
Disebuah Rumah sakit,Natasya yang sedang dirawat disana.Tengah menangis,karena usha nya membujuk sang papa agar mau mengeluarkan Ari dari dalam penjara belum berhasil.Natasya sudah merasa putus Asa,dia bingung bagai mana lagi cara nya untuk membujuk sang papa.Dia sudah coba dengan cara extrime sepeti ingin bunuh diri sekali pun tetap gagal.
Natasya begitu mencintai Ari,dia tidak rela kalau harus melihat Ari dipenjara.
"Nat,kamu makan siang dilu ya.Ni papa sudah membelikan makanan kesukaan kamu." ucap Tuan Hartwan sambil menyodorkan makanan pada putri kesayangan nya itu.
"Aku ga mau makan.Biarin aja aku sakit.Biarin aku mati sekalian,buat apa aku hidup kalau laki-laki yang aku cintai ga ada disamping aku pa?!" ucap Natasya sambil menangis.
"Natasya sayang,kamu tidak boleh bicara seperti itu sayang.Kalau kamu sakit kasihan dengan calon anak kamu.Kamu mau nanti Ari semakin marah dengan kamu, karena kamu ga bisa menjaga buah hati nya." ucap Tuan Hartawan lembut.
"Tapi pa,buat apa aku sehat.Kalau Ari ga ada disamping aku?"
"Nat,kamu ga boleh bicar seperti itu.Kamu harus sehat,karena kalau kamu sakit bagai mana kamu bisa jenguk Ari dipenjara.Dia butuh dukungan kamu.Kamu harus ingat dia yatim piatu.Cuma kamu yang dia punya.Jadi kamu harus sehat demi dia." ucap Tuan Hartawan mencoba menahan Amarah nya.
Tuan Hartawan sengaja melakukan itu karena mengikuti masukan dari Reno.Dia ingin sekali memisahkan anak nya dengan Ari.Maka dari itu dia mengikuti ide Reno untuk membuat hati Natasya luluh,Dengan cara berpura-pura mengikuti kemauan Natasya.Karena Natasya masih sangat labil,usia nya baru sembilan belas tahun.Sehingga masih mudah untuk dipengaruhi,begitu kata Reno.Dan Tuan Hartawan pun mengikuti saran dari Reno.
"Tapi pa,kenapa papa ga mau bantu aku buat beasin Ari dari penjara?"
"Papa sedang berusaha nak,kamu sabar ya."
Natasya hanya menganggukan kepala nya.Dia pun memakan makanan yang papa nya berikan pada nya.
...
Sementara di tempat lain.Reno tengah menandatangani dokumen yang dibawa Ali.
"Maaf tuan,ini laporan mengenai perusahaan textile milik tuan Ari." ucap Ali sambil menyerahkan map coklat berisi laporan.
"Iya,bagai mana menurut mu,apa perusahaan ini menguntungkan?"tanya Reno pada Ali.
"Menurut apa yang sudah saya pelajari tentang perusahaan ini.Dilihat dari segi bisnis perusahaan ini sangat berpotensi.Selain karena termasuk perusahaan textile pertama yang mengimport barang nya.Dia juga salah satu brand yang cukup di gemari oleh para konsumen tuan." ucap Ali menjelaskan.
"Oke,saya percayakan perusahaan itu pada mu Al.Perusahaan itu silahkan kamu kelola,saya memberikan hak penuh pada kamu untuk mengelola nya.Anggap saja itu hadiah dari saya untuk kamu."
"Tapi tuan."
"Jangan bantah saya."
"Baik tuan.Kalau begitu saya permisi untuk kembali keperusahaan."
"Iya."
Ali pun kemudian meninggalkan kediaman tuan Herlambang dan menuju keperusahaan milik Reno.
Ditengah perjalanan Ali sengaja menyempatkan diri nya kerumah sakit untuk menjenguk Natasya. Ali merasa bertanggung jawab karena menyebabkan Natasya harus masuk rumah sakit.
Ali sudah sampai dirumah sakit tempat Natasya di rawat.Ali berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar Natasya.
Tiba didepan ruangan rawat Natasya,Ali bertemu dengan tuan Hartawan.
"Selamat siang Tuan." sapa Ali sopan.
"Ali,selamat siang." jawab tuan Hartawan.
