Cinta CEO Amnesia

Cinta CEO Amnesia
Rencana Dara


__ADS_3

Dara keluar dari kamar mandi, ia menatap Naren yang duduk di tepi ranjang.


" Ayo sayang kita pulang." Naren menggenggam tangan Dara.


Dara melepaskan genggaman itu membuat Naren menatapnya heran.


" Aku tidak bisa pulang bersamamu Mas, aku tidak pantas lagi untukmu." Ucap Dara.


" Sayang apa yang kau katakan? Kau sangat pantas mendampingiku apapun yang terjadi, aku tidak peduli seperti apa dirimu sekarang yang jelas aku mencintaimu, ayo kita pulang." Ajak Naren.


" Tolong mengerti keinginanku Mas, biarkan aku di sini untuk menyelesaikan masalah yang masih samar ini, aku akan kembali kepadamu setelah aku menyelesaikan misiku mengungkap kejadian sebenarnya di sini, kau pulanglah lebih dulu! Maafkan aku yang tidak bisa menjaga harga diriku untukmu." Ucap Dara.


Naren menarik Dara ke dalam pelukannya.


" Jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi! Kau akan selalu menjadi yang terbaik untukku sayang, jika aku meninggalkanmu di sendiri, lalu bagaimana jika Albert menyakitimu sayang? Tidak ada yang akan menyelamatkanmu di sini." Ujar Naren menangkup wajah Dara.


" Dia tidak akan menyakitiku Mas, karena dia mencintaiku, air mataku adalah kelemahannya, akan aku tunjukkan kepadanya betapa besar cinta kita berdua." Sahut Dara.


" Baiklah aku akan mengikuti keinginanmu, jaga diri baik baik di sini! Kalau ada apa apa kau harus segera menelepon ku atau menelepon polisi." Ujar Naren.


" Iya Mas, jika suatu hari nanti aku mengirimkan surat perpisahan, kau terima saja dan palsukan surat itu, setelah itu kau ajukan ke pengadilan dan buat seolah olah kita memang akan berpisah." Ujar Dara.


" Iya sayang aku akan menuruti perkataanmu, Mas pulang dulu kamu tetap hati hati di sini." Naren mencium kening Dara.


" Sudah salam perpisahannya? Kalau sudah silahkan pergi dari sini tuan Naren yang terhormat, aku akan menjaga kekasihku dengan baik di sini." Ucap Albert yang baru saja masuk ke dalam.


Naren hendak menyerang Albert namun Dara menghentikannya. Ia menggelengkan kepalanya menatap Naren.


Naren keluar kamar Albert dengan perasaan kesal. Ia menoleh menatap Dara yang menatapnya sambil tersenyum, ia membalas senyuman Dara.


" Kau mengambil keputusan yang baik sayang." Ucap Albert mengelus kepala Dara.


Dara menepis tangan Albert.


" Jangan kasar donk sayang! Mulai sekarang kau menjadi milikku selamanya." Ujar Albert.


Dara duduk di atas ranjang bersandar pada head board. Albert menghampirinya, ia duduk di tepi ranjang menatap Dara.


" Maafkan aku! Aku tahu caraku mendapatkanmu salah, tapi aku tidak punya jalan lain, aku mencintaimu Dara." Ucap Albert mengelus pipi Dara.


Dara segera menepis tangannya.


" Aku akan mengambilkanmu makanan, kamu harus makan biar fit saat pernikahan kita nanti." Albert beranjak meninggalkan Dara.


Sepuluh menit Albert kembali dengan membawa nampan berisi makanan.


" Makan dulu!" Ujar Albert.


Albert menyodorkan sesendok makanan ke mulut Dara, namun Dara memalingkan wajahnya.

__ADS_1


" Sayang makanlah! Jangan keras kepala!" Ucap Albert.


Prang.....


Dara menepis nampan makanan yang di bawa Albert hingga membuatnya berserakan di lantai.


" Dara kau." Geram Albert.


" Kalau kau tidak bisa di perlakukan dengan baik, baiklah! Aku tidak akan berlaku baik lagi sama kamu, keras kepalamu ini membuatku ingin memberikan pelajaran kepadamu." Ucap Albert.


" Bunuh saja aku! Aku tidak mau hidup lagi." Teriak Dara menjambak rambutnya.


" Jangan seperti ini Dara! Tenanglah!" Ucap Albert menahan tangan Dara.


" Lepaskan aku! Aku benci padamu, aku sangat membenci pria bejat yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kau mau, aku membencimu." Teriak Dara memukul Albert dengan bantal.


