
Seperti janjinya pagi ini Sandi berangkat lebih pagi karena dia akan menjemput Anisa, sebenarnya rumah mereka tidak searah namun Sandi sengaja membohongi aNisa agar mereka bisa berangkat kuliah bersama.
Jam baru menunjukan pukul 7 pagi dan mobil Sandi sudah berada di depan rumah Anisa padahal hari ini dia baru ada kuliah jam 9.
" Hai,, Sorry Lama " Ucap Anisa membuka pintu mobil
" Gak Papa, gue juga baru sampai " Ucap Sandi tersenyum
" Kita langsung jalan " lanjutnya dan Anisa mengangguk
Tidak ada percakapan selama dalam perjalanan, dan baru pertama kali ini Anisa dekat dengan seorang laki laki.
Begitu juga dengan Sandi, entah mengapa jika saat bersama Anisa dia berubah menjadi laki laki pendiam tidak seperti saat bersama yang lain.
Hingga akhirnya mobil mereka masuk ke dalam parkiran,,
Anisa melihat sekeliling dan tidak menemukan mobil Zicko atau Reno di sana,,
" Mas Zicko juga Mas Reno belum pada datang ya" Ucap Anisa
" Em,, Mungkin masih di jalan " Bohong Sandi dan Anisa mengangguk
" Gila aja masa gue bilang yang sebenarnya kalo kita baru ada kuliah jam 9, malu lah gue" batin Sandi
Mereka turun dari mobil dan melihat mobil yang berhenti di samping mereka yang tak lain merupakan mobil Meylan,,
" Pagi Nis,, " Sapa Lona turun dari mobil dan diikuti Meylan
" Pagi Lon, pagi Mey,,
Eh Kok Loe bareng Meymey gak bareng Mas Zicko " Ucap Anisa menatap Lona
" Kan memang mereka baru ada kuliah jam 9 Nis, makanya gue Bawa mobil juga jemput Lona " Ucap Meylan
" Loh Kak Sandi,, Loe kok udah berangkat aja" Ucap Lona
Anisa memandang Sandi yang terlihat senyum dengan menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
" Gue,, Gue Ada janji sama Dosen Jadi gue berangkat pagi" Bohong Sandi
" Ya Udah gue duluan " Lanjutnya dan berjalan meninggalkan mereka yang masih menatap bingung
" Huuhf,, Untung aja gue bisa langsung cari alasan, kalo engga mati gue pasti malu banget depan Anisa " gerutu Sandi
__ADS_1
" Guys,, Kita ke kantin dulu yuk, gue laper belum sempet sarapan tadi " Ucap Meylan
" Yuk,, masih sempat juga " Ucap Lona menatap jam di layar ponselnya
Mereka berjalan menuju kantin kampus,
Namun langkah mereka kembali terhenti saat melihat Sandi yang tengah duduk di sana,,
" Loh itu Mas Sandi, Bukannya dia bilang mau ketemu Dosen kok dia malah di sini " Ucap Anisa
" Iya,, kita samperin deh " Ucap Lona
" Janjian ketemu Dosen di kantin Mas,, " Ucap Anisa
" Uhuk,, uhuk,, Kalian " Ucap Sandi kaget
" Ini gue baru mau ketemu Dosen, Gue duluan ya "
Anisa menatap Sandi dan mengeryitkan keningnya,,
" Kalian mau pesan apa " Ucap Meylan
" Gue minum aja deh Mey,, " Ucap Lona
" Gue juga Mey " Ucap Anisa dan Meylan mengangguk
******
Di tempat lain Sandi langsung menuju Perpustakaan, dia duduk di sana dan berharap tidak kembali bertemu ketiga gadis cantik tadi,,
" Semoga mereka juga gak ke kampus, mau di taro di mana muka gue kalo kembali ketemu mereka " gumam Sandi duduk di salah satu kursi.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Hari sudah semakin siang, Namun Tian masih saja berada di ruang kerjanya, menatap Serius layar Laptopnya.
Biyanka masuk dengan membawa secangkir teh hangat karena memang Tian tidak menyukai Kopi.
" Mas,, Diminum dulu Tehnya " Ucap Biyanka
" Makasih Sayang"
Biyanka berdiri di samping Tian, dia tidak paham dengan apa yang sedang suaminya kerjakan karena memang Biyanka tidak pernah ikut campur dalam urusan Perusahaan.
__ADS_1
Tian menoleh dan tersenyum,,
" Mas, kamu gak ke Kantor " Ucap Biyanka
" Engga sayang,, Mas lagi malas ke Kantor "
" Tumben,, memangnya kenapa apa ada masalah atau kamu sakit Mas " Ucap Biyanka langsung menyentuh kening Tian
Tian tersenyum dan langsung menarik tangan Biyanka hingga terjatuh dalam pangkuannya,,
" Mas Tian,, "
" Mas lagi ingin berduaan dengan kamu Yang, Kita sudah lama gak berduaan seperti ini "
Biyanka tersenyum dan membiarkan suaminya memeluk pinggang nya,
Biyanka mengusap lembut wajah Tian yang bersender pada bahunya.
" Gak terasa ya Mas, anak anak sudah dewasa dan mereka pun sudah memiliki kekasih "
" Iya Sayang, dan sebentar lagi mereka bakal menikah dan memiliki anak "
" Lona sedang dekat dengan Zicko, terus Abang, apa Abang juga sudah memiliki kekasih "
Biyanka memang belum tau tentang Sasya karena memang Lio belum pernah mengenalkannya, dan selama ini Biyanka hanya tau jika Lio memiliki teman perempuan dan bukan kekasih.
" Abang sangat tampan, pasti dia akan sangat mudah memiliki kekasih Sayang "
" Tapi selama ini Aku gak pernah tau siapa wanita yang sedang dekat dengan Abang Mas "
Tian tersenyum,,
Dia sudah tau semua tentang Sasya dan sebagai orang tua, dia akan mendukung semua pilihan anak anaknya.
Tian sudah mengetahui latar belakang keluarga Sasya, dan dia juga sudah melihat sikap Lio terhadap Sasya.
Semua gerak gerik Lio di Bandung akan selalu di laporkan orang suruhannya.
Dan sampai saat ini, Biyanka masih belum tau tentang semua itu.
Tian tidak mau Biyanka akan khawatir dengan Lio saat tau semua tentang Sasya, jika selama ini Lio selalu berurusan dengan orang orang suruhan Ayah Sasya.
" Abang pasti akan mengenalkan kekasihnya jika dia memang sudah memilikinya Yang "
__ADS_1
Biyanka mengangguk,
Lio memang selalu cerita apa pun kepadanya atau kepada Tian, mereka selalu berkomunikasi hampir setiap hari.