"Kenapa tuan berada diluar?Bagai mana keadaan nona Natasyam?"tanya Ali pelan.
"Natasya baru saja diberi obat oleh perawat.Kini ia sedang tertidur." jawab Tuan Hartawan sambil duduk di bangku rumah sakit.
"Ada apa tuan,seperti nya anda sedang ada masalah?" tanya Ali sambil mendekati tuan Hartawan.
"Saya tidak tega melihat kondisi putri saya. Setiap saat dia selalu menyebut nama pria b****s** itu." ucap tuan Hartawan sambil mengepalkan tangan nya.
"Tuan,jangan cemas,saya yakin nona Natasya pasti bisa lepas dari belenggu Ari.Dia hanya butuh waktu." ucap Ali mencoba menangkan tuan Hartwan
"Ya,semoga saja." ucap Tuan Hartawan.
...
Sementara di tempat lain,Aruni yang sudah selesai bekerja kini tengah bersiap-siap untuk pulang.
"Run,bawa motor?" tanya Ines pada Aruni.
__ADS_1
"Engga Nes,gue dijemput mas Reno."jawab Aruni sambil tersenyum.
"Duh enak nya,emang mas Reno mu itu ga kerja Run?"
"Dia masih cuti sampai hari ini.Besok baru dia masuk kerja."
"Eh,ngomong-ngomong kamu sekarang tinggal dimana?"
"Masih di rumah ayah sama ibu Nes."
"Kirain udah diboyong kerumah mas Reno."
"Belum Nes."jawab Aruni pelan. "Eh,itu mas Reno udah datang.Gue duluan ya Nes." ucap Aruni sambil melambaikan tangan nya.
Aruni pun berjalan menuju mobil Reno yang sudah menunggu nya di area pelataran parkir rumah sakit.
"Assalamualaikum." ucap Aruni sambil membuka pintu mobil Reno dan mencium punggung tangan Reno.
"Waalaikumsalam." jawab Reno sambil tersenyum.
Aruni pun kemudian duduk disamping Reno.
Mobil Reno pun mulai meninggalkan pelataran parkir rumah sakit.
"Mas aku mau tanya sesuatu sama kamu." ucap Aruni pelan.
"Saya juga mau bicara sesuatu sama kamu." jawab Reno.
"Soal apa?" tanya Aruni panik.Takut kalau diri nya membuat kesalahan.
"Kita cari tempat dulu ya buat ngobrol." ucap Reno pelan.
"Dimana ya mas enak nya?" tanya Aruni.
"Kamu sudah makan?"
"Tadi siang sih sudah."
"Berarti sekarang belum dong?Ya sudah kita ngobrol sambil makan ya?"
"Memang kamu mau makan apa?"
"Aku lagi kepingin banget makan bakso yang ada di pertigaan situ mas.Sumpah bakso disitu tuh enak banget deh mas."
"Masa sih?Emm bagai mana ya?Saya ga pernah makan dikaki lima."
"Yaallah mas,kamu sombong banget!Mulai sekarang kamu harus biasain diri kamu untuk ikut kebiasaan aku,karena aku pun seperti itu."
"Bukan nya sombong,saya hanya takut.Karena makanan kaki lima itu tidak higienis."
"Kata siapa makanan kaki lima ga higienis?Makanan kaki lima itu banyak yang enak mas.Ga kalah sama makan restoran mewah."
"Iya saya tahu,tapi kan belum tentu higienis."
"Mas aku dari kecil udah sering banget makan dikaki lima.Bukti nya sampe sekarang aku baik-baik aja,Alhamdulillah aku sehat walafiat.Pokok nya aku mau makan bakso disitu!"
"Iya-iya." Ucap Reno pasrah.
Reno membelokan mobil nya kesebuah kedai bakso di pertigaan jalan.Dikedai bakso tersebut tampak ramai pembeli.Reno yang melihat itu sedikit ngeri, karena antrian pembeli bakso.
"Run,dibungkus aja ya?" ucap Reno pelan.
"Ga enak mas kalo di bungkus.Kan kata nya mas Reno mau ngomonga sesuatu sama aku.Udah yu turun." jawab Aruni bersemangat.
"Tapi disini ramai sekali." jawab Reno.
"Justru itu sensasi nya mas.Udah yuk turun." Ajak Aruni.
