
Hari ini adalah awal pekan,awal dimana semua kegiatan baik sekolah mau pun pekerjaan dimulai diawal minggu.Hari ini Aruni masuk bekerja di shift pagi.Dia sudah sampai di pelataran parkir khusus karyawan rumah sakit.Aruni memarkirkan motor matick kesayangan nya disana.
"Aruniii."teriak seseorang yang tak lain adalah Ines.
"Eh,ada mpok Ines." ucap Aruni saat Ines menghampiri nya.
"Cie,yang abis diajak jelong-jelong sama mamas Reno." ucap Ines menggoda Aruni.
"Apaan sih Nes,garing akh." ucap Aruni malu-malu.
"Garing apa nya.Bener kan kemaren abis halan-halan?" tanya Ines lagi.
"Hahahahhaah..kepo akh." jawab Aruni sambil tertawa. "Oh iya,ini oleh-oleh buat lu." ucap Aruni sambil menyerahkan kantong kresek berwarna putih susu.
"Apaan ni?" tanya Ines sambil menerima kresek yang diberikan Aruni.
"Oleh-oleh buat lu." ucap Aruni.
"Wah,makasi ya Run." ucap Ines senang.
"Iya sama-sama." jawab Aruni sambil tersenyum.
"Eh itu apaan?" tanya Ines sambil menunjuk sebuah paperbag yang tergantung di motor Aruni.
"Ooh,ini undangan." jawab Aruni sambil menganbil paperbag tersebut.
"Wah, udah mulai nyebar undangan ni?" ucap Ines sambil bersorak.
"Hehehe..iya Nes,ntar bantuin ya." ucap Aruni sambil tersenyum.
"Siap,yang penting ada es nya ya.Hahahahah." ucap Ines sambil tertawa.
"Tenang,nanti gue beliin boba depan rumah sakit ya." ucap Aruni sambil merangkul pundak sahabat nya itu.
"Oke,yaudah yuk kita masuk." ajak Ines.
"Iya yuk." ucap Aruni sambil melangkah menuju loker karyawan bersama Ines.
...
Sementara di tempat lain Reno tengah membahas pekerjaan dengan Ali dan para staf lain nya.Reno tanpak sangat berwibawa.
Tok..tok..tok.. tiba -tiba suara pintu Ruangan nya diketuk dari luar.
"Biar saya cek tuan." ucap Ali sambil berjalan menuju pintu dan Reno hanya nenganggukan kepala.
"Ada apa?" ucap Ali dingin ketika membuka pintu.
"Maaf pak,ada tamu cari tuan Reno,dia marah-marah di bawah." ucap sekretaris Reno.
"Siapa?" tanya Ali dingin.
"Saya kurang tau pak,security cuma kasih info begitu." ucap sang sekretaris.
"Ya sudah,biar saya yang temui." ucap Ali.
Ali kemudian berjalan keluar ruangan untuk menemui tamu yang membuat onar diluar sana.
Ali turun dengan menggunakan lift khusus petinggi dikantor itu.Ali menuju lobby utama.
Sesampainya Ali disana sudah disambut oleh seorang wanita hamil yang tengah berteriak dan meronta-ronta karena kedua tangan nya di pegangi oleh security.
__ADS_1
"Ada apa ini?"tanya Ali dingin.
"Maaf pak,tapi wanita ini terus berbuar onar." ucap salah seorang security yang memegangi tangan wanita itu.
"Eh,kamu yang nama nya Reno?! Jangan mentang-mentang orang kaya anda bisa seenaknya penjarain orang.Lepasin suami saya dari penjara!" ucap wanita hamil tersebut dengan berteriak-teriak.
"Saya bukan tuan Reno,saya asisten nya.Kalau kamu mau bertemu dengan tuan Reno.Saya minta kamu tenang dulu.Karena kalau kamu terus buat keributan seperti ini saya akan minta security untuk usir kamu dengan paksa." ucao Ali yang sudah mengerti maksud wanita tersebut.
"Saya ga butuh anda.Saya mau ketemu sama yang nama nya Reno.Kenapa?!dia ga berani keluar?!" ucap wanita hamil tersebut dengan berteriak sehingga menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada disana.
"Tuan Reno ada diatas.Saya harap kamu tenang. Saya akan antar kamu bertemu tuan Reno sekarang." ucap Ali dingin.
"Oke,saya tenang,tapi suruh dulu mereka lepasin tangan saya." ucap wanita hamil itu sambil melirik sinis pada security yang memegangi tangan nya.
