Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
IKLAS


__ADS_3

Reno memangku tubuh Aruni dengan penuh kasih sayang.Sementara Aruni hanya dapat merintih menahan rasa sakit nya.


Dennis yang berada didalam satu helikopter yang sama pun mencoba membatu Aruni meringan kan rasa sakit nya sengan mengusap-usap bagian pinggang Aruni.


Sementara Ali sudah sibuk menghubungi pihak rumah sakit untuk memberikan fasilitas terbaik nya untuk Aruni.Serta tak lupa ia juga memberikan kabar untuk keluarga Herlambang, atas apa yang terjadi saat ini.


"Mas,aku haus." ucap Aruni pelan sambil menahan rasa sakit nya.


Dennis yang mendengar ucapan Aruni langsung sigap mengambil botol air mineral yang ada diseblah nya dan memberikan nya kepada Reno.


Reno pun meraih botol air mineral itu untuk memberikan nya kepada Aruni.


"Sayang ini minum nya." ucap Reno pelan sambil menyodorkan botol berisi air mineral.


Aruni pun meminum nya hampir setengah bagian ia habiskan.Dan setelah itu Aruni pun kembali membenamkan wajah nya didada bidang suami nya,sambil merintih menahan sakit dibagian perut nya.


Setelah sekian lama mereka menempuh perjalanan melalui udara menggunakan helikopter,akhir nya mereka dapat mendarat dengan selamat di landasan pesawat diatap rumah sakit milik keluarga Herlambang.


Berkat Ali yang sudah menguhubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu.Segala keperluan untuk tindakan yang akan dilakukan pada Aruni semua telah siap.


Aruni yang sudah tak sadarkan diri dibawa masuk oleh beberapa orang suster dengan bangkar kedalam ruang IGD diikuti oleh Reno,Dennis,dan juga Ali.


"Tuan maaf,anda tidak boleh masuk." ucap seorang suster yang menghentikan langkah Reno.


"Tapi dia istri saya." ucap Reno berusaha menerobos masuk.


"Maaf tuan,tapi anda tidak boleh masuk." ucap suster pelan.


"Tapi...." ucap Reno terputus.


"Ren,udah Ren.Ini peraturan rumah sakit, sekarang kita tunggu saja dengan tenang disni.Sambil mendoakan Aruni." ucap Dennis memotong ucapan Reno tadi.


Reno pun menuruti ucapan Dennis,dia duduk bersama Ali dan Dennis dikursi tunggu depan IGD.Sambil sesekali mengusap kasar wajah nya yang tampak gusar.


Reno kemudian tampak tidak tenang,di berdiri tepat di depan pintu ruang IGD sambil sesekali mengacak-acak rambut nya karena frustasi.


Disaat yang bersamaan terdengar derap langkah kaki beberapa orang menuju ruang IGD.


Yang ternyata adalah tuan dan nyonya Herlambang,serta tuan dan nyonya Baskara.


"Papa,mama,ayah sama ibu." ucap Reno sambil menghampiri keempat orang tua nya.


"Bagai mana keadaan Aruni,Ren?" tanya nyonya Baskara.


"Aruni masih di tangani oleh dokter bu." jawab Reno sambil menatap lesu pada ibu mertua nya.


"Kamu yang sabar ya Ren." ucap ibu mertua nya


Reno pun hanya menggangkukan kepala nya.


Semua keluarga menunggu didepan ruang IGD rumah sakit.Semua menunggu dengan perasaan harap-harap cemas.


Setelah hampir satu jam dokter yang menangani Aruni pun keluar dari ruang IGD.


Reno yang memihat sang dokter keluar dari dari dalam ruangan nya pun langsung menghampiri sang dokter.


"Bagai mana keadaan istri saya dok?" tanya Reno dengan wajah panik.


"Istri anda baik-baik saja tuan,tapi maaf kami tidak dapat menyelamatkan calon bayi dalam kandungan nyonya.Karena pendarahan hebat itu membuat calon bayi anda harus gugur tuan." ucap sang dokter menjelaskan.


Reno pun tak menjawab ucapan dokter itu lagi. Dia hanya menundukkan wajah nya dan hampir terjatuh kelantai karena lemas mendengar informasi itu.


"Ren,yang kuat Ren." ucap sang papa sambil menahan tubuh Reno yang hampir terjatuh kelantai.


"Kalau begitu saya permisi tuan,karena akan membawa pasien keruang perawatan." ucap sang dokter berpamitan.


"Iya dok." jawab Tuan Herlambang.


Tuan Herlambang membawa Reno untuk duduk dikursi tunggu,sambil menunggu Aruni dibawa keruang perawatan.


"Ren,kamu harus sabar ya." ucap mama Reno sambil memeluk putra semata wayang nya itu.


"Iklaskan Ren,insyaallah dia akan menjadi tabungan kalian diakherat kelak." ucap sang ibu mertua sambil mengusap bahu Reno.


Reno pun tampak sangat terpukul harus menerima berita duka itu.


