Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia
Pernikahan Narendra & Andara


__ADS_3

Setelah acara pertunangan kemarin, hari ini adalah hari pernikahan Narendra Kusuma dengan Andara Louiska. Tempat berlangsungnya acara pernikahan sama dengan acara pertunangan mereka di langsungkan. Yaitu di kediaman keluarga Kusuma.


Bukan karena tidak bisa membayar hotel berbintang lima ataupun tujuh, namun Naren ingin mengukir sejarah cintanya di rumahnya sendiri. Kali ini rumah di dekor lebih meriah dan mewah, karena hari ini hari pernikahan.


Para tamu undangan sudah hadir untuk menjadi saksi perjalanan kedua mempelai untuk saling mengucap janji suci. Dengan memakai jas dan celana hitam membuat Naren tampak lebih muda. Sedangkan Dara memakai gaun pengantin berwarna putih, dengan rambut di sanggul ke atas, kalung berlian menghiadi leher putihnya, membuatnya nampak lebih dewasa.


" Saudara Narendra Kusuma." Pak Rohman menjabat tangan Naren.


" Saya." Sahut Naren.


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya, Andara Louiska dengan mas kawin berlian seberat sepuluh gram di bayar tunai." Ucap pak Rohman.


" Saya terima nikah dan kawinnya Andara Louiska binti bapak Rohman untuk saya sendiri, dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Sahut Naren dengan lantang.


" Bagaimana saksi?" Tanya pak penghulu.


" Sah." Sahut kedua saksi.


" Alhamdulillah." Ucap pak penghulu.


Pak penghulu membaca doa doa dan khutbah nikah.


" Sekarang cium lah punggung tangan suamimu, sebagai baktimu kepada suamimu nak Dara." Ujar pak penghulu.


Dara mencium punggung tangan Naren, sedangkan Naren menyebulkan doa ke ubun ubun Dara. Setelah itu Naren mencium kening Dara cukup lama.


Suara tepuk tangan memenuhi ruangan, mengiringi kebahagiaan mereka berdua.


" Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri, perhatikan hal dan kewajiban masing masing, semoga berbahagia." Ucap pak penghulu.


" Terima kasih Pak." Sahut Dara dan Naren bersamaan.


Setelah acara tukar cincin selesai, tibalah saatnya acara resepsi. Dimana semua tamu undangan memberikan doa restu mereka dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


" Selamat sayang, selamat datang di keluarga kami, semoga kalian selalu bahagia." Nyonya Arkana memeluk Dara.


" Amin, terima kasih Ma." Sahut Dara.


" Selamat Naren, semoga kau selalu bahagia dan bisa membuat Dara bahagia." Nyonya Arkana ganti memeluk Naren.


" Amin, terima kasih Ma." Sahut Naren.


" Segera berikan Mama cucu yang lucu." Ujar nyonya Arkana.


" Tentu Ma." Sahut Naren.


Pipi Dara memerah mendengar ucapan sang mama mertua.


" Selamat tuan Naren, semoga bahagia dan segera di berikan momongan yang soleh dan solehah." Ucap pak Romeo.


" Terima kasih tuan Romeo, selamat menikmati acaranya." Sahut Naren.


" Sama sama tuan." Sahut tuan Romeo.


Masih banyak lagi ucapan ucapan selamat yang di berikan oleh para kolega Naren.


Tiba saatnya Albert yang memberikan selamat.


" Selamat Kak, semoga berbahagia, aku mohon jangan sakiti Dara dia wanita yang baik, jika kau sudah tidak menginginkannya, berikan dia padaku! Aku siap menerimanya kembali." Ucap Albert memeluk Naren.


" Terima kasih, aku berjanji akan membuat kakak iparmu bahagia, aku tidak akan pernah melepaskan Dara apapun yang terjadi, jadi lebih baik kau segera mencari pendamping untuk kau nikahi, aku akan mengatur pernikahanmu sedemikian rupa." Sahut Naren menepuk pundak Naren.

__ADS_1


" Aku takut kecewa lagi Kak, jadi aku belum kepikiran memilih gadis lain." Sahut Albert.


Albert menatap Dara sendu, Dara tersenyum manis kepadanya.


" Selamat Dara, semoga kau selalu bahagia hidup bersama kakakku." Ucap Albert.


" Terima kasih Kak, bahagia juga untukmu." Sahut Dara.


Setelah Albert mengucapkan selamat kepada Dara dan Naren, ia ingin kembali ke kamarnya. Saat ia melewati tangga tiba tiba ada seorang gadis yang menyelonong menabraknya. Gadis itu hilang keseimbangan dan hendak jatuh ke bawah, beruntung Albert segera menariknya ke dalam pelukan Albert.


Untuk sesaat, keduanya hanya diam.


" Astaga maafkan aku! Aku tidak sengaja menabrakmu." Ucap gadis itu menjauhkan dirinya.


" Tidak masalah, lain kali hati hati." Ucap Albert.


" Terima kasih sudah menolongku." Ujarnya.


" Hmm." Gumam Albert.


" Oh ya kenalin, namaku Shelin." Gadis itu mengulurkan tangannya namun Albert tidak menggubrisnya. Ia melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Saat ia hendak menutup pintu, tiba tiba Shelin menahannya.


" Hei tunggu dulu!" Ucap Shelin.


