
Hari semakin siang,,
Zicko dan Sandi sudah menyelesaikan pekerjaannya di Cafe.
Anisa yang memang sudah selesai Bekerja pun bersiap untuk pulang.
Sandi yang memang masih berada di sana menunggu Anisa di mobilnya, sedangkan Zicko dia akan ke rumah Mertuanya untuk menjemput istrinya di sana.
Sebelumnya Zicko memang bilang akan menjemput Lona sore nanti namun dia merasa tidak enak jika ke sana hanya langsung menjemput istrinya sedangkan ada Lio yang baru datang dari Bandung paling tidak dia akan mengobrol lebih dulu.
-
Sementara di Rumah Wiharto,,,
Lona masuk ke dalam kamarnya, dia merasa mengantuk setelah mengobrol.
Sedangkan Lio, dia masih duduk santai sambil memainkan ponselnya.
Biyanka yang berjalan keluar kamar pun melihat putranya duduk sendiri, dia pun berjalan menghampiri dan duduk di sampingnya..
" Loh Mama gak istirahat, " Ucap Lio
" Abang sendiri, kenapa gak istirahat kan habis perjalan dari Bandung "
" Engga lah Mam, cuma Bandung - Jakarta deket "
" Oya Bang, Mama boleh tanya sesuatu "
__ADS_1
" Tanya Apa Mam " Ucap Lio menatap Biyanka dan menyimpan ponselnya
" Bagaimana hubungan Abang dengan Sasya"
" Maksud Mama "
" Mama Liat kalian sudah sangat dekat, Apa Abang gak berniat buat melamar Sasya "
Lio tersenyum dan menggenggam tangan Biyanka,,
" Ma,, Abang belum kepikiran sampai sana. Abang mau seperti Papa dulu yang sukses dan baru akan memikirkan untuk menikah "
" Mama gak minta kalian menikah, seenggaknya kalian tunangan dulu,, Mama suka dengan Sasya, dia cantik, pinter juga sopan "
" Abang dan Sasya belum ada pembicaraan sampai ke situ Mam, "
" Tapi Abang menyukai Sasya kan "
" Abang menyukai Sasya Ma,"
" Ya Sudah,, Tapi Mama pesan Abang gak boleh mainin perasaan Sasya, dia seorang wanita,, "
" Pasti Mam "
Biyanka mengusap wajah putranya dan tersenyum.
*********
__ADS_1
Sementara di Sebuah Restoran,,
Meylan masih betah berada di sana, dia memesan beberapa makanan.
Inilah Meylan yang selalu banyak makan jika sedang kesal dan sudah ada beberapa piring kosong di depan mejanya.
Meylan memainkan ponselnya, dia menatap foto dirinya bersama dengan Reno saat mereka liburan bersama.
Banyak kenangan indah bersama, Reno dan Meylan nampak tersenyum gembira.
" Gue kangen saat seperti ini Kak, gue kangen sama Loe, gue kangen jalan, nonton makan bareng Loe seperti dulu.
Gue kangen Loe yang selalu ada buat gue, Loe buat gue tertawa, tapi kenapa sekarang Loe seperti hilang dari hidup gue,,
Loe sibuk sendiri dengan dunia Loe sekarang, apa Loe lupa sama gue, apa Loe punya wanita lain di belakang gue.
Gue sayang banget sama Loe Kak, hanya Loe cowok gesrek yang selalu bikin gue ketawa.. "
Tanpa Meylan sadari butiran bening menetes begitu saja di wajah mulusnya,
Dia mengingat kebersamaan nya bersama Reno kekasihnya.
Meylan mengusap air matanya, dia menyimpan ponselnya di dalam tas.
" Mending gue pulang, Mama pasti khawatir gue keluar dari pagi "
Meyalan mengambil tasnya dan menenteng belanjaannya dia pun berjalan keluar Restoran namun dia mengeryitkan keningnya saat melihat seorang laki laki dan perempuan yang juga tengah berjalan keluar.
__ADS_1
Meylan semakin membulatkan matanya saat melihat laki laki yang sangat dia kenali,,
Hatinya hancur, air matanya kembali menetes dia sangat kecewa dengan semua yang dia lihat saat ini.