Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia
The End


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu saja, tidak terasa dua tahun sudah usia Daren. Ia sudah lancar berjalan dan sedikit cadel saat berbicara. Hari ini adalah hari ulang tahunnya, pesta meriah di langsungkan di kediaman Narendra Kusuma.


" Happy birthday cucu Oma yang tampan, semoga panjang umur dan jadi anak sholeh sayang." Nyonya Arkana menciumi pipi cucunya.


" Amin.... Terima kasih Oma." Ucap Dara.


" Ma tatih Oma." Sahut Daren.


" Sama sama sayang." Sahut nyonya Arkana.


Albert dan Zelin menghampiri mereka semua.


" Selamat boy! Semoga kau panjang umur sayang." Albert mencium pipi Daren.


" Ma tatih Om." Sahut Daren.


" Sama sama sayang." Sahut Albert.


Gantian Zelin dan yang lainnya untuk mengucapakan selamat kepada pangeran tampan yang akan menjadi penerus NK Group.


Tiba di acara penutup Naren maju ke depan, ia berdiri di depan mikrofon.


" Selamat malam semuanya. Saya mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada para tamu undangan semua yang telah merelakan waktunya untuk datang kemari mendoakan putra saya tercinta, Daren Louis Kusuma. Di kesempatan ini saya juga ingin membagikan kabar bahagia kepada kalian semua jika istri saya tercinta.... " Naren menggenggam tangan Dara.


" Saat ini sedang mengandung anak ke dua kami." Sambung Naren membuat semua orang terkejut.


" Apa? Kak Dara hamil lagi?" Ucap Zelin tidak percaya.


" Aku tidak menyangka Dara bisa hamil lagi secepat ini." Ujar Albert.


" Iya Mas, aku saja yang selama ini menanti belum di berikan momongan." Zelin menundukkan kepalanya.


" Sabar sayang! Pasti Tuhan akan memberikannya pada kita, kita tinggal menunggu waktunya tiba saja." Ucap Albert.


" Sampai kapan Mas? Dua tahun kita menantinya namun tidak ada hasilnya sampai sekarang, aku juga ingin seperti wanita wanita pada umumnya yang tak lama setelah menikah mendapatkan keturunan." Ucap Zelin tiba tiba terbakar emosi.


" Sepertinya kamu memang harus menikah lagi Mas, aku tidak bisa memberikan keturunan padamu, bahkan Antika yang baru menikah saja sudah hamil, masa' aku belum. Itu berarti ada masalah dengan rahim ku Mas." Ucap Zelin kesal.


" Ya.. Tiga bulan yang lalu Antika menikah dengan Jack. Dan saat ini Antika sedang hamil enam minggu. Itu sebabnya ia dan Jack tidak ikut ke sini.


" Sayang, kenapa kamu ngomong seperti itu? Kita sudah mengecek kesehatan kita masing masing kan? Kita sehat sayang, kamu jangan mengeluh terus donk! Aku jadi semakin sedih kalau kamu seperti ini." Ujar Albert.


" Iya maaf Mas." Ucap Zelin.


" Ya sudah kita nikmati saja pestanya dengan happy, tidak perlu memikirkan hal yang membuat kita pusing." Ucap Albert.


Mereka nampak berbahagia dengan acara ulang tahun Barra dan kabar kehamilan Dara yang kedua. Mereka semua mengucapkan selamat kepada Dara.


Selesai acara, keluarga Kusuma berkumpul di ruang keluarga.


" Albert, bawa Zelin ke kamarmu! Kasihan dia, sepertinya dia lelah, dia terlihat sedikit pucat." Ucap nyonya Arkana.


Albert menatap Zelin.


" Apa kamu mau istirahat dulu di kamar sayang?" Tanya Albert.


" Iya deh Mas, tiba tiba kepalaku terasa pusing." Ujar Zelin.

__ADS_1


" Baiklah ayo!" Ajak Albert.


Zelin beranjak dari duduknya, tiba tiba pandangannya kabur, dan...


Brugh....


" Zelin" Teriak semua orang.


" Kak Al, Zelin kenapa?" Tanya Dara sedikit panik.


" Aku tidak tahu, aku akan membawanya ke kamar." Sahut Albert.


" Aku akan menelepon dokter." Ujar Naren.


Albert merebahkan Zelin di atas ranjang. Tak lama dokter datang memeriksanya.


" Bagaimana Dok? Apa istri saya baik baik saja?" Tanya Albert.


" Istri anda baik baik saja Tuan, hanya saja istri anda perlu di bawa ke rumah sakit." Sahut dokter Ida.


