
Naren berlari keluar, ia terserang panik luar biasa setelah tidak menemukan Dara. Ia menuju bagian informasi untuk mempertanyakan kemana Dara pergi.
" Suster pasien atas nama Andara Kusuma kemana?" Tanya Naren menatap petugas di sana.
" Sebentar kami cek dulu pak." Ucap suster membuka komputernya.
" Nona Andara baru saja pulang Pak." Ucap suster.
" Bagaimana dia bisa pulang? Dia belum sehat Sus, dia baru saja mengalami keguguran, kenapa kalian membiarkannya pulang hah? Saya akan menuntut rumah sakit ini kalau istri saya kenapa napa." Bentak Naren.
" Nona Andara telah menandatangi surat memaksa pulang sendiri pak, jadi jika terjadi apa apa dengan istri anda maka itu bukan tanggung jawab kami." Ucap suster.
Naren menarik kasar rambutnya. Mau berdebat pun pasti dia akan kalah.
" Dara..... Kenapa kau lakukan ini sayang.... Kamu dimana sekarang? Apa mungkin kamu sudah pulang ke rumah? Aku harus pulang ke rumah, ya... Dara pasti sudah pulang ke rumah bersama Mama." Ujar Naren mencoba berpikir positif.
Naren berlari meninggalkan rumah sakit menuju mobilnya.
Naren melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, Naren segera berlari masuk ke dalam.
" Dara." Panggil Naren.
Naren masuk ke dalam kamarnya. Ia mencari Dara ke setiap sudut, namun nihil... Dara tidak ada dimanapun.
" Dara, kamu dimana?" Teriak Naren berharap mendapat sahutan dari Dara namun sepertinya angan angan tinggallah angan angan saja.
Naren berjalan menuju kamar mamanya.
" Ma apa Dara bersama Mama?" Tanya Naren membuka pintunya. Ia melongok kan kepalanya memperhatikan setiap sudut kamar mamanya.
Nyonya Arkana menoleh ke arah pintu. Ia menghampiri Naren yang nampak cemas.
" Ada apa sayang? Kenapa kau tidak menemani Dara di rumah sakit?" Nyonya Arkana menatap Naren.
" Ma, Dara tidak ada di rumah sakit, kata suster dia sudah pulang sore ini, aku berpikir dia bersama dengan Mama, apa Mama tidak mengetahui dimana Dara sekarang?" Tanya Naren.
" Tidak sayang, tadi Dara meminta Mama untuk pulang istirahat di rumah, dia bilang kamu yang akan menemaninya di rumah sakit, rupanya dia membohongi Mama." Ucap nyonya Arkana.
" Ma Dara pergi kemana dengan kondisi yang seperti itu? Apa mungkin dia pulang ke rumahnya karena dia marah sama aku?" Ujar Naren.
" Mungkin dia pulang ke rumahnya sayang, tidak mungkin kan dia pergi begitu saja kalau dia tidak punya tujuan, sekarang ayo kita ke rumahnya, kita harus menjemput Dara dan menyelesaikan semua masalah ini dengan segera sayang, sebelum semuanya terlambat dan bertambah besar masalahnya." Ujar nyonya Arkana.
__ADS_1
" Iya Ma, aku ingin meminta maaf pada Dara dan memperbaiki hubungan kami." Ucap Naren.
Naren dan mamanya masuk ke dalam mobil. Naren melajukan mobilnya menuju kota dimana Dara tinggal. Hari sudah mulai malam bahkan suara adzan isya pun sudah terdengar.
Di dalam perjalanan Naren terus berdoa semoga Dara ada di sana. Ia berjanji akan membawa Dara kembali ke rumahnya dan membuatnya bahagia.
" Tunggu aku sayang, aku akan menjemputmu, kita akan membuka lembaran baru dan kita akan hidup bahagia selamanya, aku mencintaimu sayang, maafkan aku! " Ujar Naren dalam hati.
Tiga jam kemudian Naren menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Dara. Keduanya turun dari mobil lalu menuju pintu rumah Dara.
Tok tok tok
Naren mengetuk pintunya. Tak lama pak Rohman membuka pintunya.
" Ayah." Naren menyalami pak Rohman dengan takzim.
" Naren.... Ada apa malam malam ke sini Nak Naren? Dimana Dara? Apa terjadi sesuatu pada Dara?" Tanya pak Rohman.
" Akan aku jelaskan semuanya di dalam Ayah." Sahut Naren.
" Baiklah, silahkan masuk!" Ucap pak Rohman.
Ketiganya duduk di sofa ruang tamu.
Naren menceritakan apa yang terjadi kepadanya dan Dara selama ini dengan penuh penyesalan, ia menceritakan dari awal sampai akhir tanpa ada yang di tutupi nya.
