
Lona berada di dalam ruang ICU yang sebenarnya tidak boleh ada seorang yang masuk kecuali dokter, namun karena Lona terus memaksa akhirnya Dokter pun mengijinkan dan hanya satu orang saja yang bisa masuk.
Lona menatap Zicko, tubuhnya sangat lemas hampir semua tubuh Zicko terpasang selang mata nya terus terpejam, sungguh sangat menyakitkan bagi Lona.
Lona duduk di samping Zicko, menggenggam tangannya, mengecupnya bahkan cincin mereka masih sama sama melingkar di jari manis masing masing.
" Maafin aku Kak, karena aku kaka jadi seperti ini, harusnya aku gak usah pergi ke Mall saat itu,,
Harusnya Kak Zicko gak usah ke tempat itu dan semua ini gak akan terjadi,,
Kenapa Kak Zicko gak biarin aku juga kena tembak kak, kenapa Kak Zicko harus yang menanggung semuanya..
Kak Zicko lihat cincin kita, Apa Kakak gak kangen dengan aku, apa kakak gak mau menikah dengan aku, Kakak janji setelah urusan selesai kakak akan meminta ijin sama Papa buat menikahi aku, apa kakak lupa dengan semua janji Kakak dan Kakak bertahan dengan kondisi Kakak seperti ini, Kaka senang melihat aku yang sendiri, aku sedih,, Kita punya mimpi Kak, Apa Kak Zicko sudah tidak mau lagi mewujudkannya,, "
Lona terus terisak, bahkan dia tidak memperdulikan lukanya yang kembali basah dia terus mendekap tangan Zicko di sana.
-
Sementara di Luar, Lio menyeka air matanya melihat Adik Kesayangan nya yang sangat terpukul bahkan selama ini, Lona sama sekali tidak pernah menangis, Lio selalu menjaga hati Lona agar tidak sampai menangis namun saat ini sekarang Lona terus terisak, menangis bahkan dia menyiksa tubuhnya dengan sama sekali tidak makan.
-
Lona merasa sangat pusing, bahkan dia menyentuh lehernya yang kembali berdarah.
__ADS_1
Namun tiba tiba pandangannya kabur,,
Brukk..!!
Lona terjatuh ke lantai
" Astaga Ade " Ucap Lio langsung masuk ke dalam saat melihat Lona yang terjatuh pingsan.
Lio langsung membopong tubuh Lona keluar,,
" Dokter Dokter " teriak Lio membawa Lona kembali ke kamarnya
Lona Langsung mendapatkan penanganan dokter, Tian, Biyanka dan Lio menunggu di luar.
-
Di ruang ICU,
Tidak ada satu orang pun di sana dan hanya Zicko yang masih terbaring koma.
Namun terlihat air mata yang menetes pada sudut matanya.
Zicko merasakan sedih mendengar semua ucapan Lona, namun dia sama sekali tidak bisa membuka matanya, dia terus memaksakan namun tetap saja, tubuhnya sangat kaku dan hanya dengan air matanya saja dia bisa mengungkapkan kesedihannya.
__ADS_1
Tiba tiba suster masuk untuk memeriksa keadaan Zicko,,
Suster mengecek semua alat yang menempel pada tubuh Zicko namun Suster heran saat melihat sudut mata Zikco yang basah dan bantal yang digunakan pun basah.
Dengan segera suster berlari keluar dan memberitahu Dokter.
Sandi yang baru saja sampai di sana langsung berlari saat melihat para suster juga Dokter berlarian masuk ke dalam ICU.
" Suster,, Apa yang terjadi " Ucap Sandi saat melihat suster yang akan masuk ke dalam
" Maaf Mas, Dokter masih memeriksanya saya permisi " Ucap Suster dan Sandi mengangguk.
Sandi menunggu di luar,
Dia mengusap wajahnya, berharap tidak akan terjadi sesuatu yang parah dengan kondisi Zicko saat ini.
" Ya Tuhan,, Aku mohon sembuhkan Zicko, dia orang yang baik..
Ko, gue tau Loe pasti sembuh, Loe akan bertahan kan, Cita cita Loe belum sepenuhnya terwujud,,
Please Ko, kasihan Tante Mia juga Lona "
Sandi terus menunggu di depan pintu, menunggu Dokter yang masih memeriksa Zicko di dalam.
__ADS_1