Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 197


__ADS_3

Sudah tiga hari Zicko berada di yogya dan masih dengan keadaan yang sama, namun dia sama sekali tidak memberitahu Lona istrinya, dia tidak ingin membuat Lona khawatir karena memang Zicko hanya sesekali merasa pusing namun tidak akan berlangsung lama.


Zicko dan Sandi mengerjakan semua pekerjaan di sana agar bisa segera selesai dan mereka bisa segera kembali pulang ke Jakarta.


-


Sementara Di Jakarta


Lona masih seperti biasanya kuliah dan selalu diantar oleh supir, Biyanka pun masih berada di sana menemani Lona.


Sedangkan Lio sudah kembali ke Bandung dan Tian hanya sesekali ke rumah namun dia lebih sering berada di rumahnya.


Pagi ini Lona mengerjabkan matanya, dia tidak begitu gugup karena dia baru ada kuliah jam 9 pagi


Lona beranjak bangun, namun kepalanya sangat terasa pusing..


" Aw,, pusing banget kepala gue " rintih Lona dengan memegang kepalanya.


Lona memejamkan matanya dan kembali duduk, untungnya hanya sebentar dan dia bisa kembali berjalan menuju kamar mandi.


-


Biyanka memang tidak pernah berubah dari dulu, dia selalu menyiapkan segala sesuatu sendiri apalagi menyangkut keluarganya dia akan melakukan dengan tangannya.


" Saya Bantu Nyonya " Ucap Bik Usi


Biyanka tersenyum dan mengangguk,,


Bik Usi hanya membantu memotong sayur dan mencucinya.


" Ade belum bangun ya Bik "


" Sepertinya belum Nyonya "


Biyanka kembali memasak, dengan tangan lincahnya beberapa makanan tersaji dan dengan segera di bawanya ke meja makan.


Lona yang sudah rapi berjalan turun, namun wajahnya tidak seperti biasanya.


Wajah Lona terlihat sedikit pucat.

__ADS_1


" Pagi Mam " Sapa Lona dan duduk di kursi


" Pagi Honey " Ucap Biyanka tersenyum Namun senyuman nya berubah saat melihat wajah Lona yang pucat


" Ade sakit, wajah Ade pucat sekali "


" Engga Kok Mam, Ade cuma sedikit pusing"


Biyanka berjalan mendekat dan langsung mengecek kening Lona namun tidak panas.


" Gak demam " Ucap Biyanka


" Ya Sudah Ade sarapan dulu "


Lona mengangguk namun dan mulai menikmati sarapannya, Biyanka terus menatapnya dia khawatir dengan keadaan putrinya.


" Ade serius mau kuliah, Mama takut nanti Ade kenapa kenapa di kampus "


" Gak papa Mam,, "


" Ade berangkat dulu ya Mam " Lanjut Lona berdiri namun dia kembali merasakan pusing


" Ade Ade.. " Ucap Biyanka memegang tangan Lona


Lona menurut namun tiba tiba pandangannya kabur..


Bruk..


Lona terjatuh,,


" Astaga Ade " Ucap Biyanka panik


" Mba Lona kenapa Nyonya " Ucap Bik Usi


" Bik cepet bantu saya. Kita bawa Lona ke Rumah Sakit "


Dengan bantuan Supir di rumahnya Lona di bawa Biyanka ke Rumah Sakit, wajahnya terlihat sangat pucat membuat Biyanka sangat khawatir dengan keadaan Putrinya.


*******

__ADS_1


Sementara di Yogya,,


Zicko terus kepikiran Lona, dia merasa sangat rindu dengan istrinya.


" Ini semua laporan yang Loe minta dan gue udah cek semua sesuai " Ucap Sandi


Zicko tidak menjawab, dia terus saja melamun..


" Zicko " Ucap Sandi dengan sedikit menaikan suaranya


" Gak usah teriak juga San, kenapa sih "


" Ini Laporan yang Loe minta,, Loe kenapa sih ngelamunin apa "


" Kangen gue sama Lona, kerjaan kita sudah selesai kan "


" Astaga,, baru tiga hari udah kangen aja Loe"


Zicko hanya mengangkat bahunya, dia membuka laporan yang di bawa Sandi kepadanya.


*****


Di Jakarta,,


Lona sudah berada di Rumah Sakit, Biyanka sudah menghubungi Tian untuk segera ke Rumah Sakit.


" Sayang,, Bagaimana keadaan Ade " Ucap Tian yang sudah berdiri di samping Biyanka


Biyanka hanya menggeleng, dia sangat khawatir dengan keadaan Lona karena memang kondisi Lona dari dulu sangat lemah.


" Ade masih di periksa Mas,, Aku takut terjadi sesuatu dengan Ade "


Tian langsung memeluk Biyanka, Sama halnya Tian juga Sangat khawatir namun dia tidak boleh membuat Biyanka semakin khawatir.


" Kita berdoa semoga Ade gak kenapa kenapa" Ucap Tian mengusap bahu Biyanka untuk menenangkan nya.


Tiba tiba terdengar suara Pintu terbuka,,


Tian dan Biyanka segera menghampiri Dokter yang keluar..

__ADS_1


" Dokter,, Bagaimana keadaan Putri Saya " Ucap Tian


Biyanka memegang erat tangan Tian, di dalam hatinya dia terus berdoa Agar Tidak terjadi sesuatu dengan Putrinya..


__ADS_2