
Reno dan Aruni masih dalam fikiran nya masing-masing.Mereka masih belum besuara. Sampai akhir nya Aruni membuka percakapan terlebih dahulu.
"Kita mampir ketoko kue dulu ya nanti setelah lampu merah didepan,aku mau beli kue buat bawaan." ucap Aruni.
"Bawaan untuk siapa?" tanya Reno datar.
"Ya buat bawa kerumah kamu lah,masa aku kesana dengan tangan kosong,ga sopan tau." ucap Aruni menjelaskan.
"Ga perlu bawa apa-apa kerumah saya.Keluarga saya bukan tipe peminta-minta." ucap Reno ketus.
"Aku ga menganggap keluarga kamu peminta-minta.Aku mau bawa buah tangan untuk keluarga kamu karena aku ga mau nama baik keluarga aku jelek didepan keluarga kamu.Aku ga mau mereka berfikir salah pilih menantu,karena aku ga tau tatakrama.Bukan ada maksud yang lain." ucap Aruni panjang lebar.
"Bilang aja mau ngejilat keluarga saya." ucap Reno pelan.
"Astagfirllah aladzim,kamu tuh ngeselin banget ya.Terserahlah kamu mau berfikiran bagai mana,aku lagi males debat.Yang penting sekarang aku minta berhenti sebentar di toko kue depan !" ucap Aruni yang mulai kesal.
Reno tak menjawab lagi,dia hanya diam mengemudikan mobil nya. Reno menghentikan mobil nya tepat di depan toko kue.
Aruni pun langsung keluar dari mobil tanpa berbicara lagi.Aruni langsung berjalan menuju pintu masuk toko kue.
Sesampai nya Aruni di dalam toko kue,dia langsung memilih-milih kue apa yang kira-kira pantas dan pasti nya akan disukai oleh calon mertua nya.
"Mama paling suka lemon cheese cake." ucap Reno tiba-tiba yang ternyata mengikuti Aruni masuk kedalam toko kue.
"Astagfirllah Aladzim"! seru Aruni kaget
"Biasa aja kali,ga usah segitu nya pake kaget.Kaya lagi liat hantu."ucap Reno kesal.
"Lagian ngagetin orang aja.Lagi pula ngapain pake ngikutin?aku ga akan minta pendapat kamu juga." ucap Aruni ketus.
"Saya cuma kasih tau,kalau kamu bawa makanan yang mama saya ga suka percuma ga akan dimakan." ucap Reno datar sambil berlalu keluar dari toko kue.a
Tak lama kemudian Aruni pun keluar dari toko kue dengan membawa sebuah kotak kue yang cukup besar.
Aruni langsung masuk kedalam mobil.Tak lama kemudian Reno mulai melajukan mobil nya.Reno mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang.Didalam mobil tidak ada yang berbicara, kedua insan itu enggan membuka mulut untuk sekedar mengobrol.
Dua puluh menit kemudian mobil Reno mulai memasuki komplek perumahan elite.Terlihat deretan rumah-rumah mewah berjajar sepanjang jalan rumah Reno.
Tak lama mobil Reno sampai di depan gerbang sebuah rumah yang sangat luas dan mewah,rumah yang berarsiktektur bergaya eropa modern itu terlihat sangat luas dibandingkan dengan rumah-rumah disekitar nya. Dan seorang security membuka gerbang yang tinggi menjulang itu.
Mobil Reno pun mulai memasuki area pekarangan rumah.
'Masyaallah,ni rumah gede nya luar biasa,rumah ku seperempat nya aja ga ada.'gumam Aruni dalam hati.
"Udah sampe,mau turun ga?" ucap Reno datar.
__ADS_1
Aruni tak menjawab ucapan Reno.Dia masih ternganga melihat betapa besar rumah tuan Herlambang.
"Hei..udah sampe!" Seru Reno agak berteriak.
"Astagfirllah aladzim! Bisa ga,jangan ngagetin orang kaya gitu." ucap Aruni kesal.
"Heh,masih untung saya engga dorong kamu keluar dari mobil.Maka nya jadi orang tuh kuping dipake.Saya udah dua kali ngomong kalau kita udah sampai,kamu nya aja yang ga denger!" ucap Reno menjelaskan.
" Tapi bisa pelan-pelan kan ngasih tau nya,ga usah teriak." ucap Aruni kesal.
" Terserah!" Seru Reno sambil keluar dari mobil. Dan diikuti oleh Aruni dengan muka yang di tekuk.
Reno dan Aruni berjalan beriringan menuju kedalam rumah. Ketika di depan pintu utama mereka berdua sudah disambut oleh beberapa orang pelayan yang sudah berjajar rapi di sepanjang jalan menuju pintu.
'Hah,serius ni setiap mau masuk rumah disambut sampai segini nya.Apaan sih maksud nya.' ucap Aruni dalam hati.
