
Dhika masih terus mengutak-nagatik komputer yang ada di ruangan itu.Dia memngcopy setiap data yang dianggap nya penting.
Senentara Alvin dan Aruni hanya mengawasi sambil harap-harap cemas.
Sementara di luar Alan dan pasukan nya sudah sampai lagi didepan gerbang markas nya.Namun mereka dihadang oleh pasukan dari Reno.Hingga akhir nya perkelahian pun terjadi.Terdengar beberapa kali suara tembakan.
Tak berapa lama Alan dan pasukan nya pun berhasil masuk lagi kedalam markas.Mereka mencoba menerobos masuk kedalam ruang kendali utama yang sekarang sudah dikuasi oleh Dhika.
Mereka mencoba memasuki ruangan itu namun tak berhasil karena kunci password nya sudah di ubah oleh Dhika.
Reno dan rombongan pun berhasil mendarat, mereka segera menuju markas Alan.Namun dihadang oleh anak buah dari Alan.
Pertarungan pun terjadi,Reno,Om Hans,Seno, Dennis dan puluhan anak buah nya pun diserang oleh pasukan Alan yang entah dari mana datang nya.Karena setahu Reno pasukan Alan hampir 70% nya sudah berhasil dilumpuhkan oleh team nya.Namun kenyataan nya berbeda,anak buah Alan semakin banyak.Mereka datang dari berbagai arah yang berbeda.
Sementara didalam markas Alan terus mencoba memasuki ruangan itu,namun tetap gagal.
"Sial,siapa yang ganti password nya!" seru Alan sambil meninju pintu baja didepan nya.
Ari yang melihat itu hanya dapat ternganga,karena dia bingung harus melakukan apa.
Sementara itu Reno berhasil memasuki markas,dia bersama Seno dan Dennis memasuki markas.Mereka membuka satu persatu pintu yang ada disana untuk mencari Aruni.
Ditempat berbeda Alan berhasil membuka pintu ruangan server yang sudah ditempati oleh Dhika dan kawan-kawan.Alan membuka pintu itu dengan menggunakan laser dan juga linggis.
"B**ng***! siapa kalian?" tanya Alan ketika berhasil masuk keruangan itu sambil bertiak.
"Aruni!" seru Ari yang melihat Aruni ada disana.
Tanpa menjawab ucapan Alan,para pengawal yang dibawa oleh Alvin tadi langsung menyerang Alan beserta anak buah nya.
Pertarungan pun terjadi antara kubu Alan dan kubu Alvin.
Alan terus saja menjaga Aruni dari serangan musuh yang mencoba mengambil Aruni lagi.Sementara Dhika masih berusa mentarasfer data-data penting yang ada disana.
Peratrungan pun semakin sengit,keduanya sama-sama kuat.Hingga akhir nya Reno cs pun datang disaat pertarungan itu tengah sengit-sengit nya.
__ADS_1
Reno langsung menghajar Alan secara membabi buta.Dia merasa sangat membenci Alan akan semua yang telah Alan perbuat terhadap orang-orang yang Reno cintai.
Saat semua sedang berkerlahi,tiba-tiba saja Ari dengan cepat nya langsung menangkap Aruni lagi yang saat itu memang sedang tak ada yg menjaga,Ari pun menyandera nya dengan sebuah pisau lipat yang di arahkan pada leher Aruni.
"Berhenti semua nya atau dia taruhan nya!" teriak Ari sambil terus menarik Aruni dan pisau yang ditempelkan pada leher Aruni.
Aruni hanya dapat terdiam menuruti perintah Ari.Dan semua yang berkelahi pun langsung menghentikan aksi nya saat melihat Aruni sudah ditangan Ari.
"Menyerah gak lu semua,atau perempuan ini taruhan nya." ucap Ari sambil menarik Aruni.
"Bagus." ucap Alan sambil tersenyum penuh kemenangan.
Sementara Reno dan yang lain nya hanya dapat berdiri mematung melihat Aruni yang sudah ditangan Ari.
