Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 172


__ADS_3

Reno menuruni anak tangga, terlihat jelas jika dia baru saja bangun tidur.


Terlihat kedua orang tuanya sudah menunggu di meja makan.


" Pagi Yah,, Bun,, " Ucap Reno sambil menarik kursi


" Pagi Ren "


Reno mengambil nasi goreng dan memakannya,,


" Ren, mau kapan kamu bantu Ayah di Perusahaan " Ucap Bima ayah Reno


" Reno kan masih kuliah Yah "


" Ayah sudah tua dan kamu anak Ayah dan Bunda satu satunya jadi hanya kamu yang bisa menggantikan Ayah "


" Benar Ren, Lagian kamu kan bisa belajar dulu sambil menunggu kamu lulus kuliah "


Reno terdiam,


Dia teringat dengan Meylan yang ingin dilamarnya dan mungkin ini menjadi kesempatannya mendapatkan uang.


Sebenarnya tanpa bekerja pun Reno sudah mendapatkan uang jajan dari orang tuanya yang besar namun dia mempunyai cita cita jika suatu saat dia akan tunangan atau menikah dia akan memakai uangnya sendiri.


" Ya Udah Yah,, besok sepulang kuliah Reno ke Perusahaan "


" Nah gitu dong,, Jadi kan nanti Ayah bisa pensiun kalau kamu sudah menggantikan Ayah di Perusahaan "


Reno mengangguk dan kembali menikmati sarapannya.


*******


Di tempat lain Zicko dan Lona sudah bersiap, terlihat mereka akan pergi ke sebuah tempat namun Lona sendiri tidak tau mereka akan kemana karena Zicko tidak memberitahunya.


" Kak "


" Iya Sayang "

__ADS_1


" Kita mau kemana sih Kak "


" Nanti kamu juga bakal tau Yang "


Lona menghela napasnya, dia penasaran namun suaminya malah tetap saja tidak memberitahu.


Zicko hanya tersenyum melihat istrinya yang merasa kesal.


Sengaja memang Zicko tidak memberitahu Lona mereka akan kemana karena Zicko akan memberikan kejutan untuknya.


Sampai akhirnya mereka memasuki sebuah kawasan Elit.


Lona menatap keluar jendela, dan dia menatap Zicko.


" Kak "


" Hem "


" Kita mau ke rumah siapa sih, kok masuk ke perumahan "



" Yuk turun " Ucap Zicko setelah mobil mereka masuk ke dalam


Lona yang masih bingung hanya menurut, dia turun dan Zicko menggenggam tangannya.


Zicko mengajaknya masuk,


Lona masih terdiam tidak mengerti namun dia tetap mengikuti langkah suaminya.


Rumah mewah dengan nuansa klasik nan elegan.


" Kak,, ini rumah siapa " Lagi lagi Lona merasa penasaran dan menahan tangan Zicko yang terus menggandengnya


Zicko membalikan tubuhnya dan tersenyum, ditatapnya wajah istrinya.


" Rumah kita sayang "

__ADS_1


" What,, Maksudnya apa sih Kak,, "


" Ini rumah kita, kamu ingat kan dulu aku pernah bilang kalo kita akan tinggal di rumah kita,, Ini rumah kita sayang "


Lona membulatkan matanya merasa tidak percaya ternyata Zicko sudah memikirkan semuanya bahkan dirinya sama sekali kepikiran.


Mata Lona mulai berkaca kaca, dia sangat bahagia memiliki suami seperti Zicko..


" Sayang, kenapa nangis " Ucap Zicko mengusap air mata yang mengalir di wajah cantik istrinya


Lona tidak menjawab dia malah berhampur dalam pelukan suaminya,, hampir saja Zicko terjatuh karena Lona yang seperti mendorong tubuhnya namun untungnya Zicko mampu menahannya..


" Makasih Kak " Ucap Lona dalam pelukan Zicko


" Sayang,, Hei makasih untuk apa kenapa kamu malah nangis "


Lona hanya menggeleng dan enggan melepaskan pelukannya.


Zicko hanya bisa membalas pelukan istrinya tanpa tahu alasan istrinya.


" Sekarang kita lihat ruangan lain Oke " Ucap Zicko melepaskan pelukannya dan Lona mengangguk


Zicko mengusap air mata yang masih tersisa di wajah Lona.


Zicko kembali menggandeng tangan Lona membawanya mengeliling rumah baru mereka, rumah dengan beberapa kamar di sana dan terlihat foto pernikahan merek berada di ruang tengah.


" Dan ini kamar kita " Ucap Zicko saat memasuki sebuah kamar luas dengan jendela besar yang langsung menampilkan pemandangan indah di luar


" Kak,, semua ini "


" Maaf ya, aku baru bawa kamu ke rumah kita karena baru saja selesai di renovasi "


Lona berjalan menuju jendela besar di depannya, dia membuka dan berjalan menuju balkon. Sangat indah itulah satu kata yang tergambar di sana.


Zicko berjalan menghampiri dan memeluknya dari belakang, membenamkan wajahnya pada tengkuk Lona menghirup harus tubuh Lona yang sudah menjadi candunya.


Lona hanya tersenyum dan mengusap wajah suaminya, mereka pun menikmati udara sore di sana.

__ADS_1


__ADS_2