"Selamat datang tuan muda dan nona muda." ucap Pak Leman yang menjabat sebagai kepala pelayan dirumah tuan Herlambang.
"Hemm." ucap Reno singkat
"Tuan dan nyonya besar sudah menunggu di ruang keluarga,tuan." ucap pak Leman menjelaskan.
Reno dan Aruni kemudian berjalan menuju ruang keluarga di susul oleh pak Leman.
"Aruni sayang." ucap Nyonya Herlambang seraya membentangkan tangan nya untuk memeluk Aruni.
"Wah,terimakasih banyak lho,Aruni.Lagian pake repot-repot segala." ucap mama Reno sambil memerima bingkisan cake itu.
" Ekhem.." suara tuan Herlambang berdeham cukup keras. " Disini masih ada papa lho,jangan dicuekin dong." ucap tuan Herlambang sambil tersenyum.
"Assalamualaikum om," sapa Aruni pada tuan Herlambang sambil mencium punggung tangan Ayah Reno.
"Waalaikumsalam."jawab tuan Herlambang.
"Leman tolong ,bawa ini ke dapur terus dihidangkan saja ya." perintah nyonya Herlambang pada Pak Leman.
"Baik,nyonya." jawab pak Leman.
" Aruni duduk sini nak,deket mama." ucap mama Reno.
"Iya tante." jawab Aruni sambil melangkah menuju sofa yang ditunjuk mama Reno.
'Ada apa nya sih, ni cewe.Bisa seakrab itu sama papa sama mama .' ucap Reno dalam hati.
"Ekhem.." Reno yang merasa kesal karena dicuekin berdeham cukup keras.
__ADS_1
"Kenapa Ren?Kamu keselek,minum gih." ucap mama sambil menunjuk minuman didepan Reno.
Reno tak menjawab dia hanya diam tak memberi reaksi.
"Oh iya,Run. Bagai mana kabar ayah sama ibu mu?" tanya Tuan Herlambang.
"Alhamdulillah ayah sama ibu,baik om." jawab Aruni.
"Sayang,jangan panggil om dong sama papa. Panggil aja papa sama mama ya,kan sebentar lagi kamu akan jadi anak kami juga." ucap mama Reno menjelaskan.
" Ooh..iya tan,eh mama maksud nya." jawab Aruni canggung.
"Aku kekamar dulu ya,mau ganti baju.Ga enak gerah." ucap Reno sambil melangkah menuju kamar nya.
"Sudah biarin aja anak itu Run." ucap mama Reno.
Dan Aruni hanya menanggapi nya dengan senyuman.
" Hari ini kalian akan difitting baju penganting ya,kebetulan tante sudah janjian sama temen tante yang punya boutique nya. " ucap mama Reno menjelaskan.
"Iya mah,mas Reno udah ngasih tau tadi."
" Habis makan siang saja ya kalian jalan nya. Sebentar lagi jam makan siang." ucap papa Reno.
Jam telah menunjukan jam makan siang,seluruh keluarga Reno termasuk Aruni, makan siang bersama.Aruni tampak begitu menikmati acara makan siang bersama keluarga Reno.Dia memang gadis yang supel,jadi mudah bagi nya untuk cepat menyesuaika tempat dan situasi.
Berbeda dengan Reno dia tanpak canggung karena terus-menerus di goda oleh kedua orang tua nya.
Selesai makan siang mereka menuju ruang keluarga lagi untuk bebincang-bincang.
"Ren,tadi tante Laras telepon mama kata nya dia sudah menunggu kalian.Kalian jalan sekarang saja ya,biar ga kesorean juga pulang nya." ucap mama Reno.
"Iya mah." jawab Reno. "Ayo,jalan sekarang." ajak Reno pada Aruni sambil beranjak dari duduk nya.
"Iya."jawab Aruni singkat. "Mama sama papa ga ikut?" tanya Aruni panik,karena dia enggan pergi hanya berdua saja dengan Reno.
"Engga sayang,mama sama papa ada urusan lain." jawab mama Reno.
"Kamu berdua saja sama Reno, anggap saja ini kencan kalian." ucap papa Reno sambil menyikut perut anak nya. Dan yang di sikut pun kaget sambil terbatuk.
Sementara Aruni hanya menelan ludah nya. Aruni sudah yakin bahwa perjalanan nya nanti akan sangat membosankan.
"Sudah sana buruan jalan. Kasian tante Laras sudah menunggu kalian." ucap mama Reno. Dan di jawab anggukan oleh anak dan calon menantunya.
Reno dan Aruni kini sudah berada didalam mobil yang tengah melaju ke sebuah boutique. Didalam mobil kedua insan itu tidak saling bicara,Reno fokus menyetir mobil nya,sementara Aruni sibuk dengan ponsel nya.Dia mengambil beberapa foto saat didalam mobil Reno.Dan mempostingnya di sosial media nya.
__ADS_1
bersambung ya sahabat..
lanjut next bab..š