Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia
Makan Malam Mengejutkan


__ADS_3

Pagi ini Albert dan Jack sedang sarapan bersama di meja makan sebelum berangkat kerja.


" Al nanti temani aku makan malam!" Ucap Jack sambil menyiapkan makanan ke mulutnya.


" Makan malam sama siapa Kak?" Tanya Albert.


" Makan malam sama rekan bisnisku, aku sudah melamar gadis itu lewat orang tuanya karena aku tidak ada waktu untuk pdkt denganya, kau kan tahu kalau aku sangat sibuk, dan nanti malam kami akan bertemu." Ujar Jack.


" Aku penasaran sama gadis yang bisa membuatmu tergila gila Kak, seperti apa dia dan bagaimana cantiknya calon kakak iparku itu." Ucap Albert.


" Kau akan terpesona jika melihatnya, dia masih sangat muda, cantik, pendiam dan bawaannya kalem dan lembut." Sahut Jack.


" Beda jauh sama gadisku Kak, dia cerewet, berisik, perhatian, tapi cantik sih." Sahut Albert.


" Kapan kapan kenalkan padaku, aku penasaran dengan gadis cerewet yang membuatmu tergila gila itu." Ucap Jack.


" Mungkin usianya sama dengan gadismu itu, tapi sifat mereka sangat bertolak belakang, aku akan segera membawanya kepadamu." Sahut Albert.


" Itu akan menjadi perpaduan yang bagus, rumah ini akan ramai karena istrimu yang cerewet, dan rumah ini akan tenang karena istriku yang bawaannya selalu tenang." Sahut Jack.


"Iya Kak." sahut Albert.


" Aku punya ide Al." Ucap Jack.


" Ide apa itu Kak?" Albert menatap Jack.


" Bagaimana kalau pernikahan kita di laksanakan di hari yang sama?" Ujar Jack.


Albert nampak sedikit berpikir.


" Boleh, kita akan menikah di hari yang sama dengan gadis yang berbeda, sepertinya itu akan menjadi sejarah yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang masa." Sahut Albert.


" Makanya kamu juga harus segera melamar gadis itu sebelum keduluan sama orang lain, setelah kita melamar gadis kita, aku akan mempersiapkan pernikahan untuk kita berdua." Ucap Jack.


" Gampang kalau soal itu Kak, nanti aku akan bicarakan soal ini sama dia." Sahut Albert.


" Ok." Sahut Jack.


Mereka melanjutkan makan. Selesai makan, Albert menjemput Zelin di depan rumahnya.


Seperti biasa Zelin sudah menunggunya di depan jalan raya.


" Pagi sayang." Albert menurunkan kaca mobilnya.


" Pagi Mas Al." Sahut Zelin masuk ke dalam mobil.


" Udah ujian kok masih sekolah aja?" Tanya Albert menatap Zelin yang sedang memakai sealbeltnya.


Sebenarnya Albert ingin bersikap romantis dengan memakaikan sealbelt Zelin, namun Zelin menolaknya. Ia bilang ia tidak suka cowok romantis, karena biasanya cowok yang romantis itu suka mengobral janji kepada banyak wanita.


" Sekarang jadwalnya cap tiga jari Mas." Sahut Zelin.


" Owh... Kita jalan sekarang?" Albert menatap Zelin.


" Tidak! Kita di sini saja sampai nanti malam." Sahut Zelin membuat Albert terkekeh.


" Kamu ini Yank! Bisa aja bercandanya." Sahut Albert mulai melajukan mobilnya.


" Lagian kamu nanyanya aneh." Sahut Zelin.

__ADS_1


" Iya maaf, sayang bagaimana kalau besok malam aku menemui papamu?" Tanya Albert membuat Zelin menatapnya sambil mengerutkan keningnya.


" Kamu kan sudah lulus sekolah, jadi aku ingin melamarmu untuk menjadi istriku, aku tidak mau nanti kamu ke duluan di lamar sama orang lain." Ujar Albert.


" Baiklah terserah kau saja, kalau malam nanti aku nggak bisa karena aku ada acara." Sahut Zelin.


" Lhoh kok sama, aku juga ada acara malam ini, kakakku mau melamar kekasihnya jadi aku harus menemaninya." Ucap Albert.


" Oh ya? Aku doakan semoga sukses dan lancar acaranya." Sahut Zelin.


" Terima kasih sayang." Sahut Albert yang di balas senyuman oleh Zelin.


Setelah sampai sekolah, Zelin segera turun dari mobil. Ia masuk ke dalam sedangkan Albert melajukan mobilnya menuju kantornya.


...****************...


Malam ini Jack dan Albert sudah bersiap untuk makan malam. Mereka memakai celana jeans panjang warna hitam dan kemeja hitam. Keduanya nampak sangat tampan dengan pakaian yang sama, apalagi mereka memiliki wajah yang sangat mirip.


" Al apa aku sudah terlihat tampan? Atau aku malah terlihat tua?" Tanya Jack.


" Tampan Kak, jangan khawatir!" Sahut Albert.


" Tidak terlihat tuakah? Usiaku memasuki kepala tiga Al, bagaimana aku tidak terlihat tua?" Ujar Jack.