Reno pun dengan malas mengikuti Aruni.Ini pertama kali nya Reno masuk kedalam kedai bakso pinggir jalan dengan hiruk pikuk nya.Aruni berjalan disamping Reno,dia tampak menggandeng tangam suami nya itu.Aruni dan Reno tampak memasuki kedai bakso tersebut.
Aruni mencoba mencari tempat duduk,dan seketika dia melihat ada meja kosong di pojok ruangan.
__ADS_1
"Mas kita duduk disana yuk?" ajak Aruni pada Reno.Dan Reno hanya menganggukan kepala nya.
Aruni Dan Reno sampai di meja yang akan mereka tempati.
Reno tampak mengelap meja dan kursi yang akan dia duduki.Sementara Aruni hanya memerhatikan tingkah suami nya itu.
"Sudah bersih,kamu boleh duduk." ucap Reno sambil menarik kursi yang akan diduduki Aruni.
"Iya mas,terimakasih ya.Yaallah kamu baik banget deh." ucap Aruni senang.
" Kamu mau pesen apa mas?Bakso atau mie ayam?" tanya Aruni pada suami nya itu.
"Saya bakso saja deh.Tapi jangan pakai mie ya,hanya sayuran saja." jawab Reno
"Siap bos,sebentar ya aku pesen dulu." ucap Aruni sambil melangkahkan kaki nya menuju sang penjual bakso.
Tak lama Aruni kembali kemeja nya dengan dua botol air mineral ditangan nya.
"Ni mas minum dulu.Aku sengaja pesen nya air mineral biar lebih sehat."ucap Aruni sambil nyengir.
"Sok tahu kamu." jawab Reno sambil tersenyum.
"Ih,bener mas.Minum air putih tuh lebih sehat." Ucap Aruni keki.
"Iya bu suster."jawab Reno sambil mengusap pucuk kepala Aruni.
Tak lama pesanan mereka pun sampai.Sang penjual bakso pun memaru satu persatu pesanan Aruni.
"Kok kamu makan mie,kata nya mau makan bakso tadi?" tanya Reno sesaat setelah penjual bakso tersebut menghidangkan pesanan mereka.
"Hehehe..aku lagi kepingin makan mie ayam mas,tapi tenang aja ini pakai bakso kok." jawab Aruni sambil tertawa.
"Huh,curang."jawab Reno keki.
Mereka berdua pun mulai menikmati makanan mereka masing-masing
"Mas tadi kamu mau ngomong apa?"
"Yang mana?"
"Tadi pas dimobil."
"Oh itu,jadi gini.Hari sabtu depan kan acara ngunduh mantu ditempat saya.Jadi saya mau ajak kamu pindah kerumah besar malam ini.Lagi pula kan besok saya sudah mulai masuk kantor.Jadi sudah ga ada waktu lagi untuk pindahan nya."
"Oh,tapi kita belum ngomong sama ayah dan ibu mas."
"Sudah kok,tadi saya sudah bicara sama ayah dan ibu."
"Oh gitu.Terus berarti malam ini kita pindahan?"
"Iya.Tapi kamu tenang aja,kamu ga perlu bawa semua barang-barang mu.Semua sudah tersedia disana."
"Iya mas,aku ikut kamu aja bagai mana baik nya."
"Saya pasti akan kasih yang terbaik buat kamu."
"Terimakasih ya mas."
"0h iya,tadi kamu kata nya mau bicara sesuatu sama saya.Mau bicara apa?"
"Oh itu mas,aku mau tanya.Emm..memangnya rumah sakit tempat aku bekerja itu milik keluarga mas Reno? Terus dokter Steven dan yang lain nya dipecat sama kamu ya mas?"
"Iya."
"Kok kamu ga ngomong sama aku sih mas,kenapa aku malah tau dari orang lain?"
"Buat saya kamu ga perlu tahu yang seperti itu.Yang kamu harus tahu.Suami kamu ini orang hebat.Cukup samapai disitu aja."
"Ish apa sih,jawaban nya ga sesaui ah."
"Hahaha..ga apa-apa lah."
__ADS_1
Aruni dan Reno pun menyelesaikan kegiatan makan mereka.Dan setelah selesai membayar Reno dan Aruni langsung kembali kemobil nya.Untuk segara pulang kerumah.
next bab ya..