
Aruni sudah sampai di depan rumah nya.Dia kemudian memarkirkan motor matic kesayangan nya di halaman rumah nya.
" Assalamualaikum." ucap Aruni sambil membuka pintu rumah nya.
"Waalaikumsalam." jawab Ibu dan kak Arini kompak.
"Tumben kok jam segini baru sampe rumah?" tanya ibu heran.
"Iya tadi aku makan dulu sama Ines bu." jawab Aruni jujur. "Aku kekamar dulu ya." ucap Aruni sambil membawa tubuh nya melangkah kekamar.
"Iya." Jawab ibu dan kak Arini yang lagi-lagi kompak.
Sesampai nya Aruni dikamar dia langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.Dia masih kepikiran soal Ines. Aruni mencoba menghubungi Ines,tetapi nomer telepon Ines sedang tidak aktif.Akhir nya setelah beberapa kali memcoba menghubungi Ines,Aruni memutuskan untuk mengirim pesan pada Ines.
Aruni message : " Ines,jangan marah ya.Aku minta maaf.Aku ga ada maksud lain,sumpah demi Allah.Sekali lagi aku mint maaf ya.š." begitu lah kira-kira isi pesan Aruni.
Aruni yang sedang menunggu pesan balasan dari Inea pun mulai mengantuk. Sampai akhir nya dia pun tertidur pulas.
...
Sementara di tempat berbeda Reno yang masih berada dipesat terlihat sangat gelisah.Karena terus memikirkan Aruni.
"Ali,sudah jam berapa sekarang?" tanya Reno pada Ali.
"Sekarang baru pukul sepuluh pagi tuan.Kurang lebih empat jam lagi kita baru mendarat tuan." ucap Ali menjelaskan.
Reno menghembuskan nafas nya dengan kasar sambil mengusap wajah nya.
Ali yang melihat tuannya tengah gelisa,hanya bisa tersenyum.
"Ngapai kamu senyum-senyum?Emang ada yang lucu?!" tanya Reno tegas.
"Maaf tuan." ucap Ali yang merasa malu karena ketahuan.
Reno kembali terlihat gelisa.Entah apa yang dia pikirkan saat ini.Yang jelas semua pikiran nya tertuju pada Aruni.Reno sebenar nya sudah mulai jatuh cinta pada Aruni.Hanya saja dia masih gengsi untuk mengakui nya.
...
Sementara dikediaman tuan Baskara.Aruni masih tertidur pulas.
"Runi,bangun nak,sudah hampir zuhur." ucap ibu sambil menggoyangkan tubuh anak nya. "Aruni.." ucap ibu lagi.
Aruni hanya menggeliatkan tubuh nya kesamping tanpa bersuara.
"Ini sudah hampir masuk waktu zuhur,nak." ucap Ibu lagi.
" Iya bu." jawab Aruni dengan suara serak khas bangun tidur.
__ADS_1
"Ya sudah buruan bangun,terus mandi sebentar lagi masuk waktu shalat zuhur."ucap ibu dengan lembut.
Aruni pun langsung duduk diatas tempat tidur nya.Dia berusaha untuk mengumpulkan nyawa nya š. Aruni duduk sambik bersila dan menggaruk-garukan kepala nya.
"Ish,kok anak perawan bangun tidur kaya monyet.Garuk-garuk gitu."ucap ibu menggoda Aruni.
"Ahh..ibu masa anak sendiri dikatain monyet." ucap Aruni sambil merengek.
"Ya habis nya kamu,bangun tidur gaya nya seperti itu.Coba sedikit lebih anggun gitu lho,kan kamu perempuan.Nanti kalau punya suami bagai mana?" ucap ibu menasehati.
"Ya suami aku harus mau terima apa ada nya aku dong bu." ucap Aruni.
"Ya tapi kamu harus berusaha ngerubah sifat jelek seperti itu.Biar suami mu nanti ga kaget." ucap Ibu lagi.
"Iya ibu." ucap Aruni. "Udah ah bu,aku mau mandi dulu ya.Udah adzan juga." ucap Aruni sambil beranjak menuju kamar mandi.Sementara ibu hanya menggelengkan kelapa melihat tingkah anak bungsu nya itu.
Selesai mandi dan mejalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim.Aruni langsung keluar dari kamar nya untuk sekedar bermain dengan keponakan nya.
Saat itu Ibu,kak Arini dan Baim sedang berkumpul diruang keluarga.Mereka sedang menonton televisi.
"Wah,putri tidur kita baru siuman ni." ucap kak Arini menggoda Aruni.
