Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
PERINGATAN


__ADS_3

Sparing futsan antara Reno cs dan lawan nya pun masih terus berjalan.


Namun tiba-tiba ada terjadi insiden dimana Ari sengaja mensleding kaki Reno hingga dia terjerembab.Reno yang tidak terima pun lantas mencoba mendorong tubuh Ari.Ari yang tak terima pun lantas membalas mendorong Reno.Mereka saling dorong dan tarik kerah baju lawan.Teman-teman mereka berdua pun mencoba melerai nya.Hingga terdengar suara pluit dari Wasit.


"Priiiiittt." suara pluit dari wasit terdengar menghentikan perkelahian antara Reno dan Ari.


"Br**g***" ucap Reno tak terima.


"Lu yang br**g***!" seru Ari.


"Ada masalah apa lu sama gue?" tanya Reno makin kesal.


Ari tak menjawab.Dia malah berusaha untuk memukul Reno.Namun masih bisa ditahan oleh teman-teman nya.


Reno yang kesal lantas tak melanjutkan permainan itu.Dia berjalan keluar lapangan dan keluar pula dari permaina. Reno berjalan menuju kursi yang ditunggui oleh Vero .


"Ren,kamu ga apa-apa?" tanya Vero khawatir .


"Gue ga apa-apa." jawab Reno datar.


"Siapa sih tuh orang ngeselin banget.Kan dia yang salah kok dia yang marah." uca Vero gemas.


"Ga tau,gue ga kenal." ucap Ari.


"Tapi kok kalian bisa sparing?" tanya Vero tak mengerti.


"Gue juga ga tau.Poko nya gue tadi dikabarin buat sparing futsal sama Dhika.Kaya nya dia kenalan nya Seno." ucap Reno menjelaskan.


"Tapi beneran kamu ga kenal sama sekali sama dia?" tanya Vero penasaran.


"Engga." jawab Reno sesaat setelah meneguk minuman nya."Gue baru sekali ini ketemu dia." jelas Reno


"Tapi kaya nya dia dendam banget sama kamu." tutur Vero.


Dan Reno hanya mengangkat bahunya untuk menanggapi ucapan Vero.


"Gue ke toilet dulu ya.Mau ganti baju gerah." Ucap Reno seraya pamit.


"Iya." jawab Vero singkat.


Reno pun melangkahkan kakinya menuju toilet.Dia sudah tak bersemangat melanjutkan permainan futsal ini.Dia sudah merasa kesal karena kejadian tadi.


Sesampai nya Reno di toilet dia langsung menyalaka kran air dan membasuh muka nya dengan air yang mengalir dari kran.


Ketika Reno sedang membasuh muka nya,tiba-tiba seseorang menghampiri nya.


" Punya hubungan apa anda dengan Aruni?!" tanya seseorang itu yang tak lain adalah Ari.


Reno yang ditanya demikian pun langsung menghentikan aktivitas nya membasuh wajah nya.Dia kemudian meraih handuk yang dia gantung disisi kanan nya.Dan kemudian mengelap wajah nya yang basah dengan handuk tersebut.


"Bukan urusan Anda." ucap Reno sambil menyandarkan tubuh nya pada wastafel.


"Jelas ini menjadi urusan saya.Karena anda hubungan saya dan Aruni berakhir." ucap Ari sambil mendekatkan wajah nya pada Reno.


"Menjauh dari saya." ucap Reno ketus.


"Saya peringatkan pada anda,jauhi Aruni.Atau saya akan bertindak." ucap Ari dengan nada mengancam.

__ADS_1


Reno tak menjawab ucapan Ari.Dia melangkah hendak memasuki bilik toilet.Ketika didepan pintu bilik toilet tiba-tiba Ari menarik kerah baju Reno. Dan membuat Reno memutarkan tubuh nya.Ari hendak memukul Reno.Namun ditahan oleh tangan Reno.


" Jangan pernah ganggu saya." ucap Reno sambil memelintir tangan Ari.


"Aww." pekik Ari kesakitan.


Reno kemudian menghempaskan tangan Ari ketika mendengar rintihan orang itu


"Gue kasih tau sama lu.Aruni itu pacar gue.Dan kita udah sepakat akan segera menikah." ucap Ari mengada-ada.


"Itu bukan urusan saya." ucap Reno sambil melangakah memasuki bilik toilet.


Ari yang merasa buka tandingan Reno,kemudian pergi meninggalkan Reno.Ari tampak masih kesal berjalan dengan cepat meninggalkan toilet.


Sementara Reno melajutkan membersihkan tubuh nya,dari keringat yang menempel.


"S**l*n." ucap Reno sambil membasuh tubuh nya dengan guyuran Air yang keluar dari shower.


'Dia bilang dia pacar nya Aruni.Kenapa sih cebol itu ga bilang sih kalau masih punya pacar?! kalau kaya gini terkesan gue yang ngerebut dia.Br**g**k!' gumam Reno dalam hati.


Tak berapa lama kemudian Reno telah selesai membersihkan tubuh nya dan berganti pakaian. Kemudian dia keluar dari toilet dan berjalan menuju sahabat-sahabat nya berada.


"Ren,lu ga apa-apa?" tanya Seno merasa tidak enak.


ý"Iya." jawab Reno datar.