"Mari ikut saya." ucap Ali sambil berjalan menuju lift terlebih dahulu.Dan wanita hamil itu pun mengikuti Ali dari belakang. Tak lama Ali dan wanita hamil itu sudah sampai di depan ruangan kantor Reno.
"Kamu tunggu sebentar disini.Saya akan panggilkan tuan Reno.Jangan buat onar kalau kamu tidak ingin saya berbuat kasar terhadap kamu." ucap Ali dingin.
"Iya." jawab wanita itu sinis.
Ali pun kemudian masuk kedalam ruangan Reno. Dia berjalan kearah Reno,dan membisikan sesuatu ketika sudah berada persis disebelah Reno. Dan Reno hanya menganggukan kepala ketika Ali membisikan sesuatu dikumping nya.
"Baik saya rasa cukup pembahasan kita kali ini. Saya minta besok pagi laporan yang saya minta sudah ada dimeja saya." ucap Reno tegas.
"Baik tuan." ucap para karyawan nya dengan bersamaan. Dan semua karyawan nya pun keluar meninggalkan Ruangan itu secara berasam-sama termasuk Ali. Namun Ali bertugas untuk memanggil wanita hamil yang mencari Reno tadi.
"Ada apa anda mencari saya?" tanya Reno ketika melihat wanita hamik itu.
"Saya minta anda bebaskan suami saya dari penjara!" pekik wanita hamil itu.
"Saya tidak mengenal suami anda?siapa suami anda?" tanya Reno dingin.
"Jangan berlaga bodoh andan,jelas-jelas anda yang sudah menjebloskan suami saya kedalam penjara!" ucap wanita hamil tersebut.
"Ciih! Dasar sombong,saya adalah Natasya Afandie,istri dari Ari Afandie." ucap wanita hamil itu dengan ketus.
"Oh,ternyata koruptor itu adalah suami anda nyonya." ucap Reno dengan datar.
"Siapa yang kau sebut koruptor?! dia suami ku,dia tidak mungkin melakukan itu?! anda sudah memfitnah nya!" teriak wanita hamil bernama Natasya Afandie itu.
"Seseorang yang menggelapkan dana dan menggelapkan aset perusahaan serta melakukan penipuan pajak.Apa bukan koruptor nama nya?" ucap Reno dingin.
"Tau apa kau soal suami ku?!" taya Natasya marah pada Reno.
"Justru saya yang harus nya bertanya pada anda nyonya,tau apa anda tentang suami anda?Sekarang saya minta anda keluar dari ruangan saya.Karena walaupun ada memohon pada saya, saya tidak berhak mencabut laporan nya pada polisi." ucap Reno menjelaskan.
"Kau laki-laki kejam!Coba lihat ini saya sedang hamil.Anak ini membutuhkan sosok ayah nya. Dimana hati nurani anda?!" ucap Natasya dengan nada bergetar.
"Saya rasa ucapan saya sudah jelas.Saya minta anda keluar.Atau saya akan menghancurkan suami anda lebih dari ini!" ucap Reno dingin.
"B****s**,anda kira anda hebat.Lihat saja nanti saya akan bicara pada papa saya untuk membuat anda bangkrut.Dan merasakan dingin nya tembok penjara.Camkan itu!" ucap Natasya yang langsung pergi meninggalkan ruangan Reno.
Reno yang melihat kepergian Natasya hanya dapat menggelengkan kepala dan memijat kening nya.
" Al,tolong kamu cari tahu siapa wanita itu.Sebab seperti nya saya tidak asing dengan wajah nya. " ucap Reno
"Baik tuan." ucap Ali patuh.
"Oke,setelah ini apa schedule saya?" tanya Reno lagi pada Ali.
"Sampai jam makan siang nanti anda free tuan,kemudian jam satu siang anda ada meeting dengan SINAR ANTARA grup." ucap Ali menjelaskan.
__ADS_1
"Oke,kalau begitu satu jam cukup untuk kamu cari tahu siapa wanita tadi." ucap Reno
"Baik tuan,saya permisi." ucap Ali sambil berlalu meninggalkan ruangan Reno.
Sepeninggal Ali,Reno yang berada didalam ruangan meraih ponsel nya dan langsung membuka galeri ponsel nya.Dia melihat foto-foto diri nya bersama Aruni.Dia merasa lucu dengan diri nya yang sekarang.Pasal nya Reno paling anti untuk berfoto.Kalau pun berfoto dia paling hanya menghadap samping.Tidak pernah secara langsung menghadap kamera.Tapi dengan Aruni dia bisa berubah 360°.Reno tersenyum sendiri ketika melihat foto-foto nya dengan Aruni. Reno kemudian melihat jam ditangan nya.Dia ingin melakukan panggilan telepon pada Aruni.Namun diurungkan ketika dia melihat jam ditangan nya. Yang arti nya dia tahu bahwa Aruni masih dalam jam bekerja.