Namun tiba-tiba..DOOOOORRRR...Suara tembakan pun terdengar menggema dalam ruangan itu.Ternyata dari atap ruangan yang memang terbuat dari kaca,ada seorang sniper menembak Ari tepat dikepala nya.Seketika itu pun Ari tersungkur tak berdaya.
"Ariiiiii..." teriak Aruni sambil memegang tubuh Ari yang merosot kebawah.
"A-A..Aruni..m-ma-ma afin Ari,Arrri c-ccinta ssaamma Arrunni.." ucap Ari terbata-bata dengan sisa tenaga yang ada.
"Iya,aku udah maafin kamu." jawab Aruni sambil memangis.
"Ari,Ari bangun Ri." ucap Aruni sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ari.
Sementara itu suasan berubah jadi haru,tanpa Ada yang mempedulikan Alan.Yang ternyata tengah mempersiapkan untuk kabur menggunakan kapal selam nya.
"Mati lah kalian semua disini!" seru Alan sambil memasuki kapal selam nya yang langsung akan turun kedalam laut.
Kemudian Alan pun menekan tombol merah yang ada di remot kontrol yang ia pegang sedari tadi.
Tiba-tiba terdengar suara..bip..bip..bip..yang terdengar.
"Awas bom!" teriak Dhika saat mengetahui tomb yang dipegang Alan adalah alat untuk mengaktifkan bom waktu.
"Aruni!" teriak Reno sambil meraih tangan istri nya dan mengajak nya untuk keluar bersama-sama.
__ADS_1
"Mas,Ari.." ucap Aruni sambil berlari.
"Sudah gak ada waktu untuk menyelamatkan dia." ucap Reno yang langsung memotong ucapan Aruni.
Semua yang ada dalam ruangan itu pun langsung berlarian keluar untuk menyelamatkan diri.
Setelah semua nya sudah diluar,selang beberapa detik kemudian,terjadi ledakan yang cukup hebat akibat bom waktu yang diledakan oleh Alan.Reno dan yang lain nya berlindung agak jauh dari bangunan itu.Dan seketika bangunan itu hancur tak bersisa,semua nya runtuh rata dengan tanah.
Aruni yang menyaksikan itu hanya dapat menangis didalam pelukan suami nya.Satu sisi dia merasa lega karena bisa selamat bersama suami dan juga sahabat-sahabat nya.Namun disisi lain dia merasa sangat bersalah karena tak menolong Ari.Tubuh Ari pasti telah hancur bersamaan dengan hancur nya bangunan itu.
"Mas." ucap Aruni lirih.
"Iya sayang." jawab Reno sambil menatap wajah istri nya.
"Ren Aruni pendarahan." teriak Dennis yang melihat darah segar mengalir dikedua kaki Aruni.
"Astagfirllah aladzim,sayang." ucap Reno panik dan langsung menggendong Aruni menuju helikopter.
Reno,Ali,Dennis,dan Aruni berada di satu helikopter yang sama.Mereka langsung menuju kekota untuk membawa Aruni kerumah sakit.
"Sayang kamu sabar ya,kita akan kerumah sakit." ucap Reno sambil terus memeluk istri nya.
"Sakit mas." ucap Aruni lirih.
"Iya sabar ya,sebentar lagi kita samapai." ucap Reno berusaha menenangkan istri nya.
Sementara di pulau W,para pasuakan Reno pun mulai meninggalkan pulau itu.Para anggota polisi pun mulai meninggalkan tempat itu,hanya pasukan polisi yang dilaut yang masih melakukan penyisiran untuk mencari Alan yang kabur dengan kapal selam nya.
next bab ya..
terimakasih banyak buat kalian yang masih membaca karya author sampai dengan episode ini.
terimakasih banyak karena kalian masih setia baca karya author..
kalian semua penyemangat buat author..kalau ada komentar dari kalian oauthor tuh seneng bgd..walau pun hanya kata Up atau next doang..author seneng bgd..
__ADS_1
Like kalian juga termasuk sumber energi buat author untuk selalu update episode..
sekali lagi terimakasih banyak untuk dukungan kalian semua...šššš