
Pagi hari nya Reno yang memang tidak tidur semalaman langsung pergi meninggalkan rumah nya.Dia memacu kendaraan menyusuri jalanan perkotaan yang ramai untuk mencari keberadaan istri nya.Dia berharap dengan cara seperti ini dia akan menemukan sebuah petunjuk mengenai keberadaan istri nya.
Reno kembali pada tempat dimana istri nya diculik.Reno menepikan mobil nya dia kemudiam turun dari mobil dan berjalan menyusuri jalan dimana tragedi itu terjadi.
Reno mencoba menemukan petunjuk disana. Namun nihil Reno tak menemukan apapun disana.Reno akhir nya memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
...
Semntara ditempat lain Aruni yang sudah sadar dari pingsan nya,mulai membuka mata nya.Dia merasa sangat pusing,karena terus-terusan mendapat obat bius agar tetap pingsan.
Aruni bangkit dari tidur nya sambil memegangi kepala nya yang terasa pusing.
"Yaallah aku ini dimana,ini rumah siapa?" tanya Aruni pada diri nya sendiri.
Aruni berusaha berjalan menuju pintu untuk keluar.
Aruni sampai didepan pintu dan langsung memegang handle pintu untuk membuka nya. Namun sayang sekali pintu itu terkunci dari luar.
Grek...grek...grek...
Aruni mencoba mengerakan handle pintu nya dengan kuat.Dia pun berusaha menggedor-gedor pintu nya dengan kuat.
"Toloooong...!" teriak Aruni dengan kuat.
"Tolong..siapapun yang diluar tolong keluarin saya dari sini.Saya mau pulang!" teriak Aruni dari dalam kamar.
Namun teriakan Aruni tak membuahkan hasil,tak ada satu orang pun yang mengarkan teriakan Aruni.
Aruni menangis sejadi-jadi nya.Tiba-tiba Aruni baru ingat kalau ditas nya ada ponsel.
Aruni berusaha mencari-cari ponsel nya.Namun dia tidak menemukan keberadaan tas nya di kamar itu.
"Yaallah,kemana tas aku sih?!" ucap Aruni sambil menangis.
Aruni duduk ditepi ranjang sambil terus berdoa dan menangis meratapi nasib nya.
Tiba-tiba suara pintu kamar itu pun terbuka,Aruni langsung bangkit dari duduk nya.
Dan betapa terkejut nya ia saat mengetahui siapa yang datang memasuki kamar itu.
"Mau apa kamu?Keluar!!" teriak Aruni sambil terus memundurkan langkah nya.
"Tenang ya Run,Ari ga akan nyakitin Aruni kok,Ari cuma mau anter makanan buat kamu." ucap seseorang yang memasuki kamar itu yang tak lain adalah Ari.
Aruni tak mau mendengar ucapan Ari,dia hanya terus melangkahkan kaki nya menjuhi Ari.
Aruni yang melihat pintu terbuka langsung bergegas ingin melarikan diri namun dihadang oleh orang-orang bertubuh besar yang menjaga di depan pintu.
Ari yang melihat itu langsung mendekati Aruni.
"Kamu jangan coba-coba untuk kabur ya.Karena itu mustahil." ucap Ari sambil tersenyum licik.
Aruni tak menjawab ucapan Ari,dia pun memalingkan wajah nya tak ingin bertatapan dengan mantan pacar nya itu.
__ADS_1
"Satu lagi,jangan lupa dimakan makanan nya ya Run,nanti Ari balik lagi." ucap Ari sambil berusaha membelai pipi Aruni namun Aruni menghindari nya.Dan Ari pun hanya tersenyum kecut.
Ari pun keluar dari dalam kamar itu.Dan kemudian dia mengunci lagi ruangan itu.
Aruni pun hanya dapat menangis dan terduduk lemas di lantai.
"Mas Reno,tolong aku.Aku takut mas."Ucap Aruni pada diri nya sendiri.
