
Lona masih belum terpejam, dia terus menatap cincin cantik yang melingkar di jarinya dan tersenyum terasa seakan semua hanya mimpi..
Tiba tiba pintu kamar terbuka,,
" Papa,, " Ucap Lona langsung beranjak duduk
" Honey kenapa belum tidur " Ucap Tian duduk di tepi ranjang
" Belum ngantuk Pa,, Papa sendiri kenapa belum tidur "
" Papa cuma ingin memastikan putri Papa ini udah tidur apa Belum,, " Ucap Tian mengusap rambut Lona
" Apa Papa boleh bertanya "
" Papa mau bicara apa, "
Tian tersenyum dan merubah posisi duduknya menatap putri Kesayangannya.
" Papa Liat Ade bahagia menerima lamaran Zicko, Apa Ade sangat menyukai Zicko "
" Ade bahagia Pa, dan Ade gak nyangka jika Kak Zicko melamar Ade secepat ini "
" Honey,, Apa pun keputusan Ade dengan siapa Ade menikah Papa selalu akan mendukung "
Lona langsung memeluk Tian, dia merasa beruntung memiliki Orang tua seperti Tian..
" Makasih Pa, Papa sudah mau menerima Kak Zicko,, Ade sayang Papa " Ucap Lona memeluk erat
Tian membalas pelukan Lona, mengusap rambutnya dan mengecup kepalanya..
" Sekarang Ade tidur, sudah malam besok Ade kuliah kan " Ucap Tian melepaskan pelukannya dan Lona mengangguk
Tian beranjak dan membantu Lona menyelimutinya,,
" Selamat tidur Honey, mimpi Indah..
Love you " Ucap Tian mengecup kening Lona
" Love you too Pa " Balas Lona tersenyum
Tian mengganti lampu tidur dan dia berjalan keluar kamar Lona.
Lona pun memejamkan matanya.
__ADS_1
Tian berjalan masuk ke dalam kamarnya dan tersenyum saat melihat Istrinya sudah terlelap di sana,
Tian naik ke atas ranjang duduk di sana dan menatap wajah damai Biyanka saat tertidur, wajah cantik yang sudah 19th menemaninya, wajah cantik yang selalu membuatnya terus merasakan Rindu.
Tian tersenyum dan mengusap lembut wajah Biyanka,,
" Terima kasih kamu sudah menemani Mas selama ini, merawat kedua anak kita memberikan kasih sayang yang tulus bahkan kamu selalu mengutamakan kebahagiaan mereka, Terima kamu selalu mengurus Mas selama ini, selalu sabar menghadapi Mas..
Sayang,, Mas gak nyangka kamu bisa bersikap sedewasa tadi, menerima lamaran Zicko tanpa memandang masa lalu Mia,,
Mas bangga memiliki istri seperti kamu sayang " gumam Tian mengecup kening Biyanka dan membaringkan tubuhnya di samping Biyanka dan memeluknya.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Keesokan Harinya
Wajah Zicko dan Lona terus bersinar terlihat mereka terus menampilkan senyuman di wajahnya, bagaimana tidak mereka sedang merasakan kebahagiaan bersama dengan sepasang cincin cantik yang melingkar di jari keduanya.
" Oya Kak,, kemarin Aku ketemu Anis " Ucap Lona yang baru mengingat kejadian kemarin
" Anisa,, Terus apa dia bicara sesuatu Yang "
" Anisa cerita semua sama aku Kak, dia bilang kenapa dia gak bisa menerima Kak Sandi "
Zicko menatap Lona, terpancar wajah sedih di sana dan Zicko menggenggam tangan Lona.
" Sayang dengerin Aku, semua keputusan ada di tangan mereka dan kita gak bisa memaksanya,, kita sebagi teman hanya bisa membantu mereka agar masalah mereka selesai dan selanjutnya hanya mereka yang bisa menemukan " Ucap Zicko da Lona mengangguk.
" Kamu jangan khawatir ya, karena Aku tau siapa Sandi dan Bagaimana Sandi, dia bisa bersikap dewasa dalam masalah ini "
" Makasih ya Kak,, Aku cuma gak mau Anisa sedih juga gak mau Anisa terus berpikir tentang perbedaan diantara kita Kak "
Zicko tersenyum dan mengusap wajah Lona,,
Sampai akhirnya mereka masuk ke dalam parkiran Kampus, namun tidak ada mobil Sandi ataupun Reno di sana karena memang mereka hari ini tidak ada kelas dan Zicko hanya mengantar Lona.
Lona menatap Zicko dan tersenyum,,
" Makasih ya Kaka udah antar " Ucap Lona
" Hei,, kenapa bicara seperti itu hem,, sekarang sudah menjadi tanggung jawab Aku untuk antar jemput kamu dan menjaga kamu " Ucap Zicko menarik hidung Lona
" Ya Udah belajar yang bener "
__ADS_1
" Kakak mau kemana setelah ini "
" Cafe sayang,, Sudah beberapa hari gak ke Cafe "
" Oh,, ya udah aku masuk dulu ya Kak "
" Mau aku antar sampai kelas Yang "
" Gak Usah Kak,, Aku masuk ya "
" Iya Sayang, Kalo sudah selesai langsung kabari ya nanti aku jemput "
Zicko mengecup kening Lona dan tersenyum
" Kakak hati hati, bye "
Lona turun dan berjalan masuk ke dalam kampusnya sedangkan Zicko kembali melajukan mobilnya.
Lona menatap jam dan langsung berjalan cepat karena 15menit lagi kelasnya akan di mulai.
" Huft,, Akhirnya Sampai juga " gumam Lona duduk di kursinya
Meylan dan Anisa saling pandang,,
" Loe habis lari Lon, gitu banget napas Loe " Ucap Meylan
" Iya gue kesiangan, untuk saja gue gak telat kan ini jam nya Dosen killer " Ucap Lona
Meylan dan Anisa langsung tertawa,,
" Kenapa kalian tertawa, ada yang lucu " Ucap Lona
" Sorry sorry Lon,, gue lupa kasih tau Loe kali pagi ini Dosen Killer kita ijin ngajar karena dia ada urusan " Ucap Anisa
Lona menatap tajam kearah mereka,
Dia sudah berlari agar tidak telat di kelas ini namun ternyata Dosen mereka ijin,,
" Kalian jahat deh,, Gak tau gue lari lari dari depan hah " Ucap Lona kesal
" Iya Sorry Sorry,, jangan marah dong ya " Ucap Meylan
Lona memajukan bibirnya kesal dengan kedua temannya, dan mereka malah masih saja terus tertawa.
__ADS_1