Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia
Gagal Honeymoon


__ADS_3

Hari ini Zelin dan Albert hanya mendekam di kamar saja. Honeymoon yang mereka rencanakan harus gagal karena Zelin jatuh sakit. Kini Zelin berbaring di ranjang dengan bahu Albert sebagai sandaran.


" Mas maafkan aku ya! Gara gara aku honeymoon kita jadi gagal." Ucap Zelin memeluk perut Albert.


" Tidak pa pa sayang, walaupun kita gagal bulan madu tapi kita bisa melakukan malam pengantin di sini kan." Albert mengelus kepala Zelin.


" Iya Mas nanti kalau aku udah agak mendingan kita bisa melakukannya." Sahut Zelin.


" Sekarang istirahatlah! Aku akan membangunkanmu saat makan malam nanti, kamu harus meminum obat lagi." Ucap Albert.


" Tetap peluk aku sampai aku bangun nanti!" Ucap Zelin.


" Baiklah, apapun untukmu." Albert memeluk Zelin.


Zelin memejamkan matanya mungkin karena efek obat yang baru saja ia minum.


Beberapa jam kemudian, Zelin mengerjapkan matanya, ia duduk bersandar pada head board.


" Kamu sudah bangun, baru saja aku mau membangunkanmu." Albert menghampiri Zelin dengan membawa nampan makanan di tangannya.


" Iya Mas, ternyata sudah malam toh." Sahut Zelin.


" Iya, sekarang makan dulu! Terus minum obatnya." Ujar Albert.


" Obatnya nanti aja Mas, katanya mau itu kalau aku minum obat sekarang yang ada aku malah ngantuk." Ujar Zelin.


" Memangnya kamu sudah mendingan? Kalau belum kita bisa melakukannya lain waktu sayang." Sahut Albert.


" Kamu sudah menunggu selama sembilan hari Mas, kita akan membuat kenangan indah di malam ini, malam ke sepuluh pernikahan kita." Zelin mengerlingkan matanya.


" Genit kamu ya." Albert mencubit hidung Zelin dengan pelan.


Albert menatap Zelin begitupun sebaliknya. Albert memajukan wajahnya mencium bibir Zelin dengan lembut. Tak mau kalah Zelin pun membalas ciuman Albert. Keduanya saling membelitkan lidah. Suara decapan memenuhi kamar mereka. Albert menekan tengkuk Zelin memperdalam ciumannya.


Di rasa kehabisan nafas, Albert melepas pagutannya.


" Manis sayang." Albert mengusap lembut bibir Zelin dengan jempolnya.


" Aku tidak menyangka kalau ternyata kau pandai juga berciuman." Ucap Albert.


" Aku kan sering nonton drakor romantis, jadi aku mempelajarinya dar....." Zelin menjeda ucapannya melihat Albert yang melotot ke arahnya.


" He he... Jangan marah donk Mas! Ini kan juga demi kamu, coba aja kalau tadi aku pasif pasti nggak ada rasanya kan." Zelin menaik turunkan alisnya.


" Kalau itu kamu sudah mempelajarinya belum?" Tanya Albert.


" Ya belum lah Mas! Kalau itu aku tidak tahu apa apa, aku pasti seperti gedebhok pisang yang kaku ha ha ha." Zelin tertawa lepas.


" Ayo kita coba!" Albert menatap Zelin.


" Ayo." Tantang Zelin.


Zelin mulai membuka bajunya sendiri.

__ADS_1


" Eh kamu mau ngapain sayang?" Albert menutup matanya dengan kedua tangannya.


" Kenapa malah tutup mata Mas? Kan kita mau itu, kalau tidak membuka pakaian terus gimana?"


Albert menjauhkan tangannya menatap Zelin.


" Tenang saja Mas! Tubuhku mulus tanpa bekas sedikit pun." Ucap Zelin.


Dan benar saja, Albert menatap tubuh mulus nan putih itu tanpa berkedip.


Glek...


Albert menelan kasar salivanya.


" Mau lanjut atau udahan?"


" Lanjut." Sahut Albert cepat.


Albert segera mendorong Zelin lalu mengukung tubuhnya. Ia kembali mencium bibir Zelin dengan penuh nafs*. Lama lama ciuman itu turun ke leher hingga dua gundukan kembar nan indah milik Zelin.


Entah siapa yang melakukannya kini tubuh keduanya sama sama polos.