" Semua ini Albert lakukan untuk memisahkan aku dan Dara Yah, dan dengan bodohnya aku malah terhasut oleh kata katanya, aku menyesal Ayah, maafkan aku!" Ucap Naren menundukkan kepalanya.
" Terus terang Ayah sangat kecewa sama kamu Nak, bagaimana bisa kamu tega berbuat seperti kepada Dara setelah apa yang Dara lakukan kepadamu selama ini, Dara pasti sangat terluka dengan apa yang kau tuduhkan kepadanya." Ucap pak Rohman menghela nafasnya pelan.
" Saya mohon maaf atas kesalahan yang putra saya lakukan pak Rohman, sungguh saya tidak tahu jika mereka sedang dalam masalah, karena selama ini mereka terlihat baik baik saja di depan saya." Ucap nyonya Arkana menyesali ketidak tahuannya.
" Semua sudah terjadi nyonya, yang menjadi pikiran saya dimana Dara sekarang? Kenapa dia tidak pulang ke rumah? Padahal dia tidak punya siapa siapa di kota, bagaimana jika terjadi hal buruk kepadanya? Dia anakku satu satunya, kenapa nasibnya begitu malang seperti ini." Ucap pak Rohman sedih.
" Maafkan aku Ayah! Aku akan mencari Dara sampai ketemu, tapi sebelum itu aku ingin memastikan sesuatu Ayah." Ucap Naren menatap pak Rohman. Begitupun sebaliknya.
" Apa Ayah yakin kalau Dara tidak pulang kemari Yah? Tolong katakan yang sebenarnya padaku Yah, jangan menyembunyikan Dara dariku! Aku tahu aku salah, tapi aku ingin memperbaiki hubungan kami Yah, tolong katakan dimana Dara sekarang." Ucap Naren meneteskan air matanya.
" Ayah benar benar tidak tahu Nak, kalau Ayah tahu untuk apa Ayah menyembunyikan Dara darimu? Dia masih istrimu dan dia masih menjadi tanggung jawabmu, kalau nanti Dara pulang kemari, Ayah akan mengabarimu." Ucap pak Rohman.
" Baiklah Ayah, segera telepon aku kalau Dara pulang kemari, kalau begitu kami pamit pulang dulu, sekali lagi maafkan aku Ayah, aku berjanji akan mencari Dara sampai ketemu." Ucap Naren berpamitan.
__ADS_1
" Hati hati." Ucap pak Rohman.
Naren kembali ke kota dengan penuh kekecewaan di dalam hatinya. Ia tidak menyangka jika kebodohannya membuatnya kehilangan wanita yang sangat ia cintai.
Tak lama setelah kepergian Naren, pintu kembali di ketuk dari luar. Pak Rohman segera membukanya.
Ceklek....
" Dara." Pekik pak Rohman.
" Ini kamu Nak?" Pak Rohman memeluk tubuh Dara yang nampak lemah.
" Iya Ayah, aku kembali." Sahut Dara.
" Ayo kita masuk Nak, sebelum ada yang melihatmu." Pak Rohman menuntun Dara masuk ke dalam.
Mereka duduk di sofa tempat dimana Naren tadi duduk. Pak Rohman menatap Dara dengan tatapan iba.
" Bagaimana bisa kamu kabur dari rumah sakit Nak? Bagaimana jika terjadi sesuatu denganmu di jalan? Ayah tidak akan memaafkan diri Ayah sendiri jika sampai itu terjadi." Ucap pak Rohman sedih.
" Aku ingin pulang Yah, aku ingin kembali tinggal dengan Ayah, aku ingin melupakan masa masa sulitku akhir akhir ini bersama dengan Mas Naren, aku baru saja kehilangan calon anakku Yah, aku ingin menata hidupku dengan damai di sini, ku mohon jangan beritahu Mas Naren kalau aku ada di sini." Ucap Dara.
" Tapi Nak, Naren cemas mencarimu, dia sudah menceritakan semuanya sama Ayah, Albert lah yang bertanggung jawab atas semua ini Nak, apa tidak sebaiknya Ayah memberitahu Naren kalau kamu ada di sini." Ujar pak Rohman.
" Biarkan saja Ayah! Jika dia memiliki cinta yang tulus untukku, dia pasti akan menemukan aku di sini, aku lelah Ayah, aku mau tidur." Ucap Dara.
" Baiklah Nak, jangan terlalu di pikirkan masalah ini, sekarang tidurlah di kamarmu." Ucap pak Rohman.
Dara masuk ke kamarnya, pak Rohman menatap punggungnya yang mulai menghilang.
" Dara benar... Jika kau memiliki cinta yang tulus untuk putriku maka kau pasti akan menemukannya di sini." Batin pak Rohman.
Kira kira Naren bisa nemuin Dara nggak nih?
Kita buat Naren uring uringan dulu ya biar kapok...
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya...
Udah double up lhoh...
Miss U All...
__ADS_1
TBC....