
Zicko dan Lona sudah dalam perjalan, mereka langsung pulang setelah Zicko datang menjemput.
Lona terlihat memainkan posnelnya sambil dan Zicko hanya sesekali meliriknya..
" Oya Kak Zicko sudah makan " Ucap Lona meletakan ponselnya
Zicko hanya menggeleng,,
" Loh kenapa Kak, ini sudah jam 2 Loh"
" Tadi dari kampus aku langsung jemput kamu Sayang "
" Astaga Kak,, harusnya tadi kan bisa makan dulu "
" Gampang sayang "
" Memangnya Kakak gak laper terus nanti kalo kakak sakit gimana "
" Jangan dong, kalo aku sakit siapa yang jagain kamu sayang "
Lona menatap Zicko dan tersenyum, selalu saja Zicko membuatnya bahagia.
" Ya Sudah,, nanti kita makan di Hotel "
" Di Hotel "
" Oya Lupa Yang,, kita ke Hotel bentar ya ada sesuatu yang mau aku selesaikan di sana " Ucap Zicko dan Lona hanya mengangguk.
-
Sementara Sandi sudah sampai di Hotel lebih dulu, mereka memang akan bertemu di sana karena ada sesuatu yang akan mereka bahas mengenai Hotel mereka.
Brians Hotel sudah ada di tiga kota, Jakarta Bandung juga Malang berbeda dengan Brians Cafe yang memang sudah di beberapa kota.
Sandi langsung masuk ke dalam, beberapa kartawan di sana sudah mengenal Sandi,
Mereka tau Sandi merupakan asisten dari bos mereka.
__ADS_1
Tak kalah tampan dari Zicko, Sandi pun menjadi pandangan beberapa orang di sana dan beberapa karyawan wanita khaususnya.
" Selamat siang Mas Sandi " Sapa Pak Dani
" Sing Pak Dani, Apa kabar "
" Baik Pa, Silahkan Pa "
Sandi tersenyum dan berjalan mengikuti Dani menuju salah satu ruangan tempat mereka akan membicarakan sesuatu.
" Zicko belum datang" Ucap Sandi saat melum melihat Zicko di sana
" Belum Pa "
Sandi mengangguk dan duduk disana, dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Zicko.
" Halo Ko, gue udah di Hotel Loe dimana "
" Oke "
" Sebentar lagi sampai " Ucap Sandi dan Pak Dani hanya mengangguk.
-
Semua pandang mata menatap mereka, benar benar pasangan yang sangat serasi.
Dan Zicko tampak cuek dengan karyawan yang menyapanya sedangkan Lona dia selalu tersenyum ramah.
" May, Dimana Sandi dan Pak Dani " Ucap Zicko saat berada di depan meja Maya
" Mereka sudah menunggu di ruangan Pa"
Zicko mengangguk, dia kembali berjalan.
Lona tampak tersenyum menatap Maya begitu juga dengan Maya.
Sejujurnya Maya sangat iri karena Lona bisa memiliki Suami seperti Zicko, laki laki muda tampan bahkan sudah mapan dengan bisnisnya.
__ADS_1
Zicko membuka ruangannya bersama Lona,,
" Sayang,, kamu tunggu di sini gak papa kan, aku akan secepatnya selesaikan rapat ini "
" Tapi Kakak belum makan "
" Setelah selesai kita makan "
" Ya Sudah "
Zicko mengecup pipi Lona dan mengusapnya..
" Aku tinggal bentar ya " Ucapnya dan Lona mengangguk
Lona duduk di sofa sambil menunggu suaminya, dia harus terbiasa dengan kesibukan suaminya.
Sebenarnya kasihan juga Zicko, dia masih harus kuliah, menjaganya juga mengurus usahanya namun Lona merasa beruntung memiliki suami sepertinya.
Tok,, tok,, tok,,
Ceklek,, pintu terbuka dan terlihat Maya lah yang berdiri di depan pintu.
" Mba Maya, kenapa mba " Ucap Lona ramah
" Maaf,, Jika Mba Lona membutuhkan sesuatu bisa panggil saya atau Mba ingin minum biar saya pesannya di resto bawah "
" Em,, nanti deh Saya baru saja makan sebelum ke sini "
" Baik,, kalau begitu saya permisi
Langsung hubungi saya saja mba jika membutuhkan sesuatu,
Oya Mba, Maaf panggil Maya saja "
" Oke baiklah,, makasih ya "
Maya tersenyum dan kembali berjalan keluar.
__ADS_1
Maya sudah mencoba untuk melupaka Zicko, laki laki yang berhasil masuk ke dalam hatinya dari pertama kali dia melihatnya dan setelah tau jika Zicko sudah bertunangan dan akan menikah Maya mengubur perasaanya apalagi setelah tau Lona wanita yang sangat cantik juga baik membuatnya semakin yakin untuk menutup perasaanya.