" Kalau sakit cakar punggungku ya." Ucap Albert.


Zelin menganggukkan kepalanya.


Albert menuntun senjatanya menuju tempatnya. Saat hampir masuk sempurna tiba tiba Zelin mencakar punggung Albert dengan brutal. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Albert. Ia memacu tubuhnya dengan pelan menikmati indahnya surga dunia yang ia ciptakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Shh pelan sayang!" Rintih Albert saat Zelin mengusulkan salep ke punggungnya.


" Iya maaf Mas! Maaf ya gara gara aku punggungmu jadi penuh luka gini." Ucap Zelin.


" Nggak pa pa sayang, aku bahagia kok karena aku bisa memilikimu sepenuhnya, aku sudah tidak khawatir lagi kau akan meninggalkan aku." Sahut Albert.


" Memangnya kalau aku sudah tidak gadis lagi, aku tidak bisa meninggalkanmu?" Tanya Zelin.


Albert tajam menatap ke arahnya.


" Apa kamu berniat untuk meninggalkan aku?" Selidik Albert.


" Kalau niat nggak ada sih, tapi kalau tidak sengaja aku nggak tahu." Sahut Zelin.


" Apa maksudmu sebenarnya sayang?" Tanya Albert.


" Ya siapa tahu suatu hati nanti kamu melukaiku, atau kamu selingkuh dengan wanita lain, aku pasti akan meninggalkanmu." Sahut Zelin.


Albert menggenggam tangan Zelin.


" Aku tidak akan melakukan semua itu sayang, kemarahanmu tempo hari menjadi pelajaran untukku, aku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan kesalahan yang bisa menyakitimu, aku janji itu." Albert mencium punggung tangan Zelin.


" Aku akan menagih janjimu setiap saat Mas." Ucap Zelin.

__ADS_1


" Aku juga akan menepatinya setiap saat sayang." Albert mencium kening Zelin.


" Semoga kita hidup bahagia Mas, bersama anak anak kita nanti." Ucap Zelin.


" Amin." Sahut Albert.


" Ayo turun Mas! Kita sarapan dulu! Kak Jack pasti sudah menunggu." Ucap Zelin.


" Iya." Albert memakai kaosnya.


Keduanya turun ke bawah menghampiri Jack di meja makan.


" Sepertinya ada yang sudah berhasil membobol gawang nih." Canda Jack terkekeh.


" Apaan sih Kak! Goda aja sukanya." Ujar Albert.


" Tapi benar kan? Buktinya rambut kalian pada basah terus itu leher Zelin, kenapa Lin? Di gigit nyamuk ganas ya."


Wajah Zelin langsung memerah menahan malu, ia lupa membuka jepitan rambutnya.


Albert segera mengambil jepitan rambut itu membuat rambut Zelin tergerai.


" Kakak! Bikin Zelin tidak nyaman aja, udah diem!" Ucap Albert.


" Iya iya deh, maafin Kakak ya Zelin." Ucap Jack.


" Iya Kak." Lirih Zelin.


Zelin mengambilkan makanan ke piring Albert.


" Terima kasih sayang." Ucap Albert.


" Sama sama Mas." Sahut Zelin.


Jack menatap keduanya dengan perasaan yang hanya dia yang tahu.


" Seharusnya aku bahagia melihat kalian bahagia tapi kenapa rasanya sakit... Bahkan sangat sakit, aku telah memenuhi janjiku padamu Pa, aku sudah membuat Albert bahagia, aku lebih mementingkan kebahagiaannya di banding kebahagiaanku sendiri, aku berdoa semoga kau tenang di alam sana Pa dan aku juga berdoa semoga aku segera menemukan tambatan hatiku yang mampu membuatku bahagia." Ujar Jack dalam hati.


Selesai sarapan Jack dan Albert pergi ke kantor sedangkan Zelin masuk ke dalam kamarnya.


Zelin merebahkan tubuhnya di atas ranjang menatap langit langit kamar.


" Maafkan aku kak Jack, aku tahu sebenarnya kau pura pura bahagia melihatnya, sepertinya aku harus mencari wanita yang baik untuk kak Jack, ya... Aku akan mencarinya." Batin Zelin.


Mau lanjut ke cerita Jack apa enggak nih? Tulis di kolom komentar ya...


Jangan lupa like koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author ya...


Terima kasih untuk kalian semua yang telah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC...

__ADS_1


__ADS_2