Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia
Kepergok


__ADS_3

Naren mengarahkan pusakanya menuju mulut goa yang sangat ia rindukan selama ini. Sebagai lelaki dewasa yang sama sekali belum pernah merasakannya membuatnya merasa penasaran.


Perlahan tapi pasti Naren terus memajukan miliknya, pada akhirnya Naren berhasil memasukkannya dengan sempurna.


" Ugh Mas." Lirih Dara mencengkram sprei sekuat mungkin.


" Nikmati saja sayang, aku akan melakukannya dengan lembut." Ucap Naren mencium bibir Dara mbuat Dara kembali terbuai.


Dengan perlahan Naren mulai menggerakkan pinggulnya. Sensasi luas biasa Dara rasakan saat ini. Tak ada air mata ataupun jeritan yang ada hanya suara desa**n dan erangan yang mengiringi perjalanan penyatuan cinta mereka.


Dara merasa seperti terbang ke atas nirwana, Naren benar benar memperlakukannya dengan penuh kelembutan hingga membuatnya terbuai. Setelah hampir satu jam lamanya, keduanya berhasilencapai puncak bersama. Naren menghentikan permainannya, Ia merebahkan tubuhnya di samping Dara.


" Terima kasih sayang kau telah menjaganya untukku, sekarang istirahatlah!" Naren mencium kening Dara.


" Sama sama Mas." Sahut Dara.


Naren memeluk tubuh Dara lalu keduanya memejamkan mata.


Pagi hari, Dara mengerjapkan matanya. Ia menatap pemilik wajah tampan di depannya, ia tersenyum kala mengingat kejadian semalam. Semalam Naren memintanya lagi dan lagi membuat tubuh Dara serasa remuk semuanya.


" Aku tahu kalau aku tampan, tapi jangan seperti itu memandangiku sayang." Ucap Naren.


" Kamu sudah bangun Mas." Ucap Dara.


" Sudah sayang, Mas suka pagi pagi udah dapat vitamin cantik darimu, di pandang aja Mas udah bahagia apalagi kalau di peluk cium, ah pasti Mas akan merasa sangat bahagia." Ujar Naren mengelus pipi Dara.


Cup...


Dara mengecup bibir Naren. Naren menindih tubuh Dara. Ia mencium bibir Dara, Dara membalas ciumannya. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Ciuman yang semula biasa saja, kini menjadi ciuman yang menuntut.


Tangan Naren bermain main di area favoritnya yaitu di kedua gundukan kembar Dara. Keduanya kembali mereguk nikmatnya cinta.


Selesai mandi, mereka turun untuk sarapan. Di sana sudah ada nyonya Arkana dan Albert.


" Pagi semua." Sapa Naren duduk di kursinya.


" Hmm mentang mentang pengantin baru bawaannya pengin ngerem di kamar mulu' jam segini aja udah mandi basah." Goda nyonya Arkana.


"Iya donk Ma, katanya Mama pengin cepat cepat punya cucu." Ujar Naren.


" Ah iya kalian benar, ya sudah sekarang ayo sarapan dulu, keburu dingin nanti makanannya." Ujar nyonya Arkana.


Dara melayani Naren sambil terus tersenyum. Sedangkan Albert mengepalkan erat tangannya saat melihat tanda merah di leher Dara.


" Aku harus melakukan sesuatu untuk memisahkan mereka." Batin Albert tersenyum smirk.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Naren pamit berangkat kerja.


" Sayang Mas pergi dulu ya, kamu hati hati di rumah! Kalau ada apa apa segera kabari aku." Ucap Naren mencium kening Dara.


" Iya Mas, kamu juga hati hati ya." Sahut Dara.


Setelah kepergian Naren, Dara kembali ke kamarnya. Ia membereskan kamarnya akibat pergulatan nya tadi pagi sampai rapi. Dara tersenyum mengingat sentuhan yang Naren berikan kepadanya.


Hari menjelang siang, telepon Dara berdering tanda panggilan masuk.


" Kak Albert." Gumam Dara.


Dara segera mengangkatnya.


" Halo Kak, ada apa? " Tanya Dara to the point.


" Dara aku melihat Kak Naren jalan sama Jesika."


Deg...


Ucapan Albert membuat jantung Dara berhenti berdetak.


" Bagaimana mungkin Kak? Beberapa saat yang lalu aku menelepon Mas Naren untuk mengajaknya makan siang, tapi dia bilang ada meeting dengan client nya Kak, mungkin Kak Albert salah lihat kali." Ujar Dara.


" Iya Kak, tunggu aku di sana." Sahut Dara mematikan sambungan teleponnya.


" Sebenarnya ada apa ini? Kenapa para wanita Mas Naren terus bermunculan? Aku merasa ada seseorang yang sengaja membuat kekacauan ini, tapi apa tujuannya? Atau mungkin dia tidak suka dengan pernikahanku dan Mas Naren? Ya Tuhan semoga segera terungkap apa motif di balik semua ini sebenarnya." Monolog Dara.