"Ih,kakak apaan sih." ucap Aruni kesal
"Lagian kamu kalau tidur kaya orang pingsan.Ga sadar-sadar." ucap kak Arini.
"Eh,dek.Kamu udah omongin masalah ini sama Reno?" tanya kak Arini.
"Masalah apa?" tanya Aruni tak mengerti.
"Masalah kerjaan kamu.Kamu kan ada shift malam.Nah nanti kalau kamu kerja,Reno bagai mana?Terus kamu pulang kerja,kamu bagai mana?ga mungkin dong kamu dirumah mertua tidur seharian." ucap kak Arini panjang lebar.
"Iya,juga ya kak.Aku ga kepikiran lho.Untung kak Rini ngingetin." ucap Aruni.
"Iya lah,kamu sama Reno tuh harus udah ngomongin masalah kaya gini,masalah jam kerja,kebiasaan buruk kamu atau dia,maka nya lebih sering ketemu dong dek,biar lebih mengenal satu sama lain." ucap kak Arini menggurui.
"Ya masa aku yang harus minta ketemuan terus kak?ga enak dong kak." ucap Aruni pelan.
"Ya kamu kode-kodein kek,dek." ucap kak Rini gemas.
"Kodein bagai mana kak?" tanya Aruni tak mengerti.
"Ya kaya misalnya minta jemput atau apa kek gitu." ucap kak Arini.
Aruni hanya diam menanggapi ucapan kak Arini. Dia bingung harus menjawab apa.
"Ya,ga bisa gitu Rin.Reno tuh orang sibuk,ga bisa main seenak nya minta-minta jemput." ucap ibu.
__ADS_1
"Iya bener kak." ucap Aruni membenarkan
"Ya seenggak nya,mereka sudah punya solusi buat masalah schedule pekerjaan bu." ucap kak Arini.
"Kalau menurut ibu sih,pelan-pelan saja,kalian ngejalanin nya kaya air mengalir saja.Lama-lama kalian berdua juga akan terbiasa nanti nya." ucap ibu memberi pengarahan.
"Tapi bu.Kalau ga dari sekarang nanti jadi masalah pas udah nikah." ucap kak Rini.
"Ya tapi kan mereka kenal nya aja baru,masa mau diburu-buru.Biarlah mereka mengikuti alur nya sendiri." ucap ibu menasehati.
"Iya kak,bener kata ibu." ucap Aruni.
"Akh,kamu mah bener-bener terus.Pokok nya kakak saranin sebelum nikah kamu sudah harus ngomongin masalah pekerjaan sama Reno." ucap kak Rini tegas.
"Iya kak." jawab Aruni pelan.
Akhir nya ketiga wanita tuan Baskara itu kembali mengobrolkan hal lain.Mereka bertiga asyik bermain dengan bayi lucu nya kak Arini.
...
Sementara di tempat lain pesawat yang di tumpangu Reno dan Ali baru saja mendarat di bandara Tokyo Narita.
Reno yang tak sabar,segera mengaktifkan nomer interlokal ponsel nya.Dan ada banyak sekali notifikasi masuk ke ponsel pintar milik nya.Salah satu nya pesan dari Aruni. Reno segera membaca pesan dari Aruni.
Aruni message : " Assalamualaikum,mas Reno sudah berangkat kah?"
Reno pun langsung membalas pesan yang dikirim oleh Aruni.
Reno message : " Waalaikumsalam,maaf baru balas.Saya baru saja sampai dibandara Narita.
Kira-kira begitu isi pesan yang dikirim Reno untuk Aruni. Reno menunggu pesan balasan dari Aruni.
Namun tak kunjung ada balasan.Hingga Reno dan Ali bertemu dengan seseorang yang bertugas menjemput mereka di bandara.
Reno dan Ali segera menaiki mobil yang memang sudah disiapkan untuk mereka.
"Sumimasen, ima sugu arukemasu ka(Permisi tuan apakah bisa kita jalan sekarang)?" ucap seseorang yang bertugas menjemput Reno dan Ali.
"Mochiron(tentu)." jawab Ali.
Reno masih sibuk dengan ponsel nya.Ia gelisah menunggu pesan balasan dari Aruni.
Beberapa kali dia coba menghubungi Aruni.Tetapi tidak dijawab.Reno mulai frustasi.Dia mengusap wajah nya dengan kasar.
Ali yang melihat tuan nya tengah frustasi,hanya bisa diam tak berkomentar.
next bab ya šš
__ADS_1