...
Reno masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Aruni.Dia masih berusaha mencari Aruni dengan cara mendatangi tempat-tempat yang dikunjungi Aruni sebelum nya.Untuk meminta rekaman cctv.Reno berharap agar dia bisa menemukan suatu petunjuk dari hasil pencarian nya.
Reno pun kembali kerumah nya setelah beberapa jam melakukan pencarian.
Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan rendah.Karena dia berharap akan menemukan petunjuak atau bahkan Aruni dijalan.
Reno terus saja melihat kekiri dan kekanan untuk mencari istri nya.
"Yaallah,lindungi lah istriku dimana pun ia berada.Aamiin." gumam Reno sambil terus memacu kendaraan nya.
Dreeet..dreett...dreett...Tiba-tiba ponsel Reno bergetar.Reno pun buru-buru mengambil ponsel nya dari dalam saku kemeja nya.Untuk melihat siap yang menghubungi nya.Reno berharap siapa pun yang menghubungi nya,akan memberikan kabar baik tentang istri nya.
"Hallo Al," ucap Reno pada seseorang disebrang sambungan telepon yang tak lain adalah Ali.
"Hallo tuan,tuan dimana?" tanya Ali pada Reno.
"Saya sedang dijalan,ada apa Al?"
"Tuan bisa kemarkas,ada sesuatu yang ingin saya sampaikan."
"Baik tuan."
Reno pun kemudian mengakhiri panggilan telepon nya.Dan memutar kendaraan nya menuju markas nya.
Reno memacu kendaraan nya dengan kecepatan penuh.Untung saja saat itu situasi jalanan terpantau lengang,karena memang sedang bukan jam sibuk.
Reno berharap Ali akan memberikan kabar baik mengenai keberadaan istri nya.
Dua puluh menit kemudian Reno pun sampai dimarkas nya.Sebuah gedung berlantai tiga dengan arsitektur seperti bagunan-bangunan dieropa.Reno pun kemudian memasuki kawasan gedung itu yang memang dijaga ketat oleh beberapa orang anak buah nya.Kemudian Reno menuju basmant dari gedung itu untuk memarkirkan kendaraan nya.
Setelah Reno memarkirkan kendaraan nya, dia sudah disambut dengan beberapa orang pengawal nya termasuk ada Ali juga disana.
Reno dan Ali serta beberapa orang pengawal pun langsung meninggalkan basmant dan bergegas menuju keruangan tempat pertemuan.
Sesampai nya mereka disana sudah ada beberapa orang yang nenunggu Reno disana .
Ada om Hans,tuan Herlambang dan juga tuan Baskara.
"Papa,ayah,om Hans." Ucap Reno terkejut saat mendapati tiga orang pria yang tak lain adalah,papa nya,ayah mertua nya,dan juga om nya.
"Duduk dulu Ren." ucap tuan Herlambang yang tak lain adalah papa nya.
Reno pun berjalan menuju sebuah kursi dan duduk disana.
__ADS_1
"Lihat ini Ren." ucap Om Hans sambil menyerahkan laptop berisi rekaman dan juga foto-foto tentang Aruni.
Reno pun meraih laptop itu dan kelihat isi rekaman nya.Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui ternyata rumah nya sudah diintai dalam beberapa hari belakangan dan juga ternyata si penculik Aruni itu adalah anak buah Alan. Dan Reno lebih terkejut lagi saat mengetahu bahwa Ari kini bersama dengan Alan.
"Astagfirllah aladzim." ucap Reno sambil mengusap kasar wajah nya.
"Ya,itulah fakta temuan terbaru kita.Namun om belum bisa melacak dimana Alan sekarang." ucap Om Hans.
"Sabar ya Ren.Insyaallah Aruni akan baik-baik saja." ucap Tuan Baskara sambil menghampiri menantunya itu.