Taklama Aruni pun dibawa keruang perawatan, Reno yang melihat istri nya didorong menggunakan brangkar pun langsung menghampiri istri nya.

__ADS_1


"Sayang." panggil Reno sambil ikut mendorong brangkar itu.


Aruni hanya tersenyum lemas untuk menjawab panggilan suami nya.


Perawat membawa Aruni keruang perawatan VVIP dirumah sakit itu.


...


Sementara itu Ali yang sudah mendapat ijin dari sang bos pun tengah berada diruang ICU,ia sedang menemani Natasya yang masih terbaring tak sadarkan diri karena koma.


Natasya dirawat dirumah sakit yang sama dengan Aruni.Jadi tak sulit untuk Ali mengunjungi Natsya.


"Hai Nat,maafin aku ya baru sempet kesini. Kamu maafin aku kan?" ucap Ali,dan mendapat respon dari Natasya yang menggerakan jari telunjuk nya.


Ali yang melihat itu pun tersenyum senang sekaligus haru karena melihat perkembangan Natasya.


"Nat,bayi kamu tampan sekali,tapi sayang dia belum punya nama.Dia menunggu kamu memberikan nama untuk nya.Kamu cepat bangun ya untuk memberi nama putra tampan mu." ucap Ali pelan sambil mengusap-usap tangan Natsya.Dan Natasya pun merespon nya dengan linangan air mata.Natasya menangis,air mata nya mengalir cukup deras.


"Hei,jangan menangis.Putra tampan mu akan setia menunggu kamu sampai bangun,kamu tenang ya.Semua menjaga putra tampan kamu,banyak yang menyayangi nya." ucap Ali lagi sambil mengusap Air mata Natasya.


Ali melihat dari jendela kaca yang ada diruangan itu,ada tuan Hartawan sedang menunggu diluar ruang ICU.


"Nat,ada papa mu di luar.Aku pamit ya,aku pasti datang lagi kesini untuk menemui kamu.I love you." ucap Ali sambil mengusap tangan Natasya,dan di balas dengan respon Natasya yang mengangkat jari telunjuk nya.


Ali pun berjalan keluar ruang ICU untuk menemui tuan Hartawan.


"Maaf tuan,saya sudah lancang masuk tanpa ijin dari anda." ucap Ali sambil menunduk pada tuan Hartawan.


"Tidak masalah Ali,justru saya berterimakasih karena kamu sudah menjaga Natasya selagi saya tidak ada." jawab tuan Hartawan sambil menepuk pundak Ali dan Ali pun membalas dengan senyuman.


"Oh iya,bagai mana dengan istri nya Reno.Apa sudah ditemukan?" tanya tuan Hartawan lagi.


"Alhamdulillah sudah ditemukan tuan,dan sekarang sedang menjalankan perawatan dirumah sakit ini juga."jawab Ali.


"Syukurlah kalau sudah ditemukan.Sampaikan salam saya pada keluarga tuan Herlambang."


"Baik tuan.Kalau begitu saya permisi tuan." ucap Ali sambil berpamitan.


...


Aruni belum sadarkan diri,sementara Reno dengan tampilan yang acak-acakan sedang duduk dismping istri nya.


"Ren,kamu istirahat dulu ya,biar mama dan ibu mertua mu yang menjaga Aruni.Kamu pulang dulu saja sama papa ya nak." ucap mama Reno sambil mengusap lembut pundak anak nya.


"Gak ma,saya mau disini saja sampai Aruni sadar." ucap Reno sambil terus memegangi tangan istri nya.


"Yasudah kalau begitu.Mama sama papa pamit pulang ya.Sebab hari ini papa ada pertemuan sama kolega-kolega nya papa." ucap nyonya Herlambang tampak ragu.


"Iya ma.Maaf saya sama Aruni gak bisa nemenin." jawab Reno tampak lesu.


"Iya sayang gak apa-apa,mama titip Aruni ya. Kalau ada apa-apa langsung hubungi mama." ucap nyonya Herlambang sambil memeluk anak nya.


"Iya ma." jawab Reno singkat.


"Besan,kami pamit ya.Maaf tidak bisa menemani disini." ucap Nyonya Herlambang sambil memeluk nyonya Baskara.


"Iya,hati-hati ya." jawab nyo Baskara lembut .


Akhir nya tuan dan nyonya Herlambang pun pergi meninggalkan rumah sakit.Tinggallah Reno dan juga kedua mertua nya menjaga Aruni.


Reno tampak lelah sekali,terlihat dari wajah nya yang tampak lesu.


Tok...tok..tok..tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Aruni.


"Eh nak Ali,ada apa?" tanya nyonya Baskara saat membuka pintu.


"Maaf nyonya,apa tuan Reno ada?"tanya Ali sopan.


"Ada,silahkan masuk." jawab nyonya Baskara sambil mempersilahkan Ali untuk masuk.


Ali pun berjalan dibelakang nyonya Baskara untuk masuk kedalam ruang rawat VVIP tempat Aruni menjalani perawatan.


"Nak Reno,ada nak Ali mencari." ucap nyonya Baskara pada menantu nya.


