Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
PENGAKUAN


__ADS_3

Aruni dan Reno kini telah berada di dalam mobil,Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Sayang,kita mau kemana?" tanya Reno di tengah perjalanan.


"Jalan-jalan." jawab Aruni datar.


"Iya jalan-jalan.Tapi mau kemana?" tanya Reno gemas.


"Aku belum ada ide,nanti kalau aku sudah dapat ide aku akan bilang."jawab Aruni santai.


"Huft,oke kita muter-muter,kita susurin ni jalanan ibu kota." ucap Reno pasrah.


Reno mengemudikan mobil nya santai,dia juga ingin menikmati jalanan ibu kota yang lumayan lengang.Karena ini masih jam 2 siang,jadi belum padat dengan mereka yang pulang kerja.


Reno tampak fokus menyetir mobil nya,dia juga terlihat sangat hati-hati.


"Mbak-mbak tadi itu siapa sih mas?" tanya Aruni tiba-tiba.


"Ah..kamu tanya apa sayang?"jawab Reno terlihat panik.


"Lupain aja mas." ucap Aruni kesal.


Tiba-tiba Reno menepikan mobil nya.Dia sadar kalau dia telah membuat kesalahan lagi.


"Sayang...maaf.Bukan maksud saya seperti itu." ucap Aruni sambil memegang tangan Aruni.


"Kamu kenapa panik mas saat aku tanya dia siapa?Kamu cinta sama dia?iya?!" tanya Aruni dengan suara lantang.


"Sayang..sayang..bukan seperti itu maksud saya." ucap Reno sambil memegang kedua pipi Aruni.Reno berusaha menenangkan diri nya sendiri.Karena saat ini dia berada dibawah tekanan.Karena dirinya enggan mengenang masa lalu.Namun dia harus menceritakan semua masa lalu nya kepada istri nya.Agar istri nya itu tidak cemburu dan berpikir yang tidak-tidak terhadap dirinya.


Reno menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.Sementara Aruni hanya diam tak bersuara.Dia menunggu penjelasan dari suami nya.Seandainya saja Reno langsung menjawab pertanyaanya dan tidak panik.Aruni tidak akan semarah itu kepada Reno.Dia akan menerima apapun kenyataan nya,baik itu pahit atau pun manis nanti nya.Aruni masih menunggu penjelasan dari suami nya.


"Oke,saya akan cerita sama kamu.Yang tadi kamu temui,dia adalah Jessica.Dia adalah mantan tunangan saya enam tahun yang lalu." ucap Reno sambil terus memegangi tangan istri nya.


Aruni tak berkomentar dengan penjelasan Reno. Dia masih menunggu penjelasan lain nya.Mata nya menatap tajam kearah suami nya.

__ADS_1


"Kami batal menikah karena dia lebih memilih karir nya dan meninggalkan saya.Jujur saat itu saya hancur,saya seperti kehilangan separuh jiwa saya.Saya bagaikan mayat hidup,hanya raga saya yang terlihat.Tapi jiwa saya entah dimana,saat itu saya tidak pernah mempercai orang lain.Saya takut akan kecewa lagi.Saat itu Ali lah orang yang membuat saya bangkit kembali.Saya bisa seperti sekarang ini karena Ali.Dua tahun belakangan ini dia yang setia memberikan saya rasa percaya diri lagi.Sampai akhir nya saya dipertemukan dengan kamu.Dan entah mengapa hati saya yakin dengan kamu.Tak ada keraguan dalam hati saya untuk menerima kamu." ucap Reno sambil memandang lekat istri nya.


Aruni tak menjawab ucapan suami nya itu.Dia mencoba mencari kebenaran pada mata Reno.Dia bukan tak percaya pada suami nya,namun dia hanya meyakinkan diri nya agar lebih percaya lagi kepada suami nya.


"Run,saya tahu kamu pasti ga percaya dengan kata-kata saya.Tapi yang harus kamu tahu,saya sayang sama kamu.Saya cinta sama kamu,melebihi cinta saya terhadap diri saya sendiri." ucap Reno penuh penekanan.


"Mas,aku ga masalah dengan masa lalu kamu.Semua orang pasti punya masa lalu,tapi yang jadi masalah disini adalah kamu nya yang ga tegas dengan masa lalu kamu." ucap Aruni lembut.


