Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia
Membalas Sikapmu


__ADS_3

Pagi ini Albert menjemput Zelin di rumahnya. Ia di persilahkan masuk oleh art di rumah itu, lalu duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Zelin turun dari kamarnya.


Tap.. Tap...


" Bi... Apa Bibi melihat gaun ku yang berwarna merah?" Teriak Zelin sambil menuruni anak tangga.


" Iya Non sebentar Bibi ambilkan." Sahut Bi Emi sedikit berteriak.


Deg....


jantung Zelin terasa berhenti berdetak saat tatapannya bertemu dengan tatapan Albert.


" Pa... Ada tamu." Ucap Zelin sedikit berteriak.


Albert mendekati Zelin.


" Aku ke sini ingin menjemputmu." Ucap Albert.


Zelin bersandar pada pegangan tangga sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.


" Menjemputku kemana?" Tanya Zelin menatap Albert.


" Ke sekolah." Sahut Albert.


" Apa kau lupa kalau aku sudah lulus sekolah?" Zelin kembali bertanya.


" Maaf aku lupa." Sahut Albert salah tingkah, pasalnya Zelin bersikap dingin padanya. Entah kemana sikap recehnya.


" Apa kau ke sini karena di suruh oleh kakak tersayangmu itu? Bilang pada kakakmu kalau aku tidak membutuhkan jemputan, aku punya mobil banyak di sini, aku bisa pergi sendiri jika dia lupa." Sahut Zelin hendak kembali menaiki tangga.


Albert mencekal tangannya. Ia menoleh menatap Albert.


" Aku ingin meminta maaf padamu." Ucap Albert.


Zelin kembali menghadap ke arahnya.


" Untuk apa?" Tanya Zelin.


" Karena kemarin aku telah mengabaikanmu." Sahut Albert.


" Tidak masalah bagiku, mau bagaimanapun sikapmu padaku, tidak membuat aku terpengaruh." Sahut Zelin.


" Aku mohon jangan bersikap seperti ini! jangan bersikap dingin padaku!" Ujar Albert.


" Inilah aku yang sebenarnya tuan Albert." Ucap Zelin membuat Albert terkejut.


" Sebenarnya aku orangnya cuek, ketus, pendiam dan bersikap dingin pada semua orang." Jujur Zelin.


" Lalu selama ini?" Albert mengerutkan keningnya.


" Kau orang yang pendiam, kesepian, dan bersikap dingin." Ucap Zelin.


" Aku tidak mungkin menghadapi orang sepertimu dengan sifat asli ku, aku ingin melengkapi kekuranganmu, aku ingin membuat hidupmu ramai dengan ocehan ku, aku ingin membuat hidupmu lebih berwarna, aku ingin kamu melupakan masa lalumu dengan semua yang aku lakukan padamu, untuk itu aku mengubah diriku menjadi orang lain." Terang Zelin.


Albert menatapnya dengan rasa bersalah.

__ADS_1


" Tapi sepertinya kau tidak membutuhkan semua itu, kau lebih membutuhkan kak Jack dalam hidupmu, bukankah kau sangat menyayanginya kan? Sekarang pulanglah dan jaga kak Jackmu itu! Jangan sampai kak Jackmu itu di ambil orang lain." Ucap Zelin.


Zelin berjalan menaiki tangga.


" Tunggu Zelin!" Ucapan Albert menghentikan langkah Zelin.


" Apa lagi?" Tanya Zelin.


" Lalu bagaimana dengan aku yang mencintaimu?" Tanya Albert.


" Heh cinta." Sinis Zelin.


" Maaf, aku tidak butuh orang yang tidak bisa memperjuangkan cintanya, kau terlalu lembek bagiku! Kau rela menyerahkan apapun demi kebahagiaan kakakmu, dan semua itu membuktikan kalau cintamu terhadap kakakmu jauh lebih besar di bandingkan cintamu kepadaku, lalu bagaimana aku bisa bahagia hidup dengan pria seperti itu? Mulai sekarang kita putus, kita tidak ada hubungan apa apa lagi." Ucap Zelin melanjutkan langkahnya.


" Zelin aku tidak mau putus darimu." Albert mengejar Zelin sampai di depan kamarnya.


" Terserah kau saja! Yang jelas sekarang kau bukan kekasihku lagi. Menangislah dalam pangkuan kakakmu itu, mengadulah padanya kalau aku menyakitimu, kalian berdua sama saja." Ucap Zelin menutup pintu kamarnya.


Brak...


Albert berjingkrak kaget.


" Zelin." Lirih Albert meraba pintu kamar Zelin.


Ia menempelkan telinga pada daun pintu.


" Zelin dengarkan alasanku melakukan semua itu! Aku punya alasan kuat Zelin... Ku mohon dengarkan aku! Buka pintunya Zelin! Biarkan aku menjelaskan semuanya!" Ucap Albert.


