Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia
Cerita Naren


__ADS_3

Malam ini Naren, Dara, Albert dan nyonya Arkana sedang makan malam bersama. Walaupun masih kesal, namun Dara melayani Naren dengan baik.


" Kak Albert mau aku ambilkan sesuatu?" Dara menatap Albert.


" Ah tidak usah! Terima kasih." Sahut Albert melirik Naren yang terlihat sangat kesal.


Mereka makan dengan khidmat. Selesai makan mereka bersantai di ruang keluarga.


Ting..... tong


Bel berbunyi, Dara segera berjalan menuju pintu untuk membukanya.


Cek lek.....


Wanita dewasa berparas cantik berdiri di depannya.


" Maaf Mbak, cari siapa ya?" Tanya Dara menatap wanita itu.


" Saya mencari Naren, oh ya kenalkan saya Indri, kekasihnya Naren, saya baru pulang dari Bali jadi saya mampir ke sini sekalian menjenguk Naren, apa Naren nya ada? Apa dia sudah sembuh dari penyakitnya?" Tanya wanita bernama Indri.


Dara memejamkan matanya.


" Ada apa lagi ini? Baru sehari menikah bibit bibit pelakor udah bertebaran dimana mana." Batin Dara memutar bola matanya malas.


" Siapa sayang?" Naren menghampiri Dara.


" Sayang." Indri langsung memeluk Naren.


Naren menatap Dara yang nampak kecewa menatapnya.


" Apa apaan sih! Lepas!" Naren melepas pelukan Indri.


" Sayang ku mohon maafkan aku, aku tidak tahu kalau kamu sudah sembuh dan kembali normal seperti dulu, sekarang aku mau menerima tawaranmu, ayo kita menikah! Aku sudah siap menjadi istrimu seperti yang kau minta dulu padaku." Ucap Indri.


" Diam! Aku sudah menikah! Jangan hancurkan hidupku, sekarang kau pergi sana." Usir Naren.


" Apa ini istrimu?" Indri menunjuk Dara.

__ADS_1


" Ya, dia istriku, cantikkan?" Naren merangkul pundak Dara.


" Kamu bilang kamu tidak suka anak kecil, katanya nggak berpengalaman, katamu akan banyak drama di malam pertama, terus ini apa? Kamu bahkan menikahi anak kecil... Oh aku tahu, pasti kalian belum ngapa ngapain kan? Pasti banyak drama melow di malam pertama kalian." Ucap Indri membuat Naren geram.


" Kau tidak perlu banyak bertanya, sekarang pergilah yang jauh dari rumahku dan kehidupanku, aku sudah bahagia hidup bersama istriku." Ucap Naren menutup pintunya.


Brak...


" Naren buka! Dengarkan aku! Aku ke sini mau menikah denganmu, lepaskan gadis kecil itu! Menikahlah denganku, aku akan membuatmu bahagia dan aku akan memuaskanmu Naren." Teriak Indri.


Dara menatap Naren dengan tatapan tidak percaya.


" Sayang aku bisa jelaskan semuanya." Ucap Naren.


" Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi Mas, semuanya sudah jelas bagiku." Dara meninggalkan Naren.


Naren menepuk jidatnya sendiri. Naren segera menyusul Dara.


" Ada apa lagi Nak?" Tanya nyonya Arkana membuat Naren menghentikan langkahnya.


" Nggak tahu Ma, ada wanita nyasar ngaku ngaku sebagai pacarku, dan itu membuat Dara semakin marah, aku susul Dara dulu." Naren melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Naren masuk ke dalam kamarnya, ia menghampiri Dara yang berbaring di atas ranjang.


" Sayang, aku tidak tahu kenapa wanita itu kemari, padahal sudah sangat lama dia tidak pernah ke sini, aku akan menceritakan tentang diriku sebelum aku bertemu denganmu, apa kau mau mendengerkannya?" Naren menatap Dara yang diam saja.


Namun Naren tahu kalau Dara mendengarkannya.


" Aku menjalin hubungan dengan seorang wanita, namanya Jesika. Dulu aku sangat mencintainya, aku pernah melamarnya untuk aku jadikan istriku, tapi apa yang dia lakukan? Dia menghinaku di depan semua orang, dia bilang kalau aku gila, aku bermimpi terlalu tinggi hingga berani melamarnya, dia seorang model papan atas yang terkenal kaya raya, sedangkan aku hanya pria biasa saja, dia bilang menjalin hubungan denganku hanya untuk memanfaatkan aku saja, dia membutuhkan seseorang yang siap menemani dia kemana saja, sejak saat itu aku berjanji akan membalas perlakuan Jesika melalui semua perempuan yang mau aku dekati." Ucap Naren.