" Ke rumah sakit?" Albert mengerutkan keningnya.


Nyonya Arkana, Dara dan Naren saling melempar pandangan.


" Iya Tuan, untuk memastikan apakah perkiraan saya benar atau salah, karena menurut pemeriksaan saya istri anda saat ini sedang hamil, jadi untuk memastikannya anda harus ke bagian obgyn." Sahut dokter Ida.


" Sebentar Dok! Anda bilang istri saya hamil?" Tanya Albert tidak percaya. Ia takut pendengarannya bermasalah.


" Iya Tuan, istri anda sedang hamil."


" Alhamdulillah." Sahut semuanya.


Tes...


Tak terasa air mata menetes membasahi pipinya. Ia bahkan tidak sadar kalau dokter dan yang lainnya meninggalkan kamarnya.


" Engh." Lenguh Zelin.


" Sayang." Albert duduk di tepi ranjang menggenggam tangan Zelin.


" Mas aku kenapa?" Tanya Zelin duduk bersandar pada head board.


" Kamu tadi pingsan sayang." Sahut Albert.


" Pingsan? Kenapa aku bisa pingsan Mas? Selama ini aku tidak pernah pingsan tuh!" Ujar Zelin.


" Apa kau ingin mendengar kabar dariku?" Albert menatap Zelin.


" Kabar apa Mas?" Tanya Zelin.


" Maafkan aku! Mulai hari ini cinta dan kasih sayangku padamu akan terbagi."


Deg....


Jantung Zelin terasa berdetak dua kali lebih cepat.


" Apa maksudmu Mas? Apa kau menerima tawaran ku untuk menikah lagi?" Tanya Zelin cemas.

__ADS_1


Albert menangkup pipi Zelin.


" Kasih sayangku akan aku bagi untuk anak kita sayang." Ucap Albert.


" Anak yang mana maksud kamu Mas? Apa kamu punya anak dari wanita lain?" Mata Zelin berkaca kaca.


" Anak kita yang ada di dalam sini." Albert mengelus perut Zelin.


" Aku hamil?" Tanya Zelin memastikan.


" Iya sayang." Sahut Albert.


" Beneran Mas? Aku hamil?" Pekik Zelin.


" Iya sayang kamu hamil." Sahut Albert.


" Aaaaaaa aku seneng banget Mas, akhirnya Tuhan menitipkan dia kepadaku, alhamdulillah ya Rob atas rejekimu hari ini, semoga anak kita tumbuh sehat, lahir dengan selamat, dan akan menjadi anak yang soleh dan solehah Mas." Ucap Zelin mengelus perutnya sendiri.


" Amin." Ucap Albert.


Albert memeluk Zelin dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur.


Nyonya Arkana, Naren dan Dara menghampiri keduanya.


" Selamat untuk kalian berdua, semoga janinnya sehat, dan di beri kelancaran dalam hal apapun sampai persalinan nanti." Ucap nyonya Arkana.


" Amin.. Terima kasih Tante." Ucap Albert.


" Selamat juga untuk kalian berdua, semoga sehat terus dan kelak dia akan menjadi anak soleh ataupun solehah." Ucap Albert menatap Dara dan Naren.


" Terima kasih." Sahut Dara dan Naren bersamaan.


" Aku tidak menyangka Kak, kalau kita akan hamil bareng, kita bisa ajak mereka main bareng besok kalau mereka udah lahir, aku, kamu dan Antika akan membawa babby yang sama besarnya, mereka akan nampak seperti kembar tiga." Ujar Zelin.


" Iya Lin, kita akan bersenang senang bersama." Sahut Dara.


Mereka semua nampak bahagia seperti keluarga utuh pada umumnya. Kedua menantu keluarga Kusuma sama sama hamil. Mereka berharap anak anak mereka nanti akan menjadi saudara yang saling menyayangi dan mengasihi.


Hai Hai readers.... Author ucapkan Terima kasih untuk support dan doa kalian selama ini. Terima kasih sudah menemani author dari awal sampai akhir.


Author tidak bisa memberikan apa apa, author hanya bisa berdoa semoga kita semua sehat selalu, panjang umur dan selalu dalam lindunganNya...


Amin.....


Apabila ada salah kata, cerita tidak berkenan di hati kalian semua, author minta maaf yang sebesar besarnya..


Sampai jumpa di karya author yang lainnya...


Author tunggu dukungannya di sana....





Bye bye..

__ADS_1


Miss U All...


...THE END...


__ADS_2