
Selesai sarapan,
Biyanka mengambil tasnya dia akan mengantar kedua anaknya ke sekolah, berbeda dengan biasanya jika Tian lah yang akan mengantar mereka namun semenjak Tian sibuk jadi Biyanka lah yang mengantar mereka..
Lebih tepatnya,, Sopir lah yang mengantar mereka karena Biyanka tidak boleh untuk mengendarai mobil sendiri..
" Abang,, Ade,, sudah siap.. ucap Biyanka
" Udah Ma,,
" Ya Udah yuk,, udah siang sayang..
Lio dan Lona langsung masuk ke dalam mobil diikuti oleh Biyanka,, dan sopir mereka yang memang sudah siap di dalam mobil..
Mobil mereka melaju keluar dari rumah mewah mereka,, selama dalam perjalanan Biyanka terus terdiam dia hanya melihat kedua anaknya yang asik mengobrol..
Biyanka memikirkan sikap Tian yang sedikit berubah, dia bingung sebenarnya apa yang sedang Tian kerjakan sampai dia selalu sibuk berangkat pagi pulang larut..
Karena merasa penasaran Biyanka berniat untuk mengunjungi Tian ke Kantor setelah dia mengantar kedua anaknya..
-
Mobil masuk ke dalam sebuah parkiran sekolah,, Biyanka dan kedua anaknya pun turun..
Biyanka berjongkok sambil merapikan rambut Lona dan membenarkan seragam Lio..
" Anak anak Mama,, belajar yang bener, gak boleh nakal ya..
" Iya Ma,,
" Inget pesan Mama,, gak boleh jajan sembarang dan nanti pulang Mama jemput lagi..
" Iya Mama,, kita masuk dulu..
Bye Mam,, Ucap Lio dan Lona setelah mengecup pipi Biyanka..
Biyanka tersenyum sambil terus menatap keduanya hingga masuk ke dalam kelasnya..
Biyanka kembali masuk ke dalam mobil..
" Pa,, Kita ke Perusahaan ya..
__ADS_1
" Baik Nyonya..
Mobil mereka meninggalkan sekolah dan menuju perusahaan..
Biyanka pun sengaja tidak memberitahu Tian jika dirinya akan ke kantor dia ingin memberikan kejutan untuk suaminya dan berniat untuk menanyakan semua pikiran yang terus berada di otak dan pikirannya..
Biyanka terus menatap keluar jendela memandang jalanan kota yang sudah semakin padat dengan kendaraan, namun untungnya tidak macet..
" Pa,, stok.. Ucap Biyanka tiba tiba
Biyanka menatap ke sebuah Cafe, dia seperti melihat Tian berada di sana bersama seseorang namun tidak jelas siapa karena terhalang tubuh Tian..
Saat Biyanka akan keluar dan menghampiri mereka tiba tiba Tian berdiri..
Deg,,
Perasaanya sangat hancur, matanya mulai berkaca kaca saat tau jika ternyata Tian bersama seorang wanita, dan mereka terlihat sangat akrab bahkan Tian terlihat terus tersenyum kepadanya..
Biyanka mengurungkan niatnya,, dia terus menatap mereka..
Air matanya menetes begitu saja di pipinya,, rasa sesak langsung terasa di hatinya,, ternyata semua yang dia khawatirkan benar, dan Tian membohonginya selama ini..
" Jalan Pa,, Ucap Biyanka dengan menyeka air matanya..
" Baik Nyonya..
Biyanka terus menyeka air matanya,, Tian benar benar keterlaluan,, jadi selama ini dia tidak pernah sarapan di rumah ternyata dia sarapan bersama wanita lain, dan juga Tian pasti akan selalu makan malam bersama wanita itu juga..
Selama ini Tian selalu berangkat pagi pulang malam karena ada wanita lain di hatinya..
Sampai akhirnya mereka sampai di depan rumah mewah milik keluarga Mahendra..
Biyanka segera turun,,
" Bunda,,, Ucap Biyanka dengan langsung memeluk Bunda Rania..
" Loh sayang,, kamu tumben ke rumah pagi pagi Nak,, kenapa..
Biyanka melepaskan pelukannya,, ingin rasanya dia mengeluh menceritakan semua masalah yang sedang dialaminya, namun dia tidak mau membebani atau bahkan membuat khawatir Bunda Rania..
" Biyanka Kangen Bunda,, Ucap Biyanka bohong..
__ADS_1
" Sayang,, kok malah nangis..
" Biyanka kangen,, kangen banget sama Bunda..
Biyanka terus memeluk bahkan menangis di pelukan Bunda nya,, menyalurkan rasa kecewanya terhadap suami yang sangat dicintainya selama ini..
********
Kini Biyanka sudah berada di dalam rumah bersama bunda Rania,, mereka berada di ruang tengah..
" Jadi, kamu sengaja ke sini Nak..
" Iya Bund,, tadi Biyanka habis nganter anak anak dan mampir ke sini..
" Tapi tumben Nak, Tian gak anterin kalian.. Terus bukannya Tian lah yang selalu antar mereka sekolah..
" Em,, Mas Tian lagi sibuk di kantor Bund, jadi Biyanka yang nganter anak anak..
Biyanka sengaja menutupi semuanya,, dia tidak mau jika orang tuanya khawatir dengan keadaan rumah tangganya..
" Tapi tumben Tian sibuk,, biasanya dia selalu ada waktu buat kalian..
" Oya Bund,, Ayah sama Kak Tama udah berangkat ya.. Ucap Biyanka sengaja mengganti topik pembicaraan
" Mereka udah berangkat pagi pagi Nak,,
" Maaf Bund,, Biyanka mau ke kamar dulu ya.. Kepala Biyanka sedikit pusing
" Iya Sayang,, kamu istirahat di kamar ya..
Biyanka tersenyum dan berjalan menuju kamarnya,,
Bunda Rania menatap anaknya,, dia tau jika Biyanka sedang menyembunyikan sesuatu darinya namun Bunda Rania tidak mau memaksa untuk Biyanka menceritakannya, karena Biyanka sudah menikah dan dia pasti bisa menyelesaikannya..
-
Di dalam kamar Biyanka langsung menangis,, hatinya sangat sesak,, Tian suaminya yang selama ini sangat di percayainya,, sangat dicintainya ternyata sudah berbohong kepadanya, bahkan ternyata Tian mempunyai wanita lain diluar..
" Jadi karena ada wanita lain Mas kamu berubah, jadi karena wanita itu kamu selalu pergi pagi dan pulang sangat malam bahkan sikap kamu juga sudah berubah, kamu tidak lagi seperti dulu,, Mas Tian yang aku kenal merupakan suami juga Ayah yang sangat menyayangi istri juga anaknya namun semua itu bukan lagi ada pada diri kamu Mas..
Aku kecewa sama kamu,, kamu bohongi aku, apa salah aku Mas,, kenapa kamu lakuin semua ini sama aku,, "
__ADS_1
Biyanka terus menangis, dia sudah tidak lagi bisa menahannya..
Rasa sedih, emosi menjadi satu dalam dirinya bahkan dia sangat ingin meminta penjelasan semua kepada suaminya namun dia takut jika emosinya tidak bisa terkontrol dia masih sangat mencintai, menyayangi Tian suaminya..