Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia
Kemenangan Dara


__ADS_3

" Bagaimana Kak?" Tanya Dara menatap Albert.


" Maafkan aku Dara! Aku telah bersalah padamu, untuk menebus kesalahanku maka aku akan mengantarmu pulang dan akan menjelaskan semuanya kepada Kak Naren, aku juga ingin memperbaiki hubungan kami Dara, semoga kali ini Kak Naren mau memaafkan aku lagi." Sahut Albert membuat Dara bernafas lega.


" Terima kasih Kak, Kak Naren pasti akan bahagia mendengarnya, Kak Albert tenang saja! Mas Naren pasti akan memaafkanmu, dia pria yang berhati baik." Ujar Dara tersenyum.


" Aku tidak yakin Dara, walaupun dia pria yang baik tapi jika sering tersakiti pasti akan sangat sulit memberikan maaf itu." Ujar Albert.


" Kita berdoa saja semoga Mas Naren mau memaafkanmu." Ucap Dara.


" Semoga saja, sekarang bersiaplah Dara, aku akan mengantarmu pulang." Ujar Albert.


" Iya Kak." Sahut Dara.


Selesai bersiap, Albert mengendarai mobilnya menuju rumah Naren. Dara menyunggingkan senyumannya membayangkan pertemuannya dengan Naren.


Empat jam kemudian mobil Albert memasuki halaman rumah Naren.


" Ayo Kak kita turun!" Ajak Dara menatap Albert.


Albert menatap Dara, seakan ia ragu untuk menemui Naren.


" Tidak apa Kak." Ucap Dara tersenyum.


" Bukankah kau ingin memperbaiki semuanya? Kalau begitu ayo turun! Kita temui Mas Naren dan jelaskan semuanya kepadanya, aku yakin Mas Naren pasti memaafkanmu." Ucap Dara.


" Baiklah." Sahut Albert.


Albert dan Dara turun dari mobil. Keduanya masuk ke dalam rumah.


" Mas.... Mas Naren." Panggil Dara mencari Naren.


Naren yang mendengar suara Dara langsung keluar dari kamarnya. Ia berlari menuruni tangga menatap Dara yang sedang berdiri di ruang tamu.


" Sayang kamu kembali." Ucap Naren menghampiri Dara.


" Iya Mas." Sahut Dara.


Grep...


Naren memeluk Dara dengan erat.


" Mas sangat bahagia sayang, akhirnya kau kembali ke pelukanku." Ucap Naren.


" Aku kembali membawa kemenangan Mas." Ucap Dara.


Naren melepas pelukannya, ia menangkup wajah Dara lalu menciumi nya. Albert yang melihatnya memejamkan matanya menahan sesak di dadanya.


" Mas, Kak Albert mau mengatakan sesuatu kepadamu." Ucap Dara.

__ADS_1


Naren menatap Albert, lalu kembali menatap Dara. Dara menganggukkan kepalanya.


" Ayo duduk di sana Mas." Dara menggandeng Naren menuju sofa.


Naren duduk di samping Dara berhadapan dengan Albert.


" Apa yang ingin kauw katakan?" Tanya Naren.


" Aku ingin meminta maaf padamu Kak, selama ini aku banyak membuat kesalahan kepadamu, aku telah jahat padamu dan kau selalu memaafkan kesalahanku tapi kali ini aku kembali membuat kesalahan dan kekacauan dalam hubungan kalian, aku menyesalinya Kak, aku mohon maafkan aku." Albert menghela nafasnya pelan.


Naren hanya menatap Albert saja tanpa mau berkomentar.


" Sebenarnya tidak terjadi apapun dengan aku dan Dara, aku hanya menjebak Dara supaya dia menjadi milikku, aku membiusnya dan membuat seolah olah kami telah bercinta, karena aku berpikir dengan begitu aku bisa mendapatkan Dara, tapi aku salah, aku justru semakin kehilangan Dara dalam hidupku, maafkan aku." Ucap Albert menatap Naren.


" Lalu tanda merah itu?" Selidik Naren.


" Maafkan aku! Kalau tanda itu memang aku yang membuatnya saat Dara tidak sadar." Sahut Albert menundukkan kepala.


Naren beranjak mendekati Albert, tiba tiba...


Bugh....


Naren memukul pipi kiri Albert hingga sudut bibir Albert mengeluarkan darah. Dara menutup mulutnya dengan tangannya, ia tidak menyangka jika reaksi Naren akan seperti itu.


Bugh....


" Mas cukup!" Ucap Dara namun Naren tidak mempedulikannya.


Bugh.... Bugh..... Bugh....


Naren memukul perut Albert, Albert diam tanpa perlawanan.


" Lawan aku pecundang!" Bentak Naren.


" Aku tidak suka kalau aku hanya bermain sendiri, aku tidak suka memukul orang lemah seperti patung, jadi lawan aku." Teriak Naren.


" Aku salah Kak! Aku tidak akan melawanmu! Aku pantas mendapatkannya." Ucap Albert.


" Kalau saja aku tega... Pasti aku sudah membunuhmu Albert." Bentak Naren mendorong Albert hingga tersungkur di lantai.