" Kamu nggak sopan banget jadi orang, ada yang mau kenalan kok malah di cuekin, dingin amat jadi cowok, lagi patah hati ya." Shelin menatap Albert seksama.


" Jangan sok tahu lo." Ketus Albert.


" Keliatan kali dari muka kamu." Ujar Shelin.


" Udah sana pergi! Ngapain kamu ke sini?" Ujar Albert.


" Hei lo nggak sopan masuk ke kamar orang sembarangan, siapa sih lo?" Albert menatap Shelin.


" Kamu nggak tahu siapa aku?" Albert menggelengkan kepala.


" Seriusan kamu nggak tahu siapa aku?" Tanya Shelin sekali lagi menatap Albert dengan tatapan menyelidik.


Albert kembali menggelengkan kepala.


" Gue juga tidak tahu siapa gue ha ha ha. " Shelin tertawa lepas tanpa malu.


" Nih cewek aneh banget, nggak ada jaim jaim nya, jauh banget sama Dara." Batin Albert.


" Mendingan sekarang lo pergi dari sini, kalau lo nggak mau pergi maka gue tidak akan membiarkan lo pergi begitu saja sebelum gue apa apain." Tekan Albert.


" Memangnya apa yang akan kau lakukan?" Tanya Shelin.


" Aku akan mengurungmu di sini lalu aku akan memaksamu melayani ku di atas.... " Albert melirik ranjangnya membuat Shelin bergidik ngeri.


" Ya ya aku pergi, jangan kangen sama gue ya karena kangen itu berat, lagian belum tentu lo bisa nemuin gue, karena apa? Karena gue bidadari yang baru turun dari kayangan ha ha." Ucap Shelin meninggalkan kamar Albert.


" Dasar sinting." Umpat Albert.


Kembali ke Dara dan Naren, Naren menggenggam tangan Dara seolah tidak mau melepasnya.


" Dara sayang." Naren menatap Dara begitupun sebaliknya.


" Ya Mas." Sahut Dara.

__ADS_1


" Aku tidak pernah menyangka jika hari ini akan tiba, aku dulu berpikir hidupku akan terus menjadi orang yang tidak waras selamanya, aku tidak akan mengerti apa itu keluarga, apa itu cinta dan aku tidak akan pernah bertemu dengan ibuku selamanya." Ucap Naren.


" Tapi setelah kau datang dalam hidupku, hidupku mulai berubah, aku punya teman, aku punya kamu yang tulus merawatku, aku punya kamu yang mau berjuang demi merebut hakku kembali, aku punya kamu yang selalu menyayangiku, aku berharap kau tidak akan pernah meninggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpamu, kau bagaikan nafas dalam hidupku, jika kau pergi maka aku akan tiada." Ucap Naren menyentuh hati Dara.


" Iya Mas, aku tidak akan meninggalkanmu, apalagi sekarang kau suamiku, aku akan mengikuti kemanapun kau membawaku, aku akan mengabdikan seluruh hidupku bersamamu, begitupun juga dengan dirimu, kau tidak boleh meninggalkan aku." Ujar Dara.


" Aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi, aku mencintaimu love you Dara." Naren mencium tangan Dara.


" Love you too my husband." Sahut Dara tersenyum bahagia.


Setelah acara selesai, Naren membawa Dara ke kamarnya. Dara mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Kamar pengantin yang sangat indah dengan hiasan bunga mawar merah menghiasi ranjangnya.


" Mas, apa kamu mau itu malam ini?" Tanya Dara membuat Naren mengerutkan keningnya.


" Maksudmu malam pertama?" Tanya Naren memastikan.


" I... Iya." Sahut Dara.


" Ya maulah sayang, sini!" Naren menuntjn Dara ke ranjangnya.


Ia mendorong Dara lalu menindih tubuhnya.


" Ma... Mau apa kamu Mas?" Gugup Dara.


" Ya mau melakukan malam pertama lah sayang, memangnya mau ngapain? Kita kan pengantin baru jadi sudah sepantasnya kan kalau aku melakukan itu padamu." Ucap Naren mengelus pipi Dara.


" Ta... Tapi Mas, aku belum siap melakukan itu." Ucap Dara.


" Kenapa hmm?" Tanya Naren.


" Aku takut." Sahut Dara.


" Tidak perlu takut, aku akan melakukannya dengan lembut, lihatlah junior ku sudah meronta." Naren menuntun tangan Dara ke bagian bawahnya.


" Astaga." Dara langsung menarik tangannya saat merasakan sesuatu yang besar menegang.


" Kenapa? Kaget ya?" Kekeh Naren.


" Mas perutku mulas, aku mau ke kamar mandi." Ucap Dara.


" Kamu mau kabur dariku?" Selidik Naren.


" Tidak, hanya kebelet saja." Sahut Dara.


" Kalau bohong aku akan membuatmu tidak bisa berjalan besok pagi." Ucap Naren menatap Dara.


Dara hanya menganggukkan kepalanya saja. Naren merebahkan tubuhnya di samping Dara. Dara langsung berlari menuju kamar mandi.


Brak...


Dara menutup keras pintunya membuat Naren menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" Aku sangat bahagia, hari ini aku bisa memilikimu selamanya." Monolog Naren.


Adakah yang penasaran dengan malam pertama mereka?


Kalau ada jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya ya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu..


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2