Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 154


__ADS_3

Sasya berjalan keluar kamarnya, dia menatap sekeliling yang masih terlihat sepi dan pasti masih belum bangun.


Sasya berjalan menuju dapur, namun pandangannya menuju seseorang yang tengah memasak di sana.


Sasya pun berjalan menghampiri dan tersenyum saat melihat jika Biyanka yang sedang memasak di sana.


" Pagi Tante " Sapa Sasya tersenyum


" Hai Sya,, Pagi,, "


" Tante masak apa "


" Ini Masak sarapan, kamu kenapa sudah bangun masih pagi, semalem juga pasti kamu tidur malem kan "


" Gak papa tan, Sasya bantu ya "


" Eh gak usah, kamu duduk aja Oke.. "


" Gak papa Tante, "


Biyanka tersenyum dan mengangguk,,


Mereka pun memasak bersama.


-


Setelah beberapa menit,


Mereka selesai masak dan mulai menatanya di atas meja.


" Pagi Mam " Sapa Lio yang masih terlihat muka bantalnya


" Astaga Abang,, kebiasaan,, malu itu ada Sasya " Ucap Biyanka yang melihat tingkah putranya


Lio langsung membulatkan matanya, dia lupa jika di sana ada Sasya.


Sasya tersenyum melihat tingkah Lio yang ternyata juga manja dengan mamanya..


" Abang cuci muka dulu " Ucap Lio langsung kembali berjalan menuju kamarnya


" Kebiasaan,, Maaf ya Sya.. Itu lah Lio kalau di rumah selalu saja manja sama Tante "


" Iya Tante " Ucap Sasya tersenyum


" Ya Sudah,, bentar ya Tante bangunin Papa Lio biar kita sarapan bareng " Ucap Biyanka dan Sasya mengangguk


Sasya berjalan menuju samping rumah, dia melihat salah satu pelayan di sana sedang menyirami bunga.


" Pagi Non " Ucap pelayan tersenyum


" Pagi Mba" Ucap Sasya tersenyum


Sasya duduk di sana melihat banyak bunga dengan berbagai macam dan terlihat sangat cantik sudah pasti di rawat oleh Biyanka.


-


Sedangkan di kamar,


Lio langsung mengerutuki dirinya Karena sikap konyolnya dan dia sangat malu dengan Sasya.

__ADS_1


" Sial,, kenapa gue bisa lupa coba kalau ada Sasya di rumah,, malu lah gue"


Lio menggeleng dan membasuh wajahnya,, dia pun kembali menatap wajahnya di cermin.


Tok,, tok,, tok,,


" Maaf Abang,, sudah ditunggu sarapan " teriak pelayan dari balik pintu kamarnya


" Iya sebentar"


Lio mengeringkan wajahnya dengan handuk dan berjalan keluar.


Dia menghela napasnya dan berjalan turun terlihat Biyanka, Tian juga Sasya sudah berada di sana.


" Pagi Pa,, Ma,, "


" Pagi Abang "


" Pagi Sya "


" Pagi "


Lio duduk di samping Sasya, dan mereka menikmati sarapan paginya.


Lio tampak terdiam, dia hanya menikmati sarapannya tanpa berbicara apa pun.


Dia masih merasa malu dengan Sasya dengan tingkahnya tadi.


*************


Zicko mengerjabkan matanya,


Zicko tersenyum mengingat kejadian yang baru saja mereka lakukan dan rasanya sangat bahagia karena statusnya sekarang yang sudah menikah dan menjadi seorang suami dari wanita yang sangat dia cintai.


Zicko menatap jam yang ternyata sudah pukul 10pagi, dia pun akan beranjak namun dia kembali menatap wajah cantik istrinya.


Zicko mendekatkan wajahnya dan mengecup kening Lona,


Dia pun beranjak dengan sangat pelan agar tidak membangunkan Lona.


Zicko menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


-


Dua puluh menit Zicko keluar dengan sudah menggunakan pakaian santainya,,


Zicko memang sudah menyiapkan segala sesuatu di Hotelnya, mulai dari pakaiannya juga pakaian Lona jika mereka akan menginap di sana tidak perlu repot membawa pakaian.


tiba tiba terdengar suara ponsel Lona yang berdering,,


Zicko melihat jika Lona masih tidur dan tidak mendengarnya,, dia pun mengambilnya karena tidak mau membuat Lona terganggu..


Di lihatnya Nama Mama pada Layar ponselnya dan sudah pasti jika itu telpon dari Mama Biyanka.


" Halo Ma " Ucap Zicko


" Loh Zicko,, kok kamu yang angkat dimana Lona Nak "


" Maaf Ma, Lona masih tidur mungkin dia lelah karena pesta semalem"

__ADS_1


" Kasihan Lona,, Ya Sudah kalian di hotel dulu saja pasti kalian sama sama capek "


" Iya Ma"


" Ya Sudah,, Kalian Happy ya di sana hati hati Salam buat Ade"


" Nanti Saya bilang sama Lona ya Ma"


" Iya Nak,, makasih ya "


Zicko menutup ponselnya dan meletakan kembali di atas nakas.


Dia pun duduk di sisi Lona,,


Di usapnya wajah cantik Lona dan dilihatnya tubuh Lona yang masih terbungkus selimut karena kegiatan mereka pagi tadi.


Lona menggeliat, dia pun mengerjapkan matanya dan tersenyum saat melihat Zicko tersenyum kepadanya..


" Bangun yuk, kita sarapan " Ucap Zicko lembut dengan membenarkan rambut Lona


" Hem,, " Ucap Lona beranjak namun dia merasakan perih di bagian sensitifnya..


" aw " rintih Lona


" Sayang,, kenapa " Ucap Zicko khawatir


" Perih Kak "


Zicko langsung membopong tubuh Lona,,


" Eh Kak Mau kemana " Ucap Lona kaget namun Zicko hanya tersenyum


Zicko membawa Lona menuju kamar mandi,,


" Sebentar ya Sayang" Ucap Zicko menurunkan tubuh Lona


Zicko menyiapkan air hangat di dalam bathtub.


" Yuk " Ucap Zicko dan Lona hanya menurut


Zicko memantu Lona berendam di dalam bathub..


" Gimana Yang " Ucap Zicko berjongkok di samping Lona yang masih berendam


" Ini lebih baik Kak "


" Mau aku bantu,, " goda Zicko


" Kak Zicko,, aku bisa sendiri.. Kakak keluar aja "


" Hahahaha,, Oke.. Panggil aku kalau sudah selesai ya " Ucap Zicko dan Lona mengangguk.


Zicko berjalan keluar,


Lona pun menikmati saat berendam nya..


Rasanya sangat nyaman dan membuat rasa nyerinya sedikit berkurang.


Lona tersenyum teringat saat mereka melakukannya, bahkan dia belum percaya jika ternyata sekarang dan saat ini dirinya sudah menjadi seorang istri seutuhnya Zicko dan membuatnya bahagia bisa menikah dengan laki laki yang di sayangi juga di cintainya.

__ADS_1


__ADS_2