Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia
Albert Kecelakaan


__ADS_3

Hari ini Albert pergi ke rumah Zelin untuk kembali meminta maaf. Ia duduk di ruang tamu menunggu Zelin yang sedang di panggil oleh Bi Emi. Ia nampak cemas karena sedari tadi Zelin tidak kunjung turun juga padahal Bi Emi sudah turun dari tadi.


" Turunlah sayang! Aku ingin meminta maaf padamu, maafkan sikap plin planku ini! Aku ingin memperbaiki hubungan kita, ku mohon berilah aku kesempatan." Batin Albert.


Satu jam....


Dua jam terlewati...


Genap tiga jam Albert segera keluar dari sana dengan perasaan kesal. Zelin menatap kepergian mobilnya dari balkon kamarnya.


" Maafkan aku Mas Al! Aku harus melakukan ini agar kau sadar seberapa berartinya aku dalam hidupmu, aku juga ingin tahu sampai mana kau akan memperjuangankan cintamu." Batin Zelin masuk ke dalam kamarnya.


Tiga hari berlalu, setiap hari Albert datang ke rumah Zelin. Namun Zelin sama sekali tidak mau menemuinya. Hal itu sukses membuat Albert uring uringan. Ia bahkan sudah putus asa dengan usahanya.


Malam ini Zelin hendak tidur. Tiba tiba ponselnya berbunyi. Ia melihat id pemanggil yang tak lain adalah Jack.


" Kak Jack, kenapa dia menelepon ku malam malam begini? Apa terjadi sesuatu ya?" Zelin melihat jam beker yang menunjukkan pukul sembilan malam.


Klik...


Zelin mengangkat teleponnya.


" Halo Kak." Sapa Zelin.


" Zelin hiks.... " Ucap Jack membuat Zelin mengerutkan keningnya.


" Kau kenapa Kak?" Tanya Zelin.


" Zelin hiks... Albert kecelakaan."


Jeduar......


" A.. Apa? Kecelakaan?" Pekik Zelin.


" Iya, kondisinya kritis dan saat ini dia koma, dokter bilang untuk merangsang kesadarannya, dia harus sering di ajak ngomong sama orang yang di cintainya, apa kau bisa kemari membantuku membuat Albert sadar kembali?" Ujar Jack sedih.


" I.. Iya Kak, aku akan ke sana! Kirim saja lokasinya, aku akan bersiap." Zelin mematikan ponselnya.


Zelin memakai jaketnya, ia menyambar kunci mobilnya di atas nakas. Setelah mendapatkan alamat rumah sakit, ia segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

__ADS_1


Lima belas menit Zelin sampai di rumah sakit. Ia segera berlari menuju ruang rawat Albert. Ya baru saja Albert di pindahkan ke ruang rawat.


Brak...


Zelin membuka pintunya dengan keras. Ia mengatur nafasnya yang ngos ngossan.


Deg...


Jantungnya terasa berhenti berdetak saat melihat pria yang sangat ia cintai terbaring lemah di atas ranjang dengan alat alat medis yang menempel di badannya.


" Zelin, lihatlah Al!" Jack menghampiri Zelin.


" Akibat dari kecelakaan itu, dia mengalami koma dan dokter tidak bisa memastikan kapan dia akan sadar, kau harus sering mengajaknya bicara agar dia sadar Zelin.. Tolong bantu aku! Aku tidak mau kehilangannya, aku sangat menyayangi Albert, adikku yang malang." Ucap Jack.


Tes...


Air mata Zelin menetes begitu saja. Ia tak kuasa melihat kondisi Albert saat ini. Ia berjalan pelan mendekati ranjang Albert. Ia duduk di kursi samping ranjang.


" Mas Al, bangunlah!" Zelin menggenggam tangan kanan Albert.


Air mata terus menetes di pipinya. Berkali kali ia mengusapnya namun tak juga berhenti.


Jack tersenyum melihatnya.Ia yakin kalau Albert akan sadar dengan adanya Zelin di sampingnya.


