara.
Albert tidak bergeming. Ia merasa sangat kecewa dengan sikap Dara.
" Aku kehilangan ibuku sejak aku kecil Kak, aku selalu merindukan bagaimana rasanya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, tapi rasanya itu mustahil aku dapatkan, lalu apakah salah jika aku ingin membebaskannya dari tempat pengap seperti ini? Melihatnya dengan kondisi menyedihkan seperti ini membuat aku merindukan sosok ibuku hiks... Aku ingin dia di bebaskan, biarkan dia hidup normal seperti kita Kak, aku mohon hiks..." Dara mengusap air mata sedihnya.
__ADS_1
" Kau tidak tahu apa apa Dara, kau tidak bisa seenaknya membebaskan dia, dia wanita jahat yang kapan saja akan menyerang kita, kalau dia tidak jahat ataupun gila kami tidak akan memasung nya, aku tidak tahu kenapa putraku menyukai gadis bodoh seperti dirimu itu." Nyonya Melinda menunjuk Dara.
Dara menatap Albert yang saat ini masih menatapnya.
" Jadi semua ini perbuatanmu? Aku tidak menyangka jika pria yang aku jadikan sebagai kekasih memiliki peringai jahat seperti ini, aku menyesal telah berhubungan denganmu Tuan Albert." Tekan Dara.
" Hei jaga bicaramu! Putraku tidak seperti itu Dara, dia anak yang baik, yang selalu mengikuti ucapan orang tua demi membuat orang tuanya bahagia. " Ucap nyonya Melinda.
" Lalu bagaimana bisa demi membuat orang tuanya bahagia, dia membuat orang tua lain menderita Nyonya Melinda? Apakah begini didikanmu kepada putramu? Sayang sekali, aku tidak bisa berhubungan dengan manusia jahat seperti kalian berdua." Ucap Dara menunjuk Albert dan mamanya bergantian.
" Berhenti mempertanyakan didikan orang tuaku Dara." Albert menarik kasar tangan Dara hingga menubruk dada bidangnya.
" Kau ingin wanita itu bebas kan?" Tanya Albert menatap Dara.
Dara menganggukkan kepalanya.
" Aku akan membebaskannya dan membiarkannya pergi dari rumah ini bersama kak Naren, asalkan kau mau memenuhi permintaanku." Ucap Albert.
" Jika Mas Naren dan ibunya pergi dari sini, ini akan memudahkan rencanaku mengambil kembali harta mereka, baiklah akan aku ikuti rencananya dulu, akan aku pikirkan nanti untuk terlepas darimu Albert." Batin Dara.
" Aku akan memenuhi permintaanmu." Ucap Dara.
" Menikahlah denganku, yakinkan ayahmu untuk menyetujui pernikahan ini." Ucap Albert.
Ucapan Albert membuat Dara melongo. Ia tidak pernah memikirkan jika Albert akan mengajukan syarat yang sulit kepadanya. Ia pikir Albert akan meminta yang lainnya, misal kecupan, meminta Dara berjanji tidak akan meninggalkannya ataupun yang lain.
Naren yang berada di luar gudang bersama bi Minah hendak masuk ke dalam, namun di tahan oleh bi Minah. Ia geram dengan Albert yang seolah memaksakan kehendaknya untuk memiliki Dara.
" Yakinlah dengan rencana Non Dara Den, jangan tunjukkan dirimu yang sebenarnya, lebih baik kita pergi dari sini, jangan kacaukan rencana Non Dara dengan sikap cerobohmu itu Den." Bi Minah menarik tangan Naren menjauh dari sana. Ia yakin jika Dara punya rencana lain untuk mencapai kemenangannya.
" Bagaimana Dara, apa kau setuju sayang?" Albert merapikan rambut yang menutupi wajah Dara.
Coba tebak kira kira Dara mau nggak ya????
Terus bagaimana kisah Dara dan Naren? Apakah mereka akan bersatu?
Tekan like koment vote dan hadiahnya dulu donk biar Dara bisa mengambil keputusan tepat....
Author ucapkan Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu....
Miss U All...
__ADS_1
TBC....