" Dara tenangkan dirimu! Kendalikan emosimu! Aku tidak mau kenapa napa." Ucap Albert.


" Kau jahat! Kau telah merenggut kebahagiaanku! Aku benci pria sepertimu! Aku membencimu!" Dara terus berteriak sambil mengobrak abrik kamar Albert.


Prang... Prang....


Ia membanting semua yang ada di dekatnya.


" Dara kendalikan emosimu!" Teriak Albert mencengkram tangan Dara.


Dara menatap tajam ke arah Albert.


" Kau suka melihatku seperti ini kan? Baiklah kau akan melihatku yang menjadi gila sebentar lagi, kau gila makanya kau ingin membuat orang menjadi gila." Bentak Dara.


Dara terpuruk di lantai, ia menangis meratapi nasibnya.


" Dara." Lirih Albert.


" Mas Naren maafkan aku hiks.... Aku wanita kotor yang sudah terjamah olehnya, aku tidak mau hidup lagi... Aku tidak bisa hidup dengan cara seperti ini, jika kita tidak bisa bersatu maka aku akan mengakhiri hidupku." Ucap Dara.


" Jangan lakukan itu Dara!" Ucap Albert.


Dara menatap pecahan gelas yang ada di depannya. Tanpa pikir panjang Dara mengambilnya lalu menyayat pergelangan tangannya sendiri.


Nyes....


" Dara." Teriak Albert menekan tangan Dara yang mengeluarkan banyak darah.


" Dara kenapa kau nekad sekali, aku tidak mau kehilanganmu Dara." Ucap Albert.


Tiba tiba Dara memejamkan matanya.


" Dara bangun Dara! Bertahanlah! Jangan tinggalkan aku!" Ucap Albert.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dara mengerjapkan matanya.


" Shh perih sekali." Desis Dara menatap tangannya yang terbalut perban.


" Aku sudah mengorbankan tanganku, aku berharap semoga Albert mau mengatakan yang sebenarnya dan mengantarku pulang, aku yakin kalau cintanya tidak akan membuatku menderita, lihat saja Albert.... Siapa yang akan memenangkan permainan ini." Gumam Dara tersenyum smirk.


Ceklek....


Dara kembali memejamkan matanya. Albert masuk menghampiri Dara. Ia duduk di tepi ranjang sambil menggenggam tangan Dara yang sakit.


Cup...


Albert mencium tangan itu, Dara merasa Albert meneteskan air matanya.


" Aku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mendapatkanmu, aku benar benar sangat mencintaimu Dara, keinginan terbesar dalam hidupku yaitu hidup bersamamu, kau wanita penyayang yang bisa membuatku bahagia, selama ini aku hidup dalam kesendirian, aku selalu di paksa mengikuti apa keinginan mama, aku tidak bisa hidup bebas seperti yang lainnya, mama mengajariku untuk terus mengejar obsesi demi mendapatkan sesuatu, itulah yang sekarang aku lakukan untuk mendapatkanmu." Albert mengusap air matanya.


" Aku tidak tahu jika perbuatanku justru menyakitimu, maafkan aku! Sekarang aku sadar, aku menyadari jika hubungan bahagia tidak bisa di paksakan, mulai sekarang aku akan melakukan apapun demi kebahagiaanmu, aku berjanji aku akan berubah menjadi orang baik sepertimu, demi dirimu, aku akan melakukan apapun untukmu." Ucap Albert.


" Benarkah kau akan melakukan apapun untukku?" Tanya Dara.


Albert menatap Dara dengan mata berbinar.


" Kau sudah sadar sayang." Ucap Albert mengusap air matanya.


" Kau akan melakukan apapun untukku?" Dara kembali bertanya.


" Iya, aku akan melakukan apapun untukmu." Sahut Albert.


" Kembalikan aku pada Mas Naren, dan katakan apa yang sebenarnya terjadi di antara kita agar tidak ada kesalahpahaman di antara kami, biarkan kami bahagia! Jika kau mau melakukan itu, aku akan sangat bahagia Kak." Ucap Dara.


Albert nampak sedang berpikir.


" Bagaimana Kak?" Tanya Dara.


" Maafkan aku Dara... Aku....


Aku apa hayooo


Jangan lupa setelah baca dukung karyanya dengan tekan like koment vote dan beri hadiah buat author..


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu...


Miss U All...


Yuk Ramein karya baru author yang berjudul


**AFFAIR WITH YOU**

__ADS_1


Dan mohon doanya semoga karya author yang satu itu bisa lulus dalam mengikuti lomba menulis seasons 8, dan semoga hasilnya sesuai apa yang di harapkan Amin


TBC....


__ADS_2