" Sekarang aku ada di sini Mas, bukalah matamu! Kau kangen ocehan ku kan?Sekarang dengarkan ocehanku yang akan membuat telingamu sakit! Aku sudah memaafkanmu Mas, ku mohon sadarlah! Buka matamu demi aku! Aku mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, aku mohon bangunlah Mas!" Ucap Zelin sedih. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya jika Albert menutup mata selamanya.


" Mas bangunlah! Kau ingin memperbaiki hubungan ini kan? Aku berjanji akan selalu berada di sampingmu jika kau membuka mata, aku tidak akan menjauhimu lagi, dan hubungan kita akan kembali seperti dulu lagi, kau mau menikah denganku kan? Aku siap menikah denganmu kapan saja Mas, asalkan kau mau membuka matamu Mas, bangunlah demi aku!" Ujar Zelin mengguncang pelan lengan Albert


" Sabarlah Zelin! Pelan pelan Albert pasti akan sadar, kita doakan semoga Albert baik baik saja, aku tidak bisa membayangkan jika Albert tiada Zelin... Aku tidak sanggup melanjutkan hidupku jika sampai itu terjadi, dia adikku... Adik kesayanganku, aku sudah berjanji pada ayahku jika aku menemukan adikku, aku akan selalu menjaganya dan membuatnya bahagia." Ucap Jack.


" Tapi apa? Jangankan membuatnya bahagia, menjaganya saja aku tidak bisa, dia kecelakaan Zelin... Dan dia bisa kehilangan nyawanya kapan saja." Sambung Jack mengusap air matanya.


" Itu tidak akan terjadi Kak, Mas Al pasti akan sadar, dia akan bangun dari komanya, karena aku tahu cinta kami yang akan membangunkannya." Sahut Zelin.


" Semoga Tuhan mengabulkan apa yang kau ucapkan." Sahut Jack berjalan menuju sofa.


Zelin menatap Albert, ia merasa bersalah kepada Albert karena mengabaikannya selama ini. Ia berjanji akan memperbaiki hubungan mereka setelah Albert sembuh nanti.


" Mas bangunlah! Kalau kau tidak bangun aku akan pergi, aku nggak akan mau menemuimu lagi hiks.... Bangunlah Mas! Jangan membalas perbuatanku dengan cara seperti ini! Aku tidak sanggup kehilanganmu, aku sangat mencintaimu, ku mohon bangunlah demi aku! Aku akan selalu menemanimu di sini, aku akan merawatmu, bangun Mas." Ucap Zelin.

__ADS_1


Tatapan Zelin tertuju pada jari Albert yang mulai bergerak.


" Kak, tangan Mas Al bergerak." Ucap Zelin senang.


" Apa?" Jack segera menghampiri Zelin.


" Coba Kakak perhatikan! Tadi jari Mas Al benar benar bergerak Kak." Ujar Zelin.


Dan benar saja, jari Albert bergerak. Jack segera memanggil dokter. Tak lama ia kembali dengan dokter Burhan, dokter yang menangani Albert.


" Tolong periksa adik saya Dok!" Ucap Jack.


" Baiklah." Sahut dokter Burhan.


Dokter mulai memeriksa Albert.


" Bagaimana keadaan adik saya Dok?" Tanya Jack.


" Sudah ada perubahan Tuan karena dia mulai merespon, tetap ajak dia bicara supaya dia cepat sadar, saya akan kembali besok pagi untuk memeriksanya lagi." Sahut dokter Burhan.


" Iya Dok silahkan! Terima kasih." Sahut Jack.


Dokter keluar ruangan.


" Kau benar Zelin, cintamu membawa pengaruh besar untuk Albert, terima kasih sudah membantuku." Ucap Jack.


" Sama sama Kak." Sahut Zelin.


Jack kembali ke sofa, ia merebahkan tubuhnya di sana. Zelin terus menggenggam tangan Albert, ia menyandarkan kepalanya pada ranjang. Tak terasa ia masuk ke Al mimpi.


Jangan lupa untuk tekan like, koment vote dan 🌹yang banyak buat author...


Next part kita fokus sama Albert dan Zelin ya..


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2