Reno yang tadi tadi nya sedang merebahkan kepala nya pada kasur tempat Aruni tidur,langsung mendongakkan kepala nya.


"Maaf tuan,apa ada sesuatu yang di butuhkan." ucap Ali dengan wajah lelah nya karena memang belum tidur sejak dari kemarin.

__ADS_1


"Tidak Al,kamu boleh kembali pulang dan beristirahat lah."jawab Reno pelan dengan mata yang tampak sedang menahan kantuk.


"Baik tuan.Kalau begitu saya permisi." ucap Ali sambil membukkan badan kepada semua yang ada dalam ruangan itu.


Tak berapa lama kemudian Aruni pun membuka mata nya.Dia tersadar setelah efek obat bius nya habis.


"Mas." ucap Aruni lemah.


"Sayang." jawab Reno kaget sambil memegang tangan Aruni. "Kamu sudah sadar?!" ucap Reno lagi,dan Aruni pun hanya mengembangkan senyum manis nya.


"Aruni." ucap nyonya Baskara sambil menghampiri anak nya diikuti oleh tuan Baskara.


"Ibu,ayah." jawab Aruni sambil menggenggam tangan ibu nya.


"Iya nak,ibu sama ayah disini.Kamu jangan khawatir ya."jawab Tuan Baskara.


Aruni tampak masih lemas,dan dia hanya mengagukan kepala nya sambil tersenyum manis.


"Kamu mau makan nak?" tanya ibu.


"Engga bu,aku masih kenyang." jawab Aruni lemah.


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka,yang ternyata itu adalah Dennis dan juga seorang suster.


"Selamat sore,maaf semua nya saya akan melakukan pemeriksaan." ucap Dennis saat sudah didalam ruangan.


Reno yang mendengar itu pun langsung bangkit dari duduk nya untuk memberikan ruang pada Dennis yang akan memeriksa istri nya.


"Maaf nyonya,apa masih terasa pusing?" tanya Dennis pada Aruni.


"Sudah tidak terlalu,hanya ada sedikit rasa tidak enak pada bagian ini." ucap Aruni sambil menunjuk perut bagian bawah nya.


"Iya ,itu akan sembuh sebentar lagi.Banyak makan makanan yang bergizi ya,untuk menggantikan nutrisi yang terbuang." ucap Dennis sambil menyuntikan cairan obat pada cairan infus Aruni. "Oke,sudah selesai.Selamat beristirahat lagi."ucap Dennis lagi selesai mengecek semua nya.


"Ren,lu istirahat dulu sana.Muka lu jelek banget kaya penjahat." ucap Dennis dengan muka segar nya dan membut yang lain tersenyum.


"Sial,liat nanti pembalasan gue." bisik Reno ditelinga Dennis.


"Kakak ipar,aku diancam." teriak Dennis sambil menatap nanar kearah Aruni.Dan Aruni hanya tersenyum.


"Dr.Dennis julio! silahkan keluar dan kerjakan tugas anda yang lain." ucap Reno sambil tegas.


"Hahaha...takut ah,kalau sudah owner rumah sakit yang ngomong.Biasa dipecat saya." ucap Dennis sambil tertawa. "Huh,baik lah bapak - ibu saya permisi selamat beristirahat."ucap Dennis sambil keluar dari ruangan dan diikuti oleh suster.


"Mas,kamu gak boleh galak-galak." ucap Aruni pelan kepada suami nya.Reno hanya tersenyum menghampiri istri nya.


"Mas,kamu belum mandi ya?" tanya Aruni pada suami nya.


"Belum." jawab Reno jujur karena memang dia belum mandi dari semalam.


"Mandi dulu sana,aku biar dijagain sama ayah dan ibu dulu." ucap Aruni pelan.


"Iya Ren,kamu istirahat dulu.Biar Aruni sama kami." ucap tuan Baskara.


"Iya yah." jawab Reno patuh. "Run,saya pulang dulu ya.Kamu mau saya bawakan apa nanti dari rumah?"


"Baju ganti aja mas,jangan lupa daleman nya juga ya." jawab Aruni pelan.


"Iya,saya pulang dulu ya.Kamu sama ayah dan ibu dulu,jangan lupa dimakan makanan nya ya." ucap Reno sambil menunjuk kearah makanan yang tadi diantar oleh seorang perawat.


"Iya mas." jawab Aruni pelan.


"Assalamualaikum." ucap Reno sambil mencium kening istri nya.


"Waalaikumsalam mas." jawab Aruni.


"Ayah,ibu saya titip Aruni dulu ya." ucap Reo kepada kedua orang tua nya.


"Iya Ren kamu jangan khawatir ya." ucap nyonya Baskara.


"Assalamualaikum." ucap Reno sambil menyalami tangan kedua mertua nya secara bergantian.


"Waalaikumsalam." jawab nyonya dan tuan Baskara bersamaan.


Reno pun keluar dari ruang VVIP tempat Aruni menjalankan perawatan.


next bab ya

__ADS_1


__ADS_2