
Sesampainya di rumah, Dara segera berlari ke kamarnya. Ia telungkup di atas kasur sambil membenamkan kepalanya di bawah bantal.
" Bodoh Dara.... Kau sudah di bodohi oleh lelaki tua itu, ternyata dia seorang casanova, ih jijik banget, bibirnya bekas wanita lain, awas aja kalau dia berani nyosor aku, akan aku gigit bibirnya sampai berdarah." Kesal Dara menggigit bantalnya.
" Dia sudah menunjukkan sifat aslinya kepadaku sekarang, aku akan membuat perhitungan kepadamu Naren, kau berani bermain main denganku, aku tidak akan melepaskanmu." Ucap Dara.
Tak lama setelah itu, Naren masuk ke dalam kamarnya.
" Sayang maafkan aku! Aku bisa menjelaskan semuanya." Ucap Naren duduk di tepi ranjang.
Dara tidak bergeming. Ia malas berbicara sama Naren.
" Sayang aku tidak bermaksud menyakiti hatimu, tadi tiba tiba wanita itu nempel nempel aku, terus dia mencium bibirku, aku terbuai dengan ciumannya sayang, apalagi kamu kan tahu kalau aku lagi pengin sejak semalam, ya akhirnya aku terangsang dan membalas ciumannya, aku akui kalau aku salah, aku minta maaf sayang, maafkan aku please! Maafkan aku yang sudah melukai perasaanmu, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Naren.
Dara beranjak, ia duduk bersila menatap Naren.
" Apa jika tadi wanita itu mengajakmu begituan kamu juga mau? Kamu terangsang kan dengan sentuhannya? Ya sudah lakukan saja dengannya! Aku tidak peduli yang jelas kamu sudah selingkuh di belakangmu, aku tidak pernah menyangka kalau kau bisa bersikap murahan seperti itu Mas, aku kecewa sama kamu, kamu sudah mengkhianati cintaku, aku juga akan melakukan hal yang sama sepertimu." Ucap Dara.
" Apa maksudmu melakukan hal yang sama sayang? Apa kamu juga mau berciuman dengan pria lain begitu? Sayang ku mohon jangan lakukan itu! Maafkan aku sayang,aku mohon maafkan aku." Ucap Naren cemas.
" Iya lah, kamu aja enak enakkan sama skretarismu masa' aku nggak bisa, secara aku kan masih muda, cantik lagi pasti banyak donk yang mau sama aku, contohnya kak Albert, pasti dia masih mau sama aku." Sahut Dara.
Tiba tiba Naren langsung memeluk Dara dengan erat. Dara menyembunyikan senyumannya.
" Nggak... Aku nggak akan ngebiarin kamu seperti itu, maafkan aku! Aku khilaf sayang, kamu bisa menghukumku apa saja tapi jangan pernah tinggalkan aku bersama dengan pria lainnya, baik Albert ataupun yang lainnya, aku tidak bisa hidup tanpamu sayang, aku mohon maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Naren menyusupkan wajahnya ke dada Dara. Ia benar benar takut akan kehilangan Dara. Ia merutuki kebodohannya sendiri.
" Udah ah lepasin aku, malas aku sama kamu Mas." Dara melepas pelukannya. Ia turun dari ranjang meninggalkan Naren sendirian.
Naren segera berlari mengejar Dara. Ia benar benar takut akan kehilangan Dara.
Dara yang hendak meminum air putih merasa kaget karena Naren kembali memeluknya dari belakang.
__ADS_1
" Sayang jangan marah! Maafkan aku ya, aku akan memecat sekretaris sialan itu sekarang juga, karena dia berani menggodaku, kamu nggak boleh marah sama aku sayang, maafkan aku." Ucap Naren.
" Apaan sih Mas? Lepasin!" Kesal Dara.
" Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu, aku takut kamu akan ninggalin aku." Sahut Naren.
Dara menghela nafasnya pelan. Kalau sudah begini Naren tidak akan bisa di ajak kompromi.
Nyonya Arkana yang hendak masuk ke dapur menggelengkan kepala melihat kelakuan putranya.
" Lagi ngapain kamu Naren? Nggak dapat jatah atau gimana? Nempel terus sama istrinya, udah tua juga masih kaya' gitu" Canda nyonya Arkana duduk di meja makan.
" Mas Naren membuat kesalahan Ma." Sahut Dara.
" Kesalahan? Kesalahan apa Dara? Coba katakan pada Mama." Ucap nyonya Arkana.
