Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 247


__ADS_3

Apa pun hasilnya aku harus bisa menerimanya karena memang semua sudah diatur sama uang diatas "


Anisa menghela napasnya dan mencoba melihat benda kecil yang sudah dari tadi dipegangnya..


Jantungnya berdetak kencang dan napasnya sangat tidak beraturan hingga saat melihat hasil nya,,


Anisa mencoba menatap benda yang berada di tangannya, dia benar benar sangat gugup hingga akhirnya memberanikan diri untuk melihatnya.


Matanya membulat saat melihat dua garis pada benda tersebut,,


Anisa menutup mulutnya, rasanya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya bahkan tubuhnya lemas, Namun tiba tiba terdengar suara dari balik pintu..


" Sayang,, Kamu baik baik saja Kan,, " Ucap Sandi khawatir


" I-Iya Mas,, " Ucap Anisa


Anisa langsung membuka pintu dan melihat Sandi juga Bu Widia di sana..


" Sayang " Ulang Sandi menatap Anisa


Anisa mengangkat tespek dan memperlihatkannya kepada mereka,,


" Anisa,, Kamu Hamil Nak " Ucap Bu Widia


" Sayang,, ini benar " Ucap Sandi tidak percaya dan Anisa mengangguk


" Ya Tuhan,, Kita akan menjadi orang tua " Ucap Sandi memeluk Anisa


Anisa membalas pelukan suaminya dengan air mata yang mengalir di wajah cantiknya,,


Bu Widia pun tidak bisa menahan rasa bahagianya, Melihat putrinya menikah dengan laki laki yang mencintainya dan kini mereka akan memiliki seorang anak membuat rasa bahagianya semakin bertambah,,


Anisa melepaskan pelukannya dan menatap Bu Widia,,

__ADS_1


" Ibu " Ucap Anisa


Bu Widia langsung memeluk erat putrinya, menumpahkan rasa bahagianya bersama..


" Selamat Sayang, Ibu ikut bahagia dengan kehamilan kamu,, Selamat Nak "


" Makasih Bu,, Anisa sangat bahagia "


Sandi mengusap bahu istrinya yang masih meneteskan air mata bahagia, bahkan sesekali Sandi pun menyeka matanya.


******


Sementara di tempat lain,,


Meylan terbaring lemas, wajahnya sedikit pucat dan infus yang terpasang di tangannya.


Reno yang sudah sampai di Rumah Sakit pun terus menunggui calon istrinya dengan rasa khawatir.


" Om,, Tante,, biar Saya yang jaga Meylan di Rumah Sakit,, Om sama Tante istirahat dulu saja " Ucap Reno


" Ma,, Reno benar, Kamu juga harus istirahat Ma"


" Ya Sudah,, Tante titip Meylan ya Ren,, kabari Tante kalau ada sesuatu "


" Pasti Tante,,


" Om sama Tante pulang dulu, Makasih ya Ren sudah merepotkan "


" Tidak sama sekali Om,, Om sama Tante hati hati "


Reno mencium punggung tangan calon mertuanya dan kembali menatap wajah Meylan di sana.


Hatinya teriris melihat wanitanya terbaring lemas di sana,, apalagi pernikahan mereka yang tinggal menghitung minggu.

__ADS_1


Reno menggenggam tangan Meylan dan mengecupnya,,


" Maaf sweety, gara gara mempersiapkan pernikahan kita kamu jadi seperti ini..


Harusnya aku melarang kamu dan kamu bisa istirahat bukan malah mempersiapkan sendiri"


Reno terus menunggu Meylan tanpa meninggalkannya dia terus menggenggam tangan Meylan.


Meylan mengerjabkan matanya, dia menatap sekeliling dan pandangannya beralih menatap laki laki yang dikenalnya terus menggenggam tangannya..


" Kak Reno " Ucap Meylan lemah


Reno langsung mendongak dan tersenyum,,


" Sweety,, Kamu sudah Sadar "


" Aku dimana dan aku kenapa Kak "


" Kamu di rumah sakit, Kamu kelelahan dan harus di rawat beberapa hari di sini "


" Tapi Kak,, kita masih harus mengecek semua persiapan pernikahan kita "


" Sstt, Kamu gak usah pikirkan semua itu yang terpenting kamu istirahat supaya cepat sehat "


Meylan mengangguk,


Reno mengusap rambutnya dan masih terus menggenggam tangannya.


" Sekarang istirahat lagi ya,, Aku di sini temani kamu "


" Makasih ya Ka,, Maaf sudah merepotkan kamu "


" Kamu calon istriku Yang dan sudah sepatutnya aku jaga calon istri aku "

__ADS_1


Meylan tersenyum,,


Rasanya bahagia memiliki laki laki seperti Reno yang membuatnya selalu tersenyum, bahkan sikap konyol mereka lah yang membuat hubungan mereka terus bertahan.


__ADS_2