" Kau tampan dan bodymu ok, tidak akan ada yang tahu berapa usiamu, kau Kakakku yang paling tampan." Sahut Albert.


" Memangnya kamu punya kakak berapa?" Tanya Jack menatap Albert.


" He he... Ya cuma satu Kak." Sahut Albert nyengir kuda.


" Ya sudah ayo kita berangkat!" Ajak Jack.


Keduanya berjalan menuju mobil, Albert melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju restoran xx.


Sesampainya di restoran xx, keduanya segera masuk ke dalam. Jack menghampiri rekan bisnisnya di meja yang sudah di pesannya di ikuti Albert dari belakang.


" Selamat malam Tuan Krisna, maaf menunggu lama." Ucap Jack kepada tuan Krisna namun pandangannya tertuju pada gadis cantik yang duduk di depannya. Terlihat ia masih sibuk dengan ponselnya.


" Selamat malam Tuan Jack, silahkan duduk! Kami juga baru saja sampai." Sahut tuan Krisna.


Jack duduk di depan gadis itu sedangkan Albert malah duduk di sampingnya.


" Kenalkan tuan Krisna, ini adik saya satu satunya, namanya Albert." Ucap Jack memperkenalkan.


Mendengar nama Albert di sebut, gadis itu mendongak menatap pria di depannya lalu menoleh ke arah pria di sebelahnya.


" Mas Al."


" Zelin." Ucap mereka bersamaan.


Tuan Krisna dan Jack menatap mereka berdua.


" Kalian saling kenal?" Tanya Jack.


" Iya, dia adalah...


" Dia sahabat dari gadis yang aku ceritakan kepada Kakak." Sahut Albert memotong ucapan Zelin.


Zelin melongo mendengar ucapan Albert. Ia tidak terima dengan apa yang ia dengar.

__ADS_1


" Apa tadi? Sahabat gadisnya? Gadis mana yang dia maksud? Kenapa Mas Al tidak mengakui hubungan kami?" Tanya Zelin dalam hatinya sambil menatap Albert.


" Maafkan aku Zelin, aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya karena aku tidak mau membuat kakakku kecewa, biarkan aku yang menanggung rasa kecewa ini, aku tidak mau hubunganku dengan kakakku renggang karena masalah ini, terima lah kakakku dan hiduplah dengan bahagia." Batin Albert menahan sesak di dadanya.


" Baiklah kalau begitu kita makan malam saja dulu, nanti kita lanjutkan perbincangan kita." Ucap tuan Krisna.


Mereka memesan makanan sesuai selera masing masing, namun tidak dengan Zelin. Ia bahkan tidak memesan apa apa, karena hatinya yang di buat dongkol oleh Albert.


" Zelin, kenapa kamu tidak memesan makanan? Apa kamu sedang diet?" Tanya Jack menatap ke arah Zelin.


" Iya Kak." Sahut Zelin lembut.


" Zelin bersikap lembut kepada Kak Jack, tapi kenapa dia menjadi gadis yang berbeda saat bersamaku?" Albert mengerutkan keningnya.


" Kau bisa memesan minuman ataupun makanan yang rendah kalori kan? Misalkan salad mungkin." Ujar Jack.


" Tidak Kak terima kasih, selain diet malam ini aku lagi malas makan apa apa, nikmati saja makan malamnya Kak." Ujar Zelin.


" Baiklah, maafkan aku kalau aku tidak bisa menemanimu, karena aku memang belum makan dari siang." Ucap Jack.


" Tidak masalah Kak." Sahut Zelin kembali fokus pada ponselnya.


Makan malam berlangsung dengan khidmat. Setelah makan malam selesai, mereka duduk bersantai sejenak.


" Zelin." Panggil tuan Krisna.


" Ya Pa." Sahut Zelin menatap papanya.


" Tuan Jack mengajak kita makan malam di sini karena ada yang ingin dia bicarakan padamu." Ucap tuan Krisna.


" Bicarakan padaku?" Zelin mengerutkan keningnya.


Ia menatap Albert lalu bergantian menatap Jack.


" Apa itu?" Tanya Zelin.


" Sebenarnya sejak pertama kali kita bertemu, aku jatuh hati padamu Zelin, dan malam ini aku ingin melamarmu sebagai calon istriku." Ucap Jack.


Zelin tidak kaget karena ia sudah tahu tujuan Jack sebenarnya. Justru hati Albert lah yang terluka, ia merasakan sakit yang teramat dalam melihat sang kekasih pujaan hatinya di lamar kakaknya sendiri didepan matanya.


Zelin menatap Albert yang saat ini sedang menatapnya.


" Apa kau tidak mau mengatakan sesuatu di sini?" Tanya Zelin sedikit kesal.


" Aku? Apa yang harus aku katakan? Aku di sini menemani kakakku jadi biarkan kakakku yang mengatakannya." Sahut Albert.


Zelin kembali menatap Jack.


" Baiklah aku terima."


Jeduar....


Nah loh.... Hati siapa yang meledak?


Penasaran kelanjutannya? Jangan lupa tekan like koment vote dulu biar author semangat ngetiknya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu....


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2