"Gue minta maaf ya,soal kejadian tadi.Gue ga tau kalau si Ari bakalan bertindak kaya tadi." tutur Seno menjelaskan.


"Emm." ucap Reno singkat.


"Lagian si Ari itu bukan nya minta maaf malah langsung pergi gitu aja.Dasar banci!" ucap Dhika kesal.


"Mendingan gue bencong,tapi tau aturan." ucap Dhika bangga.


Dan semua tertawa mendengar nya.


Kemudian Reno pun pamit kepada sahabat-sahabat nya.Dia sudah tak mood melanjutkan kegiatan itu lagi.


"Kakak pertama,dede nebeng ya sampe jalan merdeka." ucap Dhika dengan nada manja.


"Ga akh.Nanti sial lagi mobil gue di tumpangin banci kaleng kaya lu." ucap Reno bergurau.


"Yaelah,kakak sungguh terlalu.Gue tuh bukan banci kaleng,tapi gue tuh bencong kelas kakap." ucap Dhika dengan gaya khas nya.


"Jangan mau Ren,ditebengin sama jelmaan siluman." ucap Alvin sambil tertawa.


"Eh,kakak ketiga ko lu gitu sih,gue bukan jelmaan siluman.Tapi gue titisan dewi quan in.Puas lo!" ucap Dhika kesal.


Dan disambut gelak tawa dari keempat sahabat nya yang lain.


"Kakak pertama,dedek mebeng ya sampe jalan merdeka.Dedek ada pemotretan di star tower." ucap Dhika memohon


"Si Ria emang kemana?Kenapa lu ga minta jemput dia aja?" tanya Reno.


"Si Ria lagi meeting sama orang star nya.Dia nyuruh gue nyusulin dia." ucap Dhika menjelaskan.


Dhika adalah seorang model sekaligus pemain FTV dan juga bintang iklan.Bisa di bilang dia adalah artis papan atas ibu kota.

__ADS_1


"Baru kali ini gue liat ada artis disuruh-suruh sama asisten nya." kali ini giliran Vero buka suara.


"Dia mah artis oon." ucap Alvin sambil tertawa.


"Bodo amat lah,yang penting sekarang gue nebeng dulu ya kakak pertama." rengek Dhika pada Reno.


" Ck..Ya udah ayo.Tapi jangan berisik didalam mobil ya!" seru Reno


"Siap Bos." ucap Dhika bergaya sok tentara.


"Good." jawab Reno.


Kemudian Dhika dan Reno pun pamit pulang terlebih dahulu.Mereka melangkahkan kaki keluar lapangan futsal secara bersamaan.


Reno sudah sampai di parkiran mobil lapangan futsal.Tiba-tiba seseorang menghampiri sambil menarik belakang baju Reno.


"Gue peringatin sama lu.Jangan lagi lu berhubungan sama Aruni." ucap seseorang itu yang tak lain adalah Ari.


Reno yang reflek berbalik langsung memelintir tangan Ari.


"Aww." pekik Ari kesakitan.


"Gue udah bilang.Jangan ganggu gue!" ucap Reno masih dengan memelintir tangan Ari.


"Jangan berani nya main kekerasan.Gue laporin lu kepolisi baru tau rasa." ucap Ari meringis kesakitan sambil meringis kesakitan.


"Eh,Bencong.Yang mulai maen kekerasan duluan, elu.Jangan playing victim deh lu!"ucap Dhika kesal.


"Diam lu,gue ga ada urusan sama lu." ucap Ari sambil menunjuk muka Dhika.


"Jaga sopan santun,anda.Jangan maen nunjuk muka orang sembarangan."ucap Reno sambil menepis tangan Ari.


"Sekali lagi gue peringatin sama lu.Jauhin Aruni,dia ga pentes buat lu." ucap Ari sambil berlalu meninggalkan Reno dan Dhika.


Reno menatap kepergian Ari dengan penuh amarah.Dhika yang melihat ada sesuatu yang Reno sembunyikan mulai memikirkan hal-hal aneh.


"Kakak pertama ayo akh jalan.Udah telat ni akika." ucap Dhika sambil berkacak pinggang.


Reno pun menuruti Dhika.Dia dan Dhika kemudian masuk kedam mobil. Tak berapa lama mobil Reno pun melaju menuju tempat tujuan yang akan di tuju.


Reno fokus menyetir mobil nya.Tangan kanan nya memegang stir kemudi.Sementara tangan kirinya bertumpu pada pintu mobil sambil memijit-mijit pelipis nya.


"Eh,kakak pertama,bencong tadi tuh siapa sih?" tanya Dhika penasaran.


"Mana gue tau." ucap Reno pelan.


"Ga mungkin lu ga tau." ucap Dhika tak percaya.


"Ya emang gue ga tau dia itu siapa?!" ucap Reno meninggi.


"Ooh.." ucap Dhika pelan. " Eh,tapi kenapa dia selalu nyebut-nyebut nama Aruni?Emang Aruni itu siapa?" tanya Dhika yang masih penasaran.


"Sekali lagi banyak tanya,gue turunin lu disini." ucap Reno kesal.


"Ish..jahat banget sih,gue kan cuma tanya." ucap Dhika sambil menyebikkan bibir nya.


Seketika suasa didalam mobil Reno menjadi hening.

__ADS_1


Next bab ya sayang..


__ADS_2