...
Sementara di tempat lain,Aruni yang sudah menyebar undangan nya pada teman-teman dan juga para staf rumah sakit lain nya yang ia kenal. Seketika Aruni menjadi perbincangan dikalangan rumah sakit tempat nya bekerja. Ada beberapa orang yang memang mengenali Reno.Mereka yang mengetahui Aruni akan menikah dengan Reno pun banyak yang meragukan kebenaran nya.Bahkan mereka mengira Aruni mengada-ada.
"Runi,kamu dipanggil pak direktur ya di ruangan nya." ucap salah seorang dokter staf rumah sakit.
"Ada apa ya dok?" tanya Aruni agak takut.
"Saya kurang tahu,kamu coba kesana saja dulu." ucap dokter tersebut.
"Iya dok,terimakasih ya." ucap Aruni sambil berjalan menuju ruang dirut rumah sakit tempat nya bekerja.
Dalam perjalanan Aruni yang merasa khawatir terus saja berdoa dalam hati nya agar tidak terjadi apa-apa.Pasal nya setiap karyawan rumah sakit yang dipanggil keruang dirut itu tanda nya telah melakukan kesalahan yang fatal.
Aruni tiba didepan pintu ruangan direktur.Dia merasa sangat gugup.
Tok..tok..tok..Aruni mencoba mengetuk pintu ruangan tersebut
"Masuk." ucap dirut rumah sakit tersebut
"Permisi pak,kata dokter Albert bapak panggil saya?" tanya Aruni ragu-ragu ketika sudah didalam ruangan dirut.
Dan ternyata diruangan tersebut ada banyak orang.Ada ibu HRD dan juga beberapa petinggi rumah sakit lain nya.
"Duduk sini Run." ucap pak dirut sambil menunjuk sebuah kursi kosong untuk Aruni.
"Baik pak." ucap Aruni sambil berjalan menuju kursi tersebut.
"Saya mau tanya,ini undangan mu kan?" tanya pak dirut.
"I..iya pak." jawab Aruni takut.
"Kamu beneran mau nikah sama pak Reno putra Herlambang.Anak nya pak Herlambang yang punya Intermate konstruksi?!" tanya pak dirut tak percaya.
"Iya pak."jawab Aruni pelan.
"Yang bener kamu?kamu tahu ga dia siapa?" ucap pak dirut menyepelekan.
"Tahu pak,dia seorang CEO di perusahaan konstruksi bernama Intermate contruction.Dia juga pemilik beberapa hotel bintang lima dikota ini." ucap Aruni pelan.
"Terus kamu akan menikah dengan dia?! memang nya orang tua mu pejabat atau pemilik perusahaan lain?" tanya pak dirut sambil tertawa menyepelekan.Begitu pula dengan semua orang disana mereka juga ikut menertawakan Aruni.
"Orang tua saya hanya orang biasa pak." jawab Aruni dengan suara bergetar.
"Lantas,kamu kenal dia dimana?pasti kamu pake ajian jaran goyang ya?Makanya dia mau sama kamu." ucap ibu HRD kali ini. Dan disambut gelak tawa oleh yang lain
Aruni yang merasa sudah sangat kesal itu,mulai meneteskan Air mata nya.Dia tidak menyangka bahwa dirinya begitu rendahan dimata orang-orang itu.Sehingga mereka menganggap dirinya tidak pantas bersanding dengan Reno.
"Maaf bu,saya bukan orang seperti itu.Saya memgenal calon suami saya karena dijodohkan oleh keluarga kami berdua." ucap Aruni sambil berlinang air mata.
"Lho kamu menangis.Jangan merasa bersalah gitu Run,saya hanya bertanya.Memang nya orang tua mu kenal keluarga terpandang seperti tuan Herlambang dimana? Pasti menggunakan trik kotor agar bisa menjadi besan orang ternama." ucap pak dirut kali ini.
"Maaf saya rasa,bapak ibu semua sudah terlalu jauh mencampuri urusan pribadi saya.Saya permisi." ucap Aruni sambil berdiri hendak berjalan keluar ruangan.
"Tunggu dulu Run,kamu jangan salah faham ya. Kami semua disimi cuma mau mengingatkan kamu kalau berkhayal jangan kelewat batas." ucap salah seorang dokter disana dan disambut gelak tawa oleh yang lain.Aruni yang mendengar itu tidak bisa berkata apa-apa.Dia langsung berjalan keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
next bab ya..