
Tian menemani istrinya membeli segala kebutuhan di rumahnya, tidak hanya berdua namun mereka juga bersama kedua anaknya.. Biasa Bik Asih lah yang akan belanja namun karena Bik Asih sedang tidak enak badan akhirnya Biyanka yang belanja..
Tian dengan sabar dan setia menemani Istrinya mencari semua kebutuhan di rumah, mulai dari sayuran, daging, telur, ikan, hingga susu Biyanka terlihat sangat cekatan dalam memilih bahkan sesekali Biyanka mencari yang masih fresh, Biyanka juga tidak melupakan membeli buah karena kedua anaknya yang memang sangat menyukai buah..
" Mama,, Mau ini ya.. Ucap Lona
" Iya sayang,,
" Pa,, Abang mau itu Pa..
" Mainan Mobil itu,,
Lio mengangguk dan Tian langsung mengambilkannya, Biyanka dan Tian membiarkan kedua anaknya membeli semua yang mereka mau..
Dua buah troli penuh dengan belanjaan mereka, mereka menuju kasir untuk membayarnya..
-
Setelah selesai belanja dan membawanya ke dalam mobil, kini mereka berjalan jalan karena kedua anaknya masih belum mau pulang mereka minta untuk membeli mainan juga buku..
Mereka memilih buku yang di carinya beberapa buku pun terlihat di bawa menuju kasir..
Tian membayarnya dan membawa dua kantong plastik di tangannya,
Tian merupakan sosok suami juga ayah yang sangat sempurna, dia selalu menemani bahkan memberikan semua keinginan istri juga anaknya bahkan, menurutnya mereka lebih berharga dari harta yang dia punya..
-
Tian berdiri sambil menunggu Biyanka yang sedang mengantar Lona ke toilet, dia bersama putra Lio yang sedang asik bermain mobil yang dibelinya..
__ADS_1
Tian tersenyum melihat Putranya, banyak Kaum hawa memandangnya kagum bahkan mereka sangat menginginkan suami seperti Tian.
" Yuk,, Ucap Biyanka menghampiri mereka..
" Pa,, Gendong Ucap Lona yang langsung digendong Tian..
Biyanka menggeleng, Lona memang sangat manja bersama Tian, Dia menggandeng Lio menuju mobilnya.
***
Sesampainya di rumah,,
Lio dan Lona langsung menuju kamarnya, tidak dengan biyanka yang membawa belanjanya ke dapur dan meminta pelayan membereskan nya..
Biyanka merebahkan tubuhnya karena sedikit lelah..
Tian menghampirinya dan mengusap lembut kepala Biyanka,,
Biyanka mendongak dan tersenyum..
" Kenapa,, Capek ya Yang,,
" Dikit Mas,,
__ADS_1
" Mas Pijitin ya..
Tian memijat kaki Biyanka lembut, dia tidak mau istrinya lelah, biar saja dirinya yang lelah asal istrinya tidak..
Biyanka menatap Tian yang masih memijatnya,,
" Mas,, Kenapa kamu sayang sama aku Ucap Biyanka dan membuat Tian menatapnya bingung
" Sayang,, kenapa kamu tanya seperti itu Hem,, Mas sayang bahkan sayang banget sama kamu, sayang juga dengan anak anak..
Biyanka hanya terdiam dan memandang Tian,,
Tian mendekat dan menangkup wajah cantik istrinya.
" Kamu lagi mikirin apa,, Kenapa tiba tiba tanya kayak gitu..
" Engga Mas,, Aku sayang sama Mas,, Ucap Biyanka memeluk Tian..
Entah mengapa Biyanka merasa tidak mau berpisah dengan suaminya, dia sangat mencintai menyayangi Tian,, dan dia tidak mau jika mereka berpisah..
" Sst,, Jangan mikir macem macem ya..
Mas juga sayang kamu,,
" Mas jangan pernah tinggalin aku ya..
" Gak mungkin,, Mas gak akan pernah ninggalin kamu sampai kapan pun.. Mas sayang juga Cinta kamu..
" Kamu percaya sama Mas kan,, Ucap Tian menatapnya dan Biyanka mengangguk kemudian kembali memeluknya erat..
__ADS_1
Tian membalasnya dan mengecup Kepalanya berulang, menyalurkan rasa Sayang juga cintanya kepada istri yang sangat di cintainya..