
Pagi ini Aruni bangun sedikit terlambat.Dia menggeliatkan tubuh nya dan mengerjapkan mata nya untuk kembali kealam sadar nya.
"Astagfirllahaladzim,ini jam berapa ya?"ucap Aruni sambil berusaha duduk diatas ranjang nya.
"Lho mas Reno kok udah ga ada?Mas..."teriak Aruni mencari keberadaan suami nya."Awww.." pekik Aruni kesakitan sambil memegangi perut nya saat akan turun dari tempat tidur nya.
"Sayang..!" seru Reno yang langsung berlari dari arah kamar mandi,dan langsung menghampiri sang istri.
"Ahh..mas sakit." ucap Aruni lirih sambil terus memegangi perut nya.
"Yaudah kamu istirahat dulu.Jangan turun dari tempat tidur dulu." ucap Reno lembut sambil menganggkat tubuh istri nya.Dan membaringkan nya diatas ranjang milik mereka.
"Saya ganti baju dulu ya?Kamu tunggu sebentar." ucap Reno pelan dan hanya dijawab anggukan lemah oleh Aruni.
Selesai mengganti pakaian nya Reno segera menghampiri istri nya lagi.Terlihat disana Aruni masih terlihat seperti kesakitan karena dia terus saja memegangi perut nya.
"Sayang,yang mana yang sakit?Mau di kompres lagi dengan air hangat?" tanya Reno lembut saat sudah di dekat istri nya.Dan Aruni tak menjawab,dia hanya menganggukan kepala tanda setuju.
"Tunggu sebentar ya saya minta bu Sri ambil air hangat nya dulu." ucap Reno sambil membelai rambut istri nya.
Reno kemudian menghubungi bagian dapur untuk meminta air hangat menggunakan intercom dirumah nya.
Tak berselang lama bu Sri datang dengan membawa sebaskom air hangat lengkap dengan handuk kecil untuk mengompres perut Aruni.
Reno kemudian mulai mengompres perut rata milik istri nya itu.Dengan lembut Reno mengopres area yang sakit.Reno terlihat sangat telaten merawat Aruni.
"Bagai mana sayang,apakah sudah lebih baik?"tanya Reno dengan lembut.
"Iya mas,mendingan." jawab Aruni lemah. "Mas aku mau kerumah ibu." ucap Aruni pelan.
"Tapi kamu lagi kurang enak badan sayang.Bagai mana kalau ibu aja yang aku jemput kesini ya?"
"Ga mau mas,aku mau nya kita kesana."
"Oke,kita nanti kerumah ibu ya.Sekarang kita sarapan dulu ya."ucap Reno lembut dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Aruni.
Sebelum kerumah mertua nya Reno kemudian menghubungi Ali,untuk mengabarkan bahwa hari ini dia akan telat untuk kekantor.Jadi Ali harus menghandle semua pekerjaan Reno sampai ia sampai kekantor.
Selesai menelpon Ali,Reno kemudian mulai menggandeng Aruni untuk menuju mobil nya.Karena sebentar lagi mereka akan menuju kediaman tuan Baskara.
Dalam perjalan Aruni hanya menyandarkan kepala nya di kursi penumpang,dia tak banyak berbicara .
"Sayang,kita beli apa untuk dibawa kerumah ibu?" tanya Reno memecah keheningan didalam mobil.
"Bawa buah aja deh mas." jawab Aruni pelan.
"Oke.Nanti kita berhenti di toko buah depan ya."ucap Reno lembut dan hanya di jawab anggukan oleh Aruni.
__ADS_1
Tak lama kemudian mobil Reno pun telah memasuki halaman rumah tuan Baskara.Reno segera memarkirkan kendaraan nya dan keluar dari mobil untuk membukakan pintu mobil bagi Aruni.
Reno pun memuntun Aruni dengan sangat hati-hati.
"Lho,Aruni-Reno kalian kesini kok tumben ga ngabarin ibu dulu." ucap ibu saat melihat anak dan menantu nya di halaman rumah nya.
"Iya bu,maaf ga ngabarin." Jawab Reno sambil terus memegangi pinggul Aruni. "Ibu dari mana?" tanya Reno sopan.
"Baru habis belanja di tukang sayur depan.Ya udah masuk yuk." ucap Ibu sambil membuka pintu rumah nya.
Aruni langsung merebahkan tubuh nya disofa bed diruang keluarga.
"Lho,kamu sakit Run?" tanya ibu panik saat Aruni sudah merebahkan tubuh nya.
"Iya bu,Runi ngalamamin kram perut.Tapi sudah ditangani dokter bu." jawab Reno
"Lho kok bisa sampe kram perut.Memang nya kamu habis melakukan apa?"tanya Ibu yang sudah panik.
"Kemaren Runi,habis belanja bulanan bu.Mungkin Runi kecapekan." jawab Aruni lirih.