" Kau melakukan kesalahan besar dengan membuatku dan ibuku seperti orang gila, aku memaafkannya karena Dara yang memintaku, aku ikhlaskan semua penderitaan yang aku alami selama bertahun-tahun dan melupakan semua kesalahanmu karena aku berharap kita bisa menjadi saudara yang baik, tapi apa hah? Kau hanya pura pura baik di depan kami." Ucap Naren menunjuk Albert.


" Kau tusuk kami dari belakang, kau membuat keranggangan di antara hubungan kami, bahkan karena perbuatanmu aku dan Dara kehilangan anak kami, setelah aku mengetahuinya rasanya aku ingin membunuhmu saat itu juga, tapi lagi lagi aku memaafkanmu karena aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku, aku mengirimmu ke penjara supaya kau bisa menyadari kesalahanmu seperti aku menyadari kesalahanku." Naren menatap tajam ke arah Albert.


" Tapi semua yang aku lakukan itu tidak membuatmu menyadari kesalahanmu, kau kembali melakukan kesalahan dengan menculik dan menfitnah Dara, kau berharap hubungan kami akan berakhir, kau mencoba memisahkan kami, tapi seberapa keras kau mencobanya kau selalu gagal, karena apa? Karena cinta kami tidak selemah yang kau bayangkan, cintaku besar kepada Dara dan cinta Dara lebih besar kepadaku, semakin kau berusaha memisahkan kami maka cinta kami akan semakin besar untuk satu sama lain, kali ini aku tidak akan memaafkanmu, aku tidak mau lagi termakan oleh kebohonganmu, jadi pergilah dari sini sebelum aku berbuat lebih kepadamu!" Usir Naren.


" Tidak Kak, aku tidak sedang berbohong, kali ini aku tulus meminta maaf padamu, aku sadar akan kesalahanku selama ini, aku menyesalinya Kak, aku ingin memperbaiki semuanya, aku ingin memperbaiki hubunganku denganmu, walaupun kita tidak ada ikatan darah tapi kita besar bersama Kak, ku mohon maafkan aku Kak." Ucap Albert memeluk kaki Naren.


" Pergilah Albert! Jangan memancing emosiku! Atau kau akan tahu apa yang akan aku lakukan kepadamu." Tekan Naren.

__ADS_1


Albert berdiri menatap Naren.


" Kau boleh menganggapku bersandiwara di depanmu, tapi aku sungguh sungguh meminta maaf padamu, aku akan pergi menjauh dari hidup kalian, semoga kalian berbahagia." Ucap Albert.


Dengan langkah terseok, Albert keluar meninggalkan rumah Naren.


" Kak Albert...


" Jangan menahannya Dara! Biarkan dia pergi, akan lebih baik jika dia tidak mengusik hidup kita lagi." Sahut Naren memotong ucapan Dara.


Dara menatap kepergian Albert dengan sendu. Ia merasa iba melihat kondisi Albert yang seperti itu. Ia yakin jika kali ini Albert benar benar menyesali perbuatannya dan akan berubah, namun ia juga tidak bisa memaksa Naren untuk memaafkannya.


Dara menghampiri Naren, ia menarik tangan Naren lalu mencium punggung tangannya.


" Ini pasti sakit." Ucap Dara menatap buku buku tangan Naren yang memerah.


Naren tidak menjawab, ia lebih fokus pada pergelangan tangan Dara. Ia baru menyadari kalau tangan Dara di perban.


" Sayang kamu kenapa?" Naren menarik tangan Dara yang terluka.


" Hanya luka kecil." Ucap Dara.


" Kamu melukai tanganmu sendiri?" Selidik Naren.


" Demi bisa kembali bersamamu dengan diriku yang sebenarnya." Sahut Dara.


" Kenapa kau melakukan semua ini? Seharusnya kau pulang bersamaku sayang." Naren menuntun Dara menuju sofa.


" Kalau aku pulang bersamamu, aku tidak akan tahu kejadian yang sebenarnya Mas, aku akan merasa kalau Kak Albert benar benar menjamahku, aku akan hidup dalam penyesalan karena tidak bisa menjaga diriku untukmu." Ujar Dara.


" Dan lagian jika nanti aku hamil, kau pasti akan mengira kalau anak itu anak Kak Albert." Sindir Dara menohok hati Naren.


Maren mantap Dara.


" Sayang maafkan Mas! Mas berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, Mas percaya semua ucapanmu, Mas mencintaimu dan cinta Mas semakin hari semakin besar untukmu." Ucap Naren memeluk Dara.


" Aku juga mencintaimu Mas." Sahut Dara membalas pelukan Naren.


Keduanya merasa bahagia akhirnya masalah terselesaikan dengan baik. Dara berharap Albert benar benar menepati ucapannya. Ia berdoa semoga Albert berhasil menjadi manusia yang lebih baik lagi.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author semangat....


Dukung dan baca juga novel terbaru author yang satu ini....


Novel ini sedang mengikuti lomba, mohon doanya semoga hasilnya sesuai apa yang di harapkan Amin...



Miss U All.....

__ADS_1


__ADS_2