
Suasana di sana masih sangat tegang bahkan Zicko dan Lona yang memang sama sekali tidak tau hanya diam menatap mereka satu per satu diantara mereka hingga akhirnya Tian membuka pembicaraan nya..
" Kalian pasti bingung Kan, kenapa kita berkumpul di sini " Ucap Tian tersenyum
" Maaf Om,, Sebenarnya ada Apa ya " Ucap Zicko bingung
Tian menatap Mia dan Biyanka dan mereka mengangguk sambil tersenyum,,
" Jadi begini Zicko,, Lona,,
Kami sudah merencanakan untuk pernikahan kalian "
" Apa Pah,, " Ucap Lona kaget
" Ma,, semua ini " Ucap Zicko menatap Mia yang tengah tersenyum
" Tapi Kita kan masih kuliah Pa "
" Kalian tenang saja Oke, semua biar kita yang urus, kalian tetap kuliah saja " Ucap Biyanka
" Bagaimana,, kalian gak keberatan kan " Ucap Mia
Zicko dan Lona saling pandang, sebenarnya ini sangat cepat bahkan mereka sama sekali belum memikirkan sampai ke sana namun ternyata malah orang tua mereka lah yang merencanakan semuanya,,
" Zicko,, gimana Nak " Ucap Mia
" Kalo Aku terserah Lona aja Mam "
" Honey,, gimana sayang " Ucap Biyanka
__ADS_1
Lona mengangguk dengan tersenyum namun kemudian dia menunduk malu..
" Syukurlah kalau kalian setuju,, berarti Bulan depan Acara pernikahan Kalian "
" Secepat itu Pa "
" Kenapa engga,, Lagian mau menunggu apa lagi Honey "
" Ya Udah terserah Papa "
Semua di sana bernapas lega dan mereka membicarakan acara resepsinya..
" Apa kamu gak menginginkan pernikahan yang bagaimana Sayang " Ucap Biyanka
" Ade pengin pesta nya di tepi pantai Mam, outdoor dan seru kan kalau sekalian melihat sunset "
" Hem,, boleh Honey,,
Zicko dan Lona saling tatap, mereka merasa bahagia karena sebentar lagi mereka akan di persatukan dalam ikatan pernikahan.
-
Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena semua kesepakatan sudah di bicarakan.
" Mba,, Kita pulang dulu ya, Makasih Loh sudah sempetin dateng " Ucap Biyanka
" Sama sama Bee,, Lagian ini kan menyangkut anak kita "
" Tante,, Lona pulang dulu ya " Ucap Lona mencium tangan Mia
__ADS_1
" Iya Sayang "
Lona dan Biyanka masuk ke dalam mobil Tian, sedangkan Mia dan Zicko masuk ke dalam mobil..
-
Lona terus tersenyum mengingat tentang pembicaraan mereka di restoran dia merasa bahagia karena akan menjadi istri dari laki laki yang dia cintai.
" Oya Pa, Ma,, Apa Abang sudah tau masalah ini " Ucap Lona yang teringat dengan Lio
" Lusa Abang pulang, dan baru Papa akan ceritakan "
" Tapi kalau Abang gak setuju bagaimana "
" Kenapa gak setuju,, Abang dan Zicko sudah saling kenal bahkan Abang juga tau gimana Sayang nya Zicko sama Ade "
" Maksud Ade,, Kan Abang belum menikah tapi Ade malah nikah duluan "
" Honey,, Abang pasti tau sayang dan menurut Mama malahan bagus dong jadi Abang bisa segera mencari pacar "
" Pa, Ma,, Abang sudah punya kekasih dan Ade pernah melihatnya "
" Benarkah,, bagus dong jadi Abang bisa pulang bersama kekasihnya dan bisa dikenalin sama Papa dan Mama "
Lona mengangguk, dan dia kembali duduk sambil memainkan ponselnya karena ada pesan masuk yang ternyata dari Anisa.
Lona terlihat membalas Chat Anisa yang menceritakan jika Sandi sudah tau tentang masalahnya dan mereka akan berjuang bersama untuk hubungan mereka agar mendapat restu dari Tante Widia.
Sebenarnya Lona merasa penasaran kenapa Tante Mia tidak merestui mereka, apa kurangnya Kak Sandi dan harusnya sebagau orang tua akan tetap mendukung apa pun yang di putuskan oleh anaknya.
__ADS_1
Tetapi,, Lona teringat dengan ucapan Zicko jika dirinya tidak boleh terlalu ikut campur masalah mereka, karena mereka sudah dewasa dan bisa mengatasinya berdua.
Lona kembali menyimpan ponselnya, dan dia menatap jalanan yang dilewati,, hari sudah malam dan bukan Jakarta jika tidak macet sama halnya sekarang, mereka terjebak macet dan sama sekali tidak bergerak.