Pak Krisna yang melihatnya segera menghampiri Albert.


" Tuan maafkan saya!" Ucap Albert.


" Aku memaafkanmu tapi tidak dengan Zelin, Zelin gadis yang sangat keras kepala, selama ini kau hanya melihat sisi baiknya dia, tapi kau belum melihat sisi lain dari Zelin, inilah Zelin yang sebenarnya, keras kepala dan tidak akan mudah memaafkan kesalahan orang lain, jika kau masih mau melanjutkan hubungan ini, perjuangkan Zelin! Tapi kalau kau mau mundur setelah tahu sifat Zelin yang sebenarnya, saya tidak keberatan, saya tidak akan menahanmu." Ucap pak Krisna panjang lebar.


" Bagaimanapun sifat Zelin saya akan tetap mencintainya Tuan, saya akan terus meminta maaf pada Zelin sampai Zelin memaafkan saya dan menerima saya kembali, saya akan memperjuangkan cinta saya." Tegas Albert.


" Baguslah kalau begitu, saya akan membantumu." Ujar pak Krisna.


" Terima kasih Tuan." Sahut Albert.


" Sekarang ayo kita sarapan, aku akan mendekatkan Zelin kembali kepadamu." Ucap pak Krisna.


" Baiklah Tuan." Sahut Albert.


Keduanya berjalan menuju meja makan. Mereka menunggu kedatangan Zelin. Tak lama setelah itu, Zelin datang. Ia nampak sudah rapi dari sebelumnya. Ia memakai dress selutut berwarna putih.


" Pagi Pa." Sapa Zelin duduk di kursinya tanpa mempedulikan Albert.


" Pagi sayang." Sahut pak Krisna.


Zelin hendak mengambil nasi tapi ucapan papanya mengurungkan niatnya.


" Albert tamu kita sayang, layani dia dengan baik! Ambilkan makanan untuknya!" Ucap pak Krisna.


Zelin menghela nafasnya. Dengan terpaksa ia mengambilkan makanan sepiring penuh tanpa bertanya apa yang mau Albert makan.

__ADS_1


Zelin meletakkan makanan itu di depan Albert.


" Terima kasih." Ucap Albert tanpa mendapat sahutan dari Zelin.


Zelin melirik ke arah Albert yang nampak enggan memakannya karena porsinya kebanyakan menurutnya.


" Rasain kamu Mas, makan tuh makanan sampai perut kamu kenyang, dan setelah itu perutmu akan sakit." Batin Zelin tersenyum sinis.


" Aku tahu kau sengaja melakukannya sayang, akan aku buktikan kalau aku bisa menghabiskannya, tidak apa, demi kamu aku rela tubuhku menjadi melar." Batin Albert mulai memakan makanannya.


" Sayang, apa kamu tidak mau jalan jalan kemana gitu sama Albert?" Tanya pak Krisna memancing Zelin.


Zelin menggelengkan kepalanya.


" Ini waktu liburan lhoh, pasti tempat tempat wisata ramai." Ujar pak Krisna.


" Biarin saja." Sahut Zelin.


" Kamu tidak ingin berkunjung kemana gitu?" Tanya pak Krisna.


Zelin meletakkan sendoknya. Ia menatap papanya.


" Kalau aku pengin pergi, aku pasti udah pergi sendiri Pa, tidak perlu mengajak Mas Albert, memangnya siapa dia?" Ketus Zelin.


" Dia pacar kamu Zelin." Sahut pak Krisna.


" Tidak ada seorang pacar yang memberikan pacarnya sendiri pada orang lain Pa, termasuk kakaknya Pa." Sahut Zelin melirik sinis ke arah Albert.


Hati Albert mencelos mendengar ucapan Zelin.


" Maafkan aku Zelin!" Ucap Albert merasa bersalah.


" Aku memaafkanmu, aku harap setelah ini kau tidak perlu menemuiku lagi, aku malas berurusan dengan pecundang sepertimu." Ucap Zelin meninggalkan meja makan.


Albert menundukkan kepalanya sedih. Ia menyesal telah mengabaikan Zelin kemarin. Kalau tahu kejadiannya akan seperti ini, pasti ia akan bersikap seperti biasanya.


" Semoga kau mau memaafkan aku Ze." Batin Albert.


" Yang sabar nak Albert, begitulah Zelin." Ucap pak Krisna.


" Iya Pak." Sahut Albert.


Penasaran nggak sih sama Zelin yang mampu mencuri hati kedua kakak beradik itu?


Nih author kasih visualnya...



Eits... Jangan lupa tekan like setelah membaca untuk menghargai karya author ya..


Kalau berkenan kasih 🌹 yang banyak untuk author...


Terima kasih untuk readers yang sudah mensuport author, semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2