" Sejak saat itu aku banyak mendekati gadis gadis cantik, apalagi karirku semakin melonjak, itu membuatku mudah mendapatkan apa yang aku mau, aku memang selalu mengencani mereka para wanita wanita cantik, tapi satu hal yang harus kamu percaya sayang, aku tidak pernah melakukan hal di luar batas, kami hanya berkencan biasa saja, seperti nonton atau makan di restoran, itu saja." Ucap Naren berbaring di samping Dara.


" Belum puas aku melampiaskan kebencianku kepada wanita, Albert dan ibunya datang dalam kehidupan kami, mereka mulai membuat hidup kami hancur, dari kepergian Papa, sampai aku menjadi gila, saat aku gila, Jesika pernah datang ke sini, dia menatapku remeh dan memandangku dengan sebelah mata, dia bilang kalau dia malu pernah mengenal orang gila sepertiku, dia kembali pergi meninggalkan luka di dalam hatiku." Ujar Naren memeluk Dara dari belakang.


" Sejak bertemu denganmu, aku memiliki semangat hidup yang belum pernah aku miliki selama ini, aku merasa jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama, malam itu, malam pertama pertemuan kita berdua, malam yang menjadi saksi bisu jika aku jatuh hati padamu, aku jatuh hati pada gadis yang mau berteman denganku di saat semua orang menjauhiku, aku jatuh cinta kepada gadis yang mau mengurus ku tanpa tahu bagaimana dan siapa aku yang sebenarnya, aku jatuh cinta pada gadis yang membelaku di depan masyarakat yang tidak menginginkan kehadiranku, aku bertekad akan menghabiskan waktuku bersamamu, aku berjanji pada diriku sendiri jika aku bisa mendapatkanmu maka aku akan menata hidupku kembali dengan kebaikan yang kau ajarkan kepadaku, dan aku sangat bahagia pada akhirnya aku bisa mendapatkanmu." Ucap Naren.


Naren mempererat pelukannya.

__ADS_1


" Sekarang tidak ada artinya seorang wanita bagiku selain dirimu sayang, aku mencintaimu dan hanya kamu yang aku inginkan, aku ingin selalu bersamamu menghabiskan sisa hidupku yang tidak panjang lagi, kau percayakan dengan apa yang aku katakan padamu? Tanyakan pada hatimu yang paling dalam Dara, apakah kau percaya padaku atau tidak." Ucap Naren.


Dara membalikkan badannya menghadap Naren.


" Aku tidak bohong sayang, aku hanya mencintaimu dan hanya menginginkanmu saja, tidak ada yang lainnya, maukah kau menemanimu dan selalu mempercayaiku apapun yang terjadi?" Tanya Naren menatap Dara.


Dara menangkup wajah Naren sambil tersenyum.


" Aku percaya padamu Mas, tapi aku harap kau tidak akan mengkhianati kepercayaanku, jika kau sudah tidak lagi menginginkan aku, kau katakan saja yang sebenarnya, maka aku akan pergi dengan sendirinya." Ucap Dara.


" Aku akan selalu menginginkan dan mencintaimu sayang, aku mencintaimu." Ucap Naren mencium kening Dara.


" Terima kasih Mas." Ucap Dara memeluk Naren.


Naren menindih tubuh Dara. Untuk beberapa saat keduanya saling melempar tatapan. Naren memajukan wajahnya lalu mencium bibir Dara.


Dara membuka sedikit mulutnya membiarkan Naren mengekspos setiap inchi nya. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka.


Ciuman Naren berpindah ke leher Dara. Ia membuat beberapa tanda merah di sana membuat sangat empu mendesis. Hal itu sukses membuat gairah Naren memuncak.


Tangan Naren bermain main di dua gundukan kembar milik Dara. Dara mulai terbuai oleh permainan Naren. Ia bertekad akan memberikan seluruh hidupnya kepada Naren. Apalagi mengingat banyaknya bibit bibit pelakor yang menghampiri Naren. Ia akan membuat Naren terkesan hingga ia tidak akan melirik wanita lainnya.


" Sayang aku menginginkanmu malam ini." Ucap Naren berkabut gairah.


" Lakukanlah Mas! Aku sudah siap memberikan semuanya untukmu." Ucap Dara,


" Terima kasih sayang." Sahut Naren.


Naren kembali bersemangat untuk mencetak gol.


Penasaran kah? Kira kira kali ini gol nggak ya? Tekan like koment vote dulu biar suthor semangat meneruskan ceritanya...


Udah double up lhoh... Yuk ramein kolom hadiahnya.....


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2