Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 245


__ADS_3

Di Apartemen,,


Anisa membuka matanya namun dia merasakan perutnya yang sangat mual dia pun segera berlari menuju kamar mandi, Sandi yang masih menatap Laptopnya langsung menoleh,,


" Sayang,, " Ucap Sandi beranjak


Anisa langsung memuntahkan semua isi dalam perutnya,,


" Uwek,, Uwek,, "


Sandi mengetuk pintu kamar mandi namun tidak ada jawaban dari dalam membuatnya sangat khawatir akhirnya Sandi langsung membukanya dan betapa terkejutnya saat melihat Anisa yang terduduk di lantai..


" Astaga Sayang " Ucap Sandi menghampiri Anisa


Anisa terlihat sangat lemas dan wajahnya pun sangat pucat, Sandi mengusap bibir Anisa yang basah.


" Kamu kenapa Yang,, "


" Perutku mual banget Mas "


" Kita balik ke kamar ya " Ucap Sandi dan Anisa hanya mengangguk rasanya tubuhnya sangat lemas.


Sandi menggendong Anisa kembali ke kamar dan merebahkannya diatas ranjang.


Perasaannya sangat khawatir melihat istrinya yang seperti ini.


" Aku buatkan teh hangat dulu ya " Ucap Sandi mengusap kepala Anisa


Anisa lagi lagi hanya mengangguk dan memejamkan matanya karena kepalanya pun malah Ikut pusing.


Sandi berjalan keluar dan turun menuju dapur namun dia berpapasan dengan Bu Widia yang juga baru keluar dari kamarnya.

__ADS_1


" Nak Sandi, ada apa " Ucap Bu Widia


" Anisa Bu,, tadi dia muntah muntah dan aku mau buatkan teh hangat "


" Astaga,, Ya Udah Ibu ke Anisa "


Sandi mengangguk dan berjalan turun, sementara Bu widia masuk ke dalam kamar dan terlihat Anisa yang terbaring lemas dengan wajahnya yang sangat pucat.


" Sayang,, Kamu kenapa " Ucap Bu Widia panik


" Perut Nisa mual banget Bu, Kepala Nisa jug pusing "


" Astaga Nak,, Kita ke Rumah Sakit ya Ibu khawatir Nak "


" Engga Bu,, Ini pastik karena Magh Anisa kambuh "


Sandi yang kembali dengan membawa secangkir teh hangat langsung menghampiri Anisa.


" Sayang minum dulu tehnya "


Bu Widia terus menatap putrinya, rasanya dia tau apa yang di rasakan Anisa karena dia pun dulu pernah merasakan saat mengandung Anisa.


" Anisa Ibu boleh tanya Sayang "


Anisa menatap Bu Widia dan mengangguk


" Iya Bu, Ibu mau tanya apa "


" Apa kamu sudah datang bulan "


Anis mengernyitkan keningnya bingung dengan pertanyaan Bu Widia namun dia teringat jika dia sudah telat dua minggu dan seharusnya dia pun telah selesai datang bulan.

__ADS_1


" Belum Bu, Malah seharusnya Anisa sudah datang bulan dua minggu yang lalu "


Bu Widia tersenyum namun berbeda dengan Anisa dan Sandi yang saling tatap karena bingung dan heran.


" Nak Sandi,, Kamu ke Apotik ya beli tespek Nak "


" Tespek Bu " Ucap Sandi bingung


" Maksud Ibu Anisa " Lanjut Sandi


" Kita Coba dulu ya Nak "


Sandi menatap Anisa yang masih terdiam dia pun tersenyum.


" Sayang,, Aku keluar sebentar ya.. Kamu gak papa kan aku tinggal "


" Iya Mas gak papa lagian juga ada Ibu "


" Aku keluar sebentar ya Bu, titip Anisa "


Sandi mengecup kening Anisa dan langsung mengambil kunci mobilnya.


Bu Widia menatap Anisa dan mengusap wajah cantiknya..


" Bu, kenapa suruh Mas Sandi beli tespek "


" Memangnya kenapa Nis, kan kita coba dulu Nak"


" Tapi Bu,, Anisa pernah mengalami seperti ini dan pas di tespek negatif dan hanya karena Magh Anisa kambuh, Anis gak mau membuat Mas Sandi kecewa dan malah membuat Anisa berharap lebih "


Memang sebelumnya Anisa sudah merasakan seperti ini di saat usia pernikahannya baru dua minggu namun di saat mereka memeriksanya ternyata Anisa hanya karena Magh Anisa yang kambuh dan ibu membuatnya sedih karena penantian dan harapan jika dirinya ingin segera memiliki anak seperti Zicko dan Lona saat ini.

__ADS_1


" Nisa,, Apa salahnya kita mencoba dan kita berdoa yang terbaik Nak,, Kalau pun memang negatif dan itu jangan membuat kamu sedih ataupun kecewa ya, Pernikahan baru kemarin dan usia kalian pun masih sangat muda sayang "


Anisa mengangguk dan dia berpikir jika memang dirinya belum hamil semua bukan kesalahannya ataupun Sandi namun karena memang belum waktunya dan dia akan berusaha dan berdoa.


__ADS_2