Dara segera memesan taksi untuk sampai di mall itu. Lima belas menit, taksi yang Dara tumpangi sampai di mall xx. Dara segera turun dan menuju resto yang di maksud oleh Albert. Walaupun Dara berasal dari desa, tapi dia tidak kampungan seperti gadis pada umumnya.


" Dara." Albert menghampiri Dara di depan pintu masuk resto tersebut.


" Kamu lihat! Kak Naren nampak sangat akrab sama Jesika, padahal dia pernah bilang kalau dia sangat membenci Jesika, tapi ternyata hanya di bibir saja." Ucap Albert menunjuk ke kursi Naren.


Di sana Naren nampak menikmati kehadiran Jesika di sampingnya. Tak terasa air mata Dara mengalir begitu saja.


" Kau mau ke sana, atau mau pulang?" Tanya Albert.


" Aku akan ke sana, aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka, aku tidak mau terus terus dan di sakiti seperti ini Kak. "Sahut Dara.


Dara berjalan mendekati meja Naren. Naren tidak sadar akan kehadiran Dara, ia terus mengobrol dengan Jesika.


" Aku tidak menyangka kalau kita akan di pertemukan dalam situasi seperti ini." Ucap Naren.


"Iya, maafkan aku yang dulu pernah menghinamu, aku tidak pernah berpikir kalau kamu bisa sembuh dan normal seperti dulu lagi." Ucap Jesika.

__ADS_1


" Memangnya kalau Naren sembuh kamu mau apa?"


Pertanyaan Dara membuat Naren dan Jesika menatap ke arahnya.


" Astaga sayang." Pekik Naren beranjak dari kursinya.


" Sayang kamu ngapain ke sini?" Tanya Naren.


" Ngapain lagi? Cari makanan lah sama Kak Albert, duduk Kak." Dara menatap Albert.


"Terima kasih." Sahut Albert duduk di samping Naren.


" Emm kak, pesankan yang dingin dingin donk, kaya'nya cuaca panas banget nih di sini." Ucap Dara.


"Aku pesankan es krim jumbo ya, biar kamu nggak kepanasan lagi." Ucap Albert.


"Iya boleh." Sahut Dara.


" Sayang jangan terlalu banyak makan es krim! Nanti kamu sakit." Ujar Naren.


" Mending sakit fisik dari pada sakit hati Mas." Sahut Dara.


Naren paham dengan apa yang di maksud Dara.


" Dia Jesika sayang, entah mengapa perusahaan menjadikannya model produk yang akan di luncurkan perusahaan ku, kata para tetinggi, Jesika ini berbakat dan berpengalaman, dan Jesika, kenalkan ini istri tercintaku, namanya Dara." Ucap Naren mencoba menjelaskan semuanya. Ia tidak mau kalau sampai Dara salah paham lagi padanya.


" Kalau menurutku tidak perlu memakai model yang sudah terkenal, perusahaan tidak perlu melambungkan namanya lagi, mending cari model baru yang punya bakat namun tidak punya kesempatan di lirik oleh perusahaanmu." Ujar Dara menatap Jesika.


" Kamu orang kampung tahu apa hah? Yang benar saja, masa' saya di samakan dengan model pendatang baru, pengalamanku jauh lebih besar darinya." Ucap Jesika sombong.


" Tentu saja pengalamanmu jauh di atas mereka yang pendatang baru, tapi aku tidak tahu pasti, apakah itu pengalaman baik ataupun buruk karena keduanya sama sama pengalaman." Ucap Dara sinis.


" Ini maksudnya apa sih? Lo mau ngehina gue? Tahu apa lo soal beginian, lo mah tahunya minta duit sama Naren dan menghabiskannya doank, nggak heran sih karena memang cewek cewek akan tergila gila dengan Naren karena hartanya."Ucap Jesika.


" Sepertinya itu pengakuan tulus dari dalam hatimu Nona, dulu kau menghina Naren, bahkan kau merasa malu pernah mengenal pria gila sepertinya, lalu kenapa sekarang kau kembali Nona Jesika? Apa perjalanan modelingmu sudah padam tidak seperti dulu lagi? Itu sebabnya kamu kembali mendekati Naren lagi dengan alasan menjadi model ambersador produk yang Naren tawarkan? Maaf saya tidak menyetujui kerja sama ini, kalau Naren bersikukuh memakaimu makan saya akan meninggalkan dia, dan aku rasa kamu tahu jawabannya tanpa Naren menjawabnya, jadi silahkan pergi dari sini Nona Jesika, rencana burukmu tidak akan berhasil di sini."Ucap Dara sinis.


" Sialan lo! Naren bisa bisanya lo menikah dengan wanita sampah dan tidak punya sopan santun sama sekali."Cebik Jesika meninggalkan Naren dan Dara.


Naren menatap Dara dengan takut sedangkan Dara menatap tajam ke arah Naren.


" Alamat kena marah lagi, sepertinya Dara punya banyak mata mata, nasib nasib, kenapa harus tertangkap lagi sih mana aku terlihat wellcome lagi sama Jesika." Batin Naren.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya biar author semangat...


Miss U All....

__ADS_1


__ADS_2