" Mas Naren ketahuan lagi ciuman sama skretarisnya Ma." Sahut Dara membuat Naren memejamkan matanya. Alamat dapat omelan dari mamanya juga, pikir Naren.
" Astaga Dara... Mau maunya kamu di peluk peluk gitu, kalau Mama jadi kamu, udah Mama hembaskan tuh Naren ke laut, baru satu hari menikah udah kelihatan nggak setianya, istri masih muda, cantik masih aja nyosor yang lainnya." Ujar nyonya Arkana mencoba memprovokasi Dara.
" Sayang aku udah bilang jangan seperti itu, maafkan aku! Aku salah karena tergoda dengan mak Lampir itu tapi aku hanya mencintaimu sayang, tidak ada yang lainnya." Ucap Naren.
" Aku nggak percaya sama kamu Mas! Emang dasarnya kamu buaya ya tetap aja buaya, sekarang lepaskan aku! Aku nggak bisa nafas kalau caranya seperti ini." Ucap Dara.
Naren melepas pelukannya. Ia menatap Dara dengan tatapan penuh cinta.
" Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, aku minta maaf sama kamu, aku khilaf dan lagian tadi kejadiannya begitu cepat, aku sendiri saja tidak sadar apa yang terjadi di antara kami sayang, aku minta maaf ya." Ucap Naren memohon kepada Dara.
Dara tidak bergeming, ia kembali ke kamarnya membuat Naren menghela nafasnya.
" Hilangkan sifat lamamu itu! Sekarang kau sudah punya istri, setia lah pada Dara kalau hidupmu ingin bahagia, kalau tidak ya terserah kamu, ingat! Albert masih menanti jandanya Dara, sekali kau membuat Dara lepas maka selamanya kau tidak akan pernah mendapatkannya lagi." Ucap nyonya Arkana.
__ADS_1
" Iya Ma aku minta maaf, aku menyesal telah meladeni sekretaris sialan itu, aku akan memecatnya sekarang juga." Ucap Naren.
" Aku akan membujuk Dara kembali Ma." Naren meninggalkan nyonya Arkana sendiri.
Tanpa mereka sadari Albert melihat semuanya sedari tadi. Ia tersenyum senang melihat Naren membuat kesalahan pertama setelah ia sembuh.
" Aku akan menunjukkan bagaimana sifatmu sebenarnya kepada Dara secara perlahan Kak, kau memang orang baik, tapi aku tidak rela jika Dara menjadi milikmu, dia milikku dan hanya akan menjadi milikku selamanya." Batin Albert dalam hati.
Naren kembali menghampiri Dara yang saat ini sedang duduk bersandar sambil memainkan ponselnya. Tiba tiba ada pesan masuk yang mengirim sebuah link. Dara segera membuka link itu dan betapa terkejutnya ia saat melihat beberapa postingan postingan Naren saat itu.
Dara menscrooll ke atas melihat dengan siapa saja Naren pernah dekat. Ajaib.... Lebih dari dua puluh wanita yang di mencari Naren. Dan hal itu membuat Dara merasa kecewa.
" Sayang apa yang kau lihat?" Naren duduk di samping Dara.
" Siapa sebenarnya kamu Mas? Kenapa aku merasa tidak mengenalmu sama sekali, ternyata enam bulan tidak mampu membuatku sadar siapa dirimu sebenarnya, ternyata kau pemain wanita." Ucap Dara kecewa.
" Apa maksudmu sayang? Aku tidak mengerti apa maksudmu?" Tanya Naren.
Dara memberikan ponselnya pada Naren.
" Wanita mana saja yang sudah kau kencani Mas? Apa seperti sifatmu yang asli?" Selidik Dara menatap Naren.
" Sayang tidak begini, ini foto lama, ini foto foto jauh sebelum aku mengenalmu, apapun masa laluku, kau lah masa depanku, aku hanya mencintaimu tidak ada yang lain, tidak ada wanita selain dirimu di hatiku, aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Naren menggenggam tangan Dara.
Dara menarik tangannya. Ia merasa sangat kecewa kepada Naren, kenapa ia tidak menyelidiki bagaimana Naren di masa lalunya? Dara menjadi takut jika masa lalu Naren akan membawa penderitaan dalam masa depannya. Saat ini yang Dara inginkan hanyalah ketenangan.
Nah loh siapa sih Naren sebenarnya? Bagaimana sifatnya? Konflik akan muncul satu persatu nih...
Jangan bisa untuk tetap like koment dan votenya ya biar author semangat...
Terima kasih untuk readers yang sudah mensuport author, semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All..
TBC