"Iya ini memang salah saya,saya memang tidak tegas terhadap dia."


"Begini lho mas,dengan sikap kamu sekarang terhadap dia.Itu sama saja kamu memberi dia ruang walau hanya sepersekian persen.Dari yang aku lihat dia bukan tipe orang yang mudah menyerah.Semua keputusan ada di tangan kamu mas.Kamu mau dia masuk diantara kita atau kamu mau dia ga bisa masuk diantara kita."


"Sayang,bantu saya untuk bertahan dengan pilihan yang kedua.Karena jujur saya tidak bisa kasar terhadap perempuan.Apa lagi dia pernah ada dalam hidup saya."


"Aku tanya satu hal dulu sama kamu.Kamu harus jawab jujur ya mas.Supaya aku juga bisa bantu kamu." ucap Aruni serius.


"Kamu mau tanya apa,insyaallah saya akan jawab sejujur-jujur nya."jawab Reno tegas.


Aruni menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


Reno tak langsung menjawab pertanyaan Aruni,dia meyakinkan dulu diri nya.Reno menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


Reno juga mengusap kasar wajah,dan kemudian membekap mulut nya sendiri.


'Bismillahirahmanirahim.' gumam Reno pelan.


"Saya akan jawab pertanyaan kamu." ucap Reno sambil menggenggam tangan istri nya dan menatap dalam mata istri nya.


"Sedikit pun saya sudah tidak ada lagi rasa cinta untuk dia.Tapi maaf saya belum sepenuh nya bisa melupakan dia." jawab Reno pelan.


Aruni tak berkomentar apa pun.Dia menatap dalam mata suami nya.Dia mencari kebenaran disana.


"Mas,melupakan seseorang tidak akan kita kita lakukan.Karena itu adalah berkah dari Allah,tapi bagai mana cara kita menyikapi nya mas.Apa kah kamu masih mau berhubungan dengan dia atau tidak."


"Iya sayang,kamu benar.Jangan kan orang yang lama kita kenal,yang baru kita temui beberapa kali saja kita akan tetap ingat."

__ADS_1


"Iya."


"Run,saya sayang sama kamu.Saya mau menua bersama kamu dan anak-anak kita.Sampai ajal yang memisahkan kita"ucap Reno sambil mengusap lembut perut istri nya yang masih rata.


"Terimakasih mas,kamu sudah mau menua bersama ku.Aku juga sayang sama kamu." ucap Aruni sambil memeluk suami nya.


"Maafin saya ya,untuk kejadian tadi.Saya janji sama kamu ini ga akan pernah terjadi lagi."


"Jangan janji mas,buktikan aja."


"Iya sayang."


Reno pun kemudian melanjutkan perjalanan mereka.Sepanjang perjalanan Aruni meminta banyak dibelikan cemilan pinggir jalan.Mulai dari rujak,cilok,cimol,gorengan,dan masih banyak lagi. Awal nya Reno tak mengijinkan Aruni memakan,makanan pinggir jalan seperti itu. Namun karena Aruni terus merengek alhasil Reno pun mengalah.


Tak semua makanan yang dibeli dimakan oleh Aruni.Kebanyakan makanan itu Reno yang memakan nya.Reno tak dapat menolak nya karena Aruni selalu bilang bahwa itu adalah keinginan bayi nya.


"Sayang sudah ya jangan beli makanan pinggir jalan lagi.Saya takut itu gak bersih." ucap Reno saat Aruni melihat penjual cakwe dipinggir jalan dan merengek minta di belikan.


"Tapi mas aku pengen banget cakwe nya."jawab Aruni memelas.


"Iya sayang.Kita beli di tempat yang lebih bersih ya."


"Mas,itu tadi tempat nya bersih lho.Gerobak nya juga bersih."


"Tapi tadi tu,kamu liat deh gerobak nya ga ada tutup nya.Itu terbuka,sudah pasti debu dan kotoran lain nya menempel disitu.Itu ga bersih sayang."


"Yaallah mas,kamu kepikiran sampai situ?aku aja ga kepikiran kesitu mas."


"Yaudah maka nya,kita beli ditempat yang lebih bersih ya."


"Iya."jawab Aruni sambil manyun.


Mereka pun melanjutkan perjalanan nya lagi.


next bab ya..

__ADS_1


__ADS_2