"Ayah,maafin saya Yah.Saya sudah lalai untuk menjaga Aruni." ucap Reno sambil menggenggam tangan ayah mertua nya.
"Ini semua sudah takdir dari Allah.Sekarang kita berdoa sambil ikhtiar ya.Insyaallah akan ada jalan nya kita menemukan keberadaan Aruni." ucap tuan Baskara sambil mengusap bahu menantu nya.
"Terimakasih Yah," jawab Reno sambil menunduk kan kepala nya.
...
Sementara ditempat lain,Aruni masih terus menangis.Namun kali ini ia menangis dalam shalat nya.Aruni tetap menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim.Dia melakukan shalat Dzuhur,karena saat itu jam didinding sudah menunjukan pukul 12.15 siang.Walau pun Aruni tak mendengar suara Adzan.Aruni tetap menjalankan kewajiban nya untuk shalat.
Saat itu Aruni hanya menggunakan baju gamis dan kerudung besar nya untuk menutupi aurat nya dalam beribadah.
Selesai shalat,Aruni pun berdoa untuk mengadu kepada Sang Pencipta Nya.Aruni terus menangis sambil nengangkat kedua tangan nya.Ia merasa sangat takut saat ini karean berada ditempat yang asing dengan orang-orang asing pula.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.Dan Aruni pun langsung beranjak dari sujud nya.Dia langsung berdiri untuk tetap waspada.
"Run." spa orang yang membuka pintu,yang tak lain adalah Ari.
"Mau apa kamu?!" tanya Aruni ketus.
"Ari cuma mau nganterin makan siang untuk kamu." ucap Ari sambil berjalan menuju nakas untuk menaru baki berisi makanan yang ia bawa. " Lho kok sarapan nya belum dimakan Run,kenapa?ga enak ya?" tanya Ari sambil meletakan baki yang ia bawa.
Aruni tak menjawab pertanyaan Ari,dia hanya berdiri sambil terus menatap kearah Ari.
Aruni yang saat itu merasa sangat ketakutan,tetap berusaha untuk terlihat biasa saja.
"Run,jangan takut lagi ya sama Ari,Ari minta maaf.Ari janji akan jagain Runi disini." ucap Ari sambil melangkah mendekati Aruni.
Aruni tak menjawab ucapan Ari,dia memilih memundurkan langkahnya untuk menjauhi Ari.
"Ari tahu,Ari salah sama Runi.Ari minta maaf ya,kita mulai semua nya dari awal lagi ya Run?" ucap Ari sambil mengulurkan tangan nya untuk menyentuh Aruni.
"Stop! Berhenti disitu.!" seru Aruni sambil memundurkan langkah nya.
"Iya Run,Ari akan ikutin semua mau kamu. Supaya kamu percaya kalau Ari mau berubah."ucap Ari sambil mengurungkan niat nya memegang tangan Aruni.
Aruni tak berkata apapun untuk menjawab ucapan Ari.Dia hanya berdiri dan selalu waspada.
"Yaudah deh Run,kalau begitu Ari tinggal ya,kamu jangan lupa makan ya." ucap Ari sambil berlalu meninggalkan Aruni.
Aruni yang melihat kepergian Ari hanya dapat menghembuskan nafas lega nya.
Aruni melihat makanan yang dibawa oleh Ari tadi.Sebenar nya ia tak ingin memakan makanan itu.Hanya saja dia memikirkan kandungan nya.Akhir nya Aruni memakan makanan yang dibawakan oleh Ari.Tetapi tidak semua makanan itu ia makan.Hanya buah-buahan dan air putih saja.Aruni takut menyentuh makanan yang lain nya.Dia selalu over thinking saat melihat makanan yang dibawa oleh Ari.Aruni takut Ari memasukan sesuatu kedalam makaman itu.Oleh sebab itu Aruni hanya memakan buah yang dibawa oleh Ari.
__ADS_1
next bab ya..šš