"Ish,kamu ini memang nya ga ada yang bisa disuruh buat belanja.Terus Reno kamu kemana samapai ngebiarin istri mu kecapekan?" ucap ibu dengan nada kesal.
"Ibu,mas Reno ga tau kemaren aku belanja.Soal nya aku ga pamit sama mas Reno." jawab Aruni pelan membela suami nya.
"Ya kalau begitu berarti kamu yang salah." ucap Ibu yang mulai menurunkan intonasi suara nya. "Terus sekarang yang kamu rasain apa?" tanya ibu
"Perut ku masih engga enak bu." jawab Aruni pelan.
"Iya bu." jawab Aruni pelan.
"Yaudah Reno kamu jemput mbok ijah ya.Rumah nya 2 blok lagi dari sini..no 34 rumah nya cat kuning." ucap ibu pada Reno.
"Iya bu." jawab Reno patuh.
Reno pun pergi menjemput mbok ijah kelamat yang diberikan ibu.Reno kerumah mbok ijah dengan mengendarai motor matic milik Aruni.Karen menurut ibu menggunakan mobil akan memakan waktu cukup lama.
Taklama kemudian Reno sudah sampai dirumah mbok ijah.Dan dia langsung menceritakan maksud tujuan nya datang mencari mbok ijah.Dan mbok ijah pun menyetujui untuk ikut dengan Reno.
Tak lama kemudia Reno dan mbok ijah sudah sampai dikediaman tuan Baskara.
"Assalamualaikum." ucap Reno dan mbok ijah bersamaan.
"Waalaikumsalam." jawab ibu dari dalam. "Masuk mbok ijah,ini lho Aruni kata nya perut nya kram."
ucap ibu menjelaskan.
"Coba sini.Mbok pegang dulu." jawab mbok ijah pelan.
__ADS_1
Kemudian mbok ijah mulai mendekati Aruni,dan mulai mengusap lembut bagian perut Aruni.
"Ooh,ini sedang hamil toh." ucap mbok ijah.
"Iya mbok,baru 4 minggu." jawab ibu.
"Ini turun berok.Biar berobat kedokter juga kalau belum di benerin ga akan sembuh." ucap mbo ijah menjelaskan.
Tak lama proses memijat pun selesai.Reno kemudian mengantar mbok ijah kembali kerumah nya.Tak lupa ia memberika uang ucapan terimakasih kepada mbok ijah.Sebanyak 10lembar uang 100rban.Awal nya mbok ijah menolak tapi karena Reno memaksa akhir nya dia menerima nya.
Dalam perjalanan pulang menuju rumah mertua nya tiba-tiba ponsel Reno berdering.Reno pun kemudian menepi.Dan meliahat layar ponsel nya, terlihat nomor tak dikenal yang menghubungi nya.
Reno yang merasa tidak mengenali nomer tersebut, lantas mengbaikan nya.Dan kembali memasuki ponsel nya kedalam saku nya.
Reno pun kembali mangendarai kendaraan nya dan menuju rumah tuan Baskara.
Sesampainya dikediaman mertua nya,Reno mendapati istri nya tengah memakan rujak mangga muda.
"Run,itu ga asem." ucap Reno sambil merasa ngilu.
"Engga mas,ini enak banget." jawab Aruni sambil menyantap rujak nya dengan lahap. "Kamu mau mas?"
"Engga,terimakasih." jawab Reno lembut.
"Tau ga mas,ibu ternyata udah feeling banget kita tuh mau kesini.Maka nya ibu nyiapin aku rujakan." ucap Aruni sambil tersenyum.
"Oh iya?Tapi kamu jangan banyak-banyak ya ngerujak nya."
"Siap bos ku."
"Eh Ren,kamu udah kembali?" ucap ibu saat melihat Reno sudah ada disamping Aruni.
"Iya bu." jawab Reno singkat.
Tak lama kemudian Reno pamit untuk bekerja.Karena hari ini dia akan ada meeting dengan klien.
"Bu,titip Aruni ya.Kalau ada apa-apa langsung hubungi saya aja ya bu." ucap Reno sambil berpamitan.
"Iya tenang aja.Pokok nya disini pasti aman." ucap ibu sambil tersenyum.
"Terimakasih ya bu.Run maaf saya tinggal kekantor dulu ya.Nanti saya jemput lagi."
"Iya mas,kamu hati-hati ya." ucap Aruni sambil mencium punggung tangan suami nya.
"Assalamualaikum." ucap Reno sambil membalikan badan.
"Waaliakumsalam." ucap Aruni dan ibu nya bersamaan.
__ADS_1
Reno pun mulai mengendarai mobil nya menuju kantor.Selama di perjalanan Reno beberapa kali mendapat panggilan masuk keponsel nya.Namun karena nomer nya tidak dikenal dia mengabaikan panggilan telepon itu.
next bab ya..terimakasih buat kalian smua yang udah dukung author ya..maaf author ga bisa blas komen nya 1/1..sekali lagi terimakasih bnyak ya.